
“Rencana selanjutnya aku ingin meminjam agensi mamamu itu. Aku ingin Stella memegangnya untuk sementara waktu. Cepat atau lambat mereka akan menyerang Kak Niwa dengan membabi buta. Apapun yang dilakukan agar sang musuh terkena mental dan mau menyerahkan semuanya,” jelas Asmoro.
“Apakah Stella bisa melakukannya?” tanya Natalie yang ragu terhadap Asmoro.
“Aku akan mengajarkan Mama kamu itu dengan kejam. Mamamu harus bisa menguasai segalanya. Jika tidak, mama kamu ini bisa diserang begitu saja,” jawab Asmoro.
“Aku juga akan mengajarkan Stella. Malahan dengan senang hati,” ucap Natalie yang tersenyum simpul sambil menatap wajah Stella.
“Terima kasih. Sekarang waktunya pembalasan dendam. Aku tidak akan mundur sedikit pun,” ujar Stella.
“Memang kamu tidak boleh menyerah. Sedikit menyerah kamu akan mendapatkan serangan dari lawan. Jika itu terjadi kamu tidak akan bisa bertahan. Jangan sampai kelemahan kamu ini terbaca semuanya oleh musuh,” sambung Asmoro.
“Bagaimana dengan aku?” tanya Adelia.
“Kamu harus bangkit Del. Kamu juga harus menjadi wanita elegan tapi mematikan. Jangan biarkan dirimu berpaku tangan dan menunggu keputusan dari Stella maupun Hatori. Cepat atau lambat kamu akan mendapatkan bagian Klan Kanagawa,” seru Ian yang baru saja datang dan bergabung dengan mereka.
__ADS_1
“Tapi aku tidak pantas memimpin Klan Kanagawa?” tanya Adelia.
“Kenapa enggak pantas? Bukankah Klan Kanagawa akan menjadi besar jika ada kehadiran kalian?” tanya Natalie balik.
“Memang benar sih. Aku sendiri belum siap menjadi seorang gangster. Lebih baik aku memilih menjadi tukang kue saja. Karena tukang kue itu tidak membuat masalah sedikitpun,” jawab Adelia.
“Semuanya terserah kamu saja. Aku tidak pernah memaksamu untuk menjadi kepala gangster atau mafia. Yah kemungkinan setelah masalah ini selesai. Aku akan mengundurkan diri dari dunia mafia. Aku ingin merasakan hidup normal tanpa harus ada kekerasan di mana-mana. Memiliki keluarga yang harmonis atau juga memiliki anak-anak yang sangat lucu,” jelas Ian yang menceritakan impiannya hidup dengan tenang bersama keluarga besarnya.
“Nggak kamu aja. Aku pun juga sama merasakan ingin hidup normal tanpa ada suara tembak-menembak. Aku juga ingin membuat Stella hidup dengan tenang,” ucap Asmoro.
“Mau bagaimana lagi. Kalau bisa lepas kita akan lepas bersama. Kalau Kak Gio menginginkan Black Horizon bubar. Maka Black Horizon akan bubar. Orang mana sih yang tidak ingin memiliki kehidupan damai? Semuanya orang pengen hidup damai. Apakah kamu ingin hidup dalam tekanan batin? Apakah kamu ingin hidup dalam serangan demi serangan yang tidak jelas? Apakah kamu ingin hidup tanpa ada kebahagiaan sedikitpun. Jangankan sedikit, secuil maksudku,” tanya Asmoro bertubi-tubi ke arah Jacob.
“Semuanya Kak. Tapi aku sedang terkena tekanan batin. Di sisi lain aku ingin hidup bahagia bersama Natalie. Aku pikir-pikir lagi itu tidak akan mungkin bisa,” jelas Jacob.
“Nggak gitu kali konsepnya. Kalau kamu ingin lepas dari masalah ini. Lebih baik kamu lepaskan saja dan buang semua beban di dalam hidupmu. Kamu bisa mengganti seluruh identitasmu dan meminta Mama Papa untuk mencarikan nama baru lagi. Setelah itu kamu bisa memakai nama itu. Nama aslimu harus kamu buang. Karena Nama aslimu sudah tersebar ke mana-mana. Contohnya saja Jacob si tukang hacker dari Black Horizon. Tapi kalau orang awam tidak akan mengerti pekerjaanmu sebagai anggota mafia. Jika kamu bertemu satu orang yang pura-pura baik ternyata mafia, kamu tidak bisa mengelak. Karena Nama kamu itu sudah menjadi incaran banyak mafia. Bisa saja kamu dibunuh di tengah jalan. Bisa saja kamu dimasukkan ke dalam ruangan bawah tanah lalu disiksa habis-habisan. Aku hanya menyarankan itu saja ke kamu. Aku tahu Natalie juga ingin hidup damai tanpa harus ada peperangan,” jelas Asmoro dengan sabar menghadapi adik angkatnya itu.
__ADS_1
“Memang aku ingin hidup damai pa. Aku ingin lepas dari lingkaran mafia. Tapi papa menyuruhku untuk melanjutkan cita-citanya itu. Aku sekarang sangat bingung sekali untuk melepaskan semuanya,” jawab Natalie.
“Memang hidup tidak seindah yang kita bayangkan. Mereka seenaknya bisa menilai kita hidup dengan damai dan indah. Terus mereka bilang enak ya punya segalanya. Itu juga bisa membuat tekanan batinku semakin kuat. Lalu apakah kamu mau berkecimpung terus-terusan di dunia mafia? Kalau aku nggak mau. Aku sendiri ingin lepas dan hidup bahagia bersama istriku. Beberapa tahun kedepan usiaku sudah memasuki senja. Jadi aku harus memikirkan baik-baik akan hal ini,” ujar Asmoro.
“Semuanya terserah Kakak saja. Aku hanya ikut saja keputusan Kakak bagaimana. Aku tidak memperdulikan berapa usia Kakak sebenarnya. Itu tidak penting buat aku. Aku akan berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik buat kamu,” sahut Stella yang tidak ingin suaminya bersedih.
“Aku akan membubarkan Black Horizon. Setelah masalah ini selesai aku akan membicarakan masa depan Black Horizon. Jika Kak Gio meminta untuk jalan, aku putuskan mundur dan memisahkan diri dari kalian. Aku ingin hidupku bahagia tanpa ada harus peperangan di antara kita. Itu rencanaku sebenarnya,” jelas Asmoro yang tidak bisa diganggu gugat rencananya itu.
“Aku lihat di grup tadi... Banyak sekali yang membicarakan tentang papa Agatha bertemu dengan kedua wanita ular itu ya? Papa Agatha sangat emosi sekali melihat kedua wanita itu. Untung saja Mama Anita sudah ditemukan. Jika mereka mempermalukan Mama Anita, akan berdampak buruk bagi seluruh sektor yang akan dikerjakan oleh mereka. Apakah mereka bisa playing victim untuk kasus ini? Itulah pertanyaanku yang berada di dalam otakku sekarang?” tanya Ian yang mengambil coklat lalu memakannya.
“Aku yakin mereka tidak akan bisa melakukannya. Apakah mereka ingin menyerang sang pemilik Ayashi grup sebenarnya? Itu tidak akan bisa mungkin terjadi. Kalaupun terjadi maka mereka menghalau terlalu tinggi dan tidak bisa menggapainya. Ayashi sendiri adalah perusahaan yang sangat terkenal sekali. Kalau menyerang perusahaan itu. Itu tidak akan pernah bisa. Perusahaan itu bukanlah perusahaan Kurumi. Perusahaan itu dilindungi beberapa klan dari bawah tanah. Seluruh pegawainya itu adalah pengawal beberapa klan tersebut. Memang kakek Yamato ternyata memiliki hubungan baik beberapa gangster yang berada di Tokyo. Jadi nggak heran, kalau perusahaan tersebut diolah sama pengawal mereka. Kamu jelaskan apa yang aku maksud?” ungkap Asmoro yang membeberkan beberapa fakta tentang perusahaan Agatha sebenarnya.
“Apakah itu benar Kak? Tapi mereka adalah karyawan biasa. Aku sudah diberitahukan oleh kakek. Kenapa kakek nggak bilang sama aku?” tanya Adelia yang sedikit protes tentang informasi tersebut.
__ADS_1