
"Pakaian itu akan masuk ke apartemen. Jadi bisa dikatakan bagian itu digunakan sehari-hari," jawab Asmoro.
Sebelum pergi dari toko itu, Asmoro terlebih dulu mengecek saldonya. Ia sangat terkejut karena uang yang dipakai Stella hanya sedikit. Ia memperlihatkan isi saldo itu.
"Kok masih banyak juga ya. Disuruh ngabisin tapi masih banyak. Ini bagaimana ya cara menghabiskannya? Aku menyerah Kak. Challenge kamu membuat aku pusing seribu kali," ucap Stella.
Asmoro hanya terkekeh melihat sang istri kebingungan. Di kartu platinum unlimited Itu uangnya melebihi lima belas miliar. Asmoro tahu kalau sang istri tidak bisa menghambur-hamburkan uangnya. Makanya iya langsung menghentikan challenge tersebut.
Sedangkan Adelia masih diam di tempat sedari tadi. Ia bingung mau belanja apa. Jujur Baru kali ini ada challenge yang sangat menyulitkan dirinya. Bagaimana tidak? Adelia sendiri hanya diberikan waktu beberapa jam untuk menghabiskan uang sebanyak itu.
"Del, kamu kok diem aja sih? Jadi belanja apa nggak?" tanya Ian yang sebenarnya menahan tawanya.
"Bisakah kamu memberikan aku saham saja?" tanya Adelia yang ingin menginvestasikan uangnya itu dalam bentuk saham.
"Kamu kok aneh sekali sih. Orang disuruh menghabiskan uang malah minta saham. Kamu itu sendiri sudah memiliki saham. Tapi aku yang mempermainkannya. Sekarang kamu harus menghabiskan uang ini. Waktu kita hanya sedikit," jawab Ian sambil menarik tangan Adelia dan menuju ke toko pakaian.
"Kamu mempermainkan seorang cewek?" tanya Adelia.
"Yang gak. Kenapa juga aku harus mempermainkan seorang perempuan? Maksud aku, aku itu sering memperjualbelikan saham kamu itu," jawab Ian yang tersenyum manis.
"Oh jadi itu. Untung saja kamu tidak mempermainkan perasaan perempuan," ucap Adelia.
"Ya sudah belanja sana terlebih dahulu. Habiskan uang itu kalau kamu mau," pinta Ian.
Adelia memilih banyak pakaian. Namun ia menyortirnya kembali dan mencarinya yang nyaman di hati. Ian hanya menggelengkan kepalanya lalu menyuruhnya untuk mengambilnya. Akan tetapi Adelia menolaknya dengan mentah-mentah.
"Lebih baik kamu memilih. Kamu beli aja semuanya," sahut Ian.
__ADS_1
"Aku nggak mau memiliki baju itu semuanya. Bajuku masih bagus-bagus di rumah. Aku sedang memilih yang membuat aku nyaman dipakai. Jadi biarkanlah aku mengekspresikan diriku ini," ucap Adelia.
Dengan terpaksa Ian membiarkan Adelia memilih. Lalu ia menunggu Adelia di ruang tunggu.
Beberapa saat kemudian datang Asmoro dan Stella. Mereka berdua masuk ke dalam dan melihat Ian yang sangat lesu sekali. Kemudian pasangan suami istri itu pun mendekati Ian.
"Kemana Adelia?" Tanya Stella.
"Adelia masih memilih baju. Dia bingung mau beli yang mana," jawab Ian.
"Kakak tunggu di sini saja ya. Biar aku saja yang mendekati Adelia," pinta Stella.
"Ya udah sana. Aku akan di sini bersama Ian. Oh ya kalau udah selesai bilang ya," pesan Asmoro.
Akhirnya Stella mencari keberadaan Adelia. Wanita mungil itu tidak sengaja melihat baju kasual yang sangat indah sekali. Ia sangat tertarik dengan baju itu lalu mengambilnya.
"Lu seenaknya ngambil baju itu ya!" bentak wanita itu.
Stella baru sadar kalau wanita itu adalah Patty. Wanita itu menatap wajah Patty dan mengerutkan keningnya. Ia seakan tidak rela kalau pakaian itu jatuh ke tangan Patty. Dengan cepat Stella menarik baju itu dan berkata, "Itu baju sudah aku beli. Berikan baju itu kepadaku."
"Memberikan baju itu kepadamu! Ck, mimpi kali ya lu pakai baju begini!" geram Patty sambil mengejek Stella.
"Aku nggak pernah bermimpi apapun. Aku memiliki kesempatan untuk membeli semua baju di toko ini. Jika barang itu sudah berada di tanganku. Maka berikanlah kepadaku. Jadi semua urusan kita selesai sampai di sini," ucap Stella dengan nada tegasnya.
"Memangnya lu siapa? Ha! Lu itu anak kampungan! Lu itu anak yang tidak pernah menguntungkan bagi keluarga gue. Gara-gara elu, keluarga gue sekarang jadi berantakan. jadi untuk sekarang ini lu harus bertanggung jawab semuanya!" geram Patty sambil menjelek-jelekkan Stella.
Setelah berpisah dari Patty, Stella bergabung dengan Asmoro. Ia juga tidak mendengar bagaimana kabar mereka? Namun lucunya, Patty mengklaim kalau keluarganya itu hancur karena dirinya. Stella hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kenapa setiap bertemu selalu saja membuat ulah? Tidak ibunya dan tidak anaknya sama-sama orang yang membuat jengkel kepada sesamanya.
__ADS_1
'Jujur aku nggak tahu masalah keluarga kamu itu apa? Kenapa tiba-tiba saja kamu ingin membalaskan dendam demi hancurnya keluargamu? Padahal aku sendiri tidak mengerti apa yang kamu maksud itu. Lebih baik berikan baju itu atau aku akan mengambilnya dengan paksa!" tegas Stella yang tidak mau dipermainkan lagi.
Ketika mereka menunggu, Asmoro tidak sengaja merasakan firasat yang tidak enak. Ia langsung menatap Ian. Tiba-tiba saja Adelia datang dengan membawa beberapa paper bag. Kemudian Adelia menaruhnya dan mencari keberadaan Stella.
"Di mana Kak Stella berada?" tanya Adelia.
"Bukannya kamu bersama dengan Stella?" tanya Asmoro balik.
"Aku nggak bersama dengan Kak Stella. Dari tadi aku hanya memilih baju sendiri. Perasaanku sih nggak ada orang datang," jawab Adelia dengan jujur.
Asmoro mengerutkan keningnya sambil mencari keberadaan Stella. Filmnya mengatakan kalau Stella tidak jauh berada dari sini. entah kenapa jantungnya berdenyut dengan hebat. Ia merasakan kalau Stella sedang berada dalam bahaya.
"Feelingkuh nggak enak. Aku harus mencari keberadaan Stella untuk saat ini," ucap Asmoro mulai beranjak berdiri lalu mencari keberadaan Stella.
Begitu juga dengan Adelia. Adelia merasakan hal yang sama dengan Asmoro. Ian paham akan situasi seperti ini. Mau tidak mau Ian berdiri dan mencari keberadaan Stella.
Di sela-sela lorong, Patty tidak mau mengalah sama sekali. Patty terus-terusan mengejek Stella dan memakinya. Hingga akhirnya Patty berteriak dan memaki-maki Stella.
Lalu bagaimana dengan nasib Stella? Wanita berparas cantik itu pun membiarkannya. Ia memasang badan dan mengangkat wajahnya dengan angkuh. Sekarang Stella sudah tidak takut lagi menghadapi para benalu. Dengan santainya ia melihat Patty dengan sinisnya.
Patty yang merasa dipermainkan langsung menarik baju Stella. Ia tertawa dan mendekatkan dirinya lalu berkata, "Gara-gara lu semua. Gue nggak bisa jadi CEO Kurumi. Gara-gara lu semuanya, gue telah kehilangan segalanya. Gara-gara lu semuanya, gue udah berpisah dengan papa. Dan sekarang lu harus rasakan ini semuanya!"
Stella tertawa sambil mengintimidasi Patty. Ia sebenarnya tidak tahu apa masalahnya. Namun dirinya tidak ikhlas jika harus dituduh seperti itu. Ditambah Patty mengatakan ini semuanya di muka umum. Bagaimana perasaannya jika dituduh habis-habisan dan dilihat banyak orang.
"Kamu itu lucu sekali ya? Kamu itu yang membuat ulah sendiri, kok aku yang kena. Padahal kamu sudah menjual diriku ini kepada mafia terkejam di muka bumi ini," ejek Stella.
"Apa lu bilang! Ha!" tanya Patty yang mulai memutar fakta sesungguhnya.
__ADS_1