
"Iya itu benar. Liam memang sengaja bersembunyi di sana ketika mereka sedang diserang oleh interpol. Setelah selesai penyerangan itu, Liam akan kembali lagi ke markas," jawab Jacob sambil menjelaskan keadaan sebenarnya.
"Licik juga ternyata," keluh Lampard. "Apakah pihak kepolisian tidak mendeteksi atas kedatangan liang ke sini?"
"Tidak pernah. Bukannya tidak pernah. Tapi Liam memakai banyak identitas agar bisa lolos dari pemeriksaan," jawab Jacob yang segera menghempaskan bokongnya di sofa.
"Banyak identitas. Kalau begitu Liam jago sekali kamuflase. Jujur Bagaimana caranya dia bisa berkamuflase seperti itu? Sedangkan kita sendiri saja hanya memiliki dua identitas palsu. Dan itu pun jarang dipakai sama sekali jika tidak ada masalah apapun di setiap negara," tandas Lampard.
"Sebenarnya sih kita jarang buat masalah di setiap negara. Kita mudah masuk sana tanpa harus memanipulasi data sendiri. Dan satu lagi kita itu adalah seorang pembisnis bukan penjual obat-obatan terlarang seperti Liam. Jadi kita nggak membuat masalah apapun di setiap negara," tutur Jacob yang mendapat acungan jempol dari Lampard.
"Jadi bagaimana penyerangan itu?" tanya Ian.
"Aku akan menyerangnya melalui udara. Selain itu juga aku akan menghabisi mereka. Sudah cukup mereka menyerang habis blue diamond. Sementara Blue Diamond bukan kelompok untuk menghabisi sesama gangster maupun mafia lainnya. Jadi aku rasa Sudah saatnya kita bertarung!" tegas Lampard.
"Semoga misi kita berhasil untuk hari ini," harap Ian.
Surabaya Indonesia.
Pagi yang cerah di kawasan Surabaya. Anita membuka matanya sambil meraba ranjang kosong di sampingnya. Dirinya teringat kalau Adelia tidak berada di rumah. Satu kata buat Anita adalah rindu. Jangankan Adelia, Anita sangat merindukan Stella dan Hatori.
__ADS_1
Sebelum turun dari ranjang Anita berdoa untuk ketiga anaknya dan suaminya. Iya ingin mereka diberkahi dan mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Tuhan. Selain itu juga dirinya meminta keselamatan beserta rezeki yang melimpah.
Anita pun turun dari ranjang lalu keluar dan melihat Agatha yang selesai memasak. Aroma makanan yang dibuat oleh Agatha membuat perutnya sangat lapar. Namun Anita gengsi mengakuinya. Dirinya memilih untuk mencuci muka dan bersih-bersih rumah.
Akan tetapi Agatha mendekatinya lalu menarik tubuh mungil wanita paruh baya itu. Jujur Agatha sangat merindukan Anita dan memeluknya dengan erat. Namun Anita ingin menolaknya. Tapi hatinya tidak bisa menolaknya.
Anita dan Agatha saling berpelukan dan menangis bersama. Pasangan suami istri itu sangat bahagia bisa bertemu lagi. Agatha mengucapkan maaf berkali-kali sambil berbisik di telinga Anita. Setelah itu Agatha melepaskan Anita dan memandang wajah sang istri sambil tersenyum manis.
"Aku mau cerita suatu sama kamu. Tapi kamu harus mendengarkannya baik-baik. Aku ingin kamu mengerti apa yang ada dalam hatiku," pinta Agatha yang membuat Anita mengangguk.
"Baiklah Mas. Lebih baik kita duduk aja dulu. Mas mau minum apa?" tanya Anita sambil malu-malu.
"Kok mas yang jadi repot sih? Biar Anita saja mas," ucap Anita.
"Tidak perlu. Mas di sana juga sering melakukan hal yang sama. Kalau gitu diminum. Aku sudah membuat teh jahe kesukaanmu," Agatha membersihkan sang istri untuk meminum teh jahe buatannya.
"Ternyata mas Agatha ingat minuman kesukaanku," sahut Anita sambil meraih cangkir di hadapannya itu.
"Sedari dulu aku mengingat apapun tentang dirimu. Bahkan aku sendiri tidak akan pernah lupa akan hal itu. Meskipun aku adalah pria tidak baik untukmu tapi aku selalu sangat sayang padamu. Okelah akan aku ceritakan perlahan. Biar kamu paham apa yang terjadi di antara kita dan ketiga anak kita," jelas Agatha sambil menghempaskan bokongnya dan bercerita dari awal terjadinya retaknya rumah tangga.
__ADS_1
Agatha mulai menceritakan awal mula kenapa dirinya pergi meninggalkannya. Bahkan Agatha memisahkan ketiga anaknya yang masih bayi. Saat menceritakan satu persatu peristiwa yang terjadi, Anita meneteskan air matanya. Anita mulai paham dan kenapa ini bisa terjadi? Selesai bercerita Anita menatap wajah Agatha dengan sendu.
"Sekarang kamu paham kan, jika aku pergi meninggalkanmu dan kedua anak kita," jelas Agatha.
"Iya aku paham Mas. Maafkanlah aku," ucap Anita dengan lirih.
"Kamu dan aku beserta ketiga anak kita sangat menderita sekali. Mereka terkadang oleh kebiadaban Tutik dan keluarganya. Andaikan Tutik tidak mengganggu kedamaian keluarga kita, kemungkinan besar keluarga kita akan bersatu sampai saat ini. Ditambah lagi kita bisa berkumpul dengan mereka. Aku tidak bisa membayangkan jika mereka sudah berulah. Seperti kasus yang baru-baru ini yang ada gosipnya itu. Putri kita Stella telah difitnah oleh Patty anaknya Tutik. Katanya Stella telah melemparkan Patty ke pria hidung belang. Bayangkan saja Stella yang lembut dan manis itu telah difitnah sedemikian hingga membuat Stella kesal," tambah Agatha.
Anita sungguh terkejut sekali mendengar apa yang diceritakan oleh Agatha. Putri pertamanya Stella mendapatkan masalah besar. Stella difitnah habis-habisan oleh mereka. Anita tidak menyangka kalau fitnahnya itu bisa membuat dampak buat Stella.
Kemudian Agatha menceritakan bahwa Patty ingin membunuhnya di tengah keramaian ketika berolahraga. Sontak saja Anita terkejut, Anita sudah tidak kuat mendengar cerita dari Agatha. Ditambah lagi Agatha menambahkan cerita kalau Stella hampir lumpuh. Dirinya semakin menangis karena ini semua salahnya.
"Semuanya ini salahku. Kenapa aku tidak membiarkan mereka menderita saja? Aku memang berniat menolongnya dan membuat mereka hidup layak. Tetapi mereka malah menjadi bumerang buat kita. Jika ada yang harus disalahkan yaitu aku. Nggak seharusnya ini terjadi. Aku sangat bodoh Mas," Anita mulai mempersalahkan kesalahannya. Jujur Anita memang ingin menolong sang adik agar tidak kekurangan apapun. Namun semuanya berbanding terbalik.
"Kamu nggak salah. Sudah seharusnya kita menolong sesama. Ada baiknya kita tidak meminta timbal baliknya. Namun mereka sangat kurang ajar dan melampaui norma-norma hukum di sini. Sekarang yang terpenting adalah merebut semua apa yang dimiliki oleh anak-anak kita. Dengan kata lain aku sudah muak dengan mereka. Tapi tunggulah waktu yang tepat. Karena perusahaan Kurumi adalah hak milik anak kita bertiga," ujar Agatha.
Anita juga sama akan merebut apa yang dimiliki oleh ketiga anaknya itu. Agatha dan Anita sengaja membangun perusahaan itu ketika masih sekolah menengah atas.
Dengan tekadnya yang kuat mereka sudah memiliki dua pabrik sekaligus. Mereka membutuhkan waktu hanya setahun saja. Semakin lama usaha mereka sangat laris manis di pasaran. Kemudian Anita memutuskan untuk kuliah mengambil jurusan bisnis dan manajemen untuk menunjang membangun perusahaan Kurumi itu. Agatha sangat senang mendengarnya. Akhirnya Agatha menyekolahkan Anita hingga sarjana diploma dua.
__ADS_1