
"Kamu harus mengetahui tentang satu hal yang berhubungan dengan papa," jawab Stella.
"Apa itu Kak?" tanya Adelia.
"Papa kita adalah ketua gangster yang terkenal di negara Jepang. Beliau adalah ketua gangster yang sangat kejam sekali. Nama kelompoknya adalah Klan Nakagawa. Kamu pasti tahu gangster yang terkenal di Jepang itu apa? Aku tidak akan pernah menyebut namanya. Yang pasti gangster itu sangat terkenal di dunia," jawab Stella yang membuat Adelia terkejut.
"Apakah itu benar Kak?" tanya Adelia dengan mata yang membulat sempurna.
"Itu benar. Meski papa tidak cerita sama sekali, Papa sudah memberitahukan kita. Kalau dirinya adalah seorang ketua gangster yang cukup terkenal. Kalau kamu mencarinya di internet tidak pernah ada. Soalnya papa sendiri tidak pernah memberitahukan identitasnya ke muka umum. Kamu harus bangga akan hal itu. Diam-diam Papa adalah pria sangat baik kepada keluarganya. Beliau tidak akan pernah menyakiti kita. Beliau sangat sayang kepada anak-anaknya dan juga istrinya. Sudah terlihat jelas dengan sinar matanya saat memandang kita semuanya. Sinar mata yang meneduhkan jiwa. Membuat aku tidak ingin berpaling dari tatapan sang papa," jelas Stella yang membuat Adelia tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak marah sama papa. Aku lebih menyukai Papa seperti itu. Aku juga gadis barbar. Saksinya adalah Kak Ian sendiri. Ternyata hidupku dikelilingi oleh mafia baik. Aku sangat bersyukur sekali ketika hidupku aman bersama mereka. Aku sangat berterima kasih kepada mereka yang telah melindungiku dan mamaku," ucap Adelia.
"Syukurlah kalau kamu nggak marah sama sekali. Aku jadi tenang sekarang. Aku takut kalau kamu belum mengetahui semuanya. Kamu marah-marah kepada Kak Ian setelah menikah," sambung Stella.
__ADS_1
"Aku nggak masalah sama sekali. Aku malah menjadi wanita terhormat. Tapi aku belum bisa sesuatu," celetuk Adelia.
"Apa itu?" tanya Stella.
"Aku ingin belajar ilmu bela diri bersama memegang pistol. Aku ingin itu saja. Aku harap kak Ian mau mengajariku," jawab Adelia.
"Oh pastinya. Kamu tenang saja. Ian adalah anggota pasukan khusus terbaik di Black Horizon. Tinggal Hatori saja yang belum. Kakakmu akan terkejut mendengarnya. Kakakmu sendiri itu bukan pria yang memiliki kriminal cukup tinggi. Aku yakin kakakmu itu bisa menjadi ketua gangster pengganti papamu kelak," ucap Asmoro yang membuat mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Semua orang yang berada di sana langsung tertawa terbahak-bahak. Bagaimana tidak? Perkataan Stella membuat mereka bahagia. Memang benar apa yang dikatakan oleh Stella. Asmoro tidak membiarkan dirinya untuk menjadi ketua gangster maupun ketua mafia. Asmoro sudah memberikannya tugas yaitu merawat dirinya dan anak-anaknya kelak.
"Kakak ini ada-ada saja. Bagaimana bisa kakak mengatakan seperti itu panjang kali lebar kali tinggi sama kayak volume kubus?" tanya Adelia sambil tersenyum lucu.
"Tapi itu memang kenyataannya," jawab Stella sambil tertawa kecil dan melihat wajah Asmoro.
__ADS_1
"Iya kamu benar. Aku memang sengaja mengurungmu di dalam kamar. Setelah itu kamu tidak boleh keluar rumah selama berhari-hari hingga akhir hayatmu. Cukup aku saja yang menjadi ketua mafia," ucap Asmoro yang membuat Adelia paham.
"Rasanya itu sangat benar sekali. Sekarang semuanya sudah clear. Aku sekarang menjadi sangat lega sekali. Aku sangka kamu akan membenciku selamanya," sambung Ian sambil memegang tangan Adelia.
"Aku tidak marah sama sekali. Kamu jujur sebelum terjadi pernikahan ini. Aku lebih menyukai kamu berkata jujur seperti ini. Ya sudah kalau begitu. Aku mau berjalan-jalan terlebih dahulu sama Kak Stella," pamit Adelia.
"Kamu nggak ngajak aku?" tanya Ian.
"Ayolah kita berjalan bersama-sama. Kita akan mencari makan malam untuk para pengawal dan juga semuanya. Jujur kali ini aku sangat lapar sekali," ajak Stella.
"Panggil semuanya. Kita akan pergi ke restoran milik Alexa," ajak Asmoro sambil memberikan kode terhadap Leon agar mengajak mereka semuanya.
"Memangnya Kak Alexa memiliki restoran di sini?" tanya Stella.
__ADS_1