Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Rahasia Ibra.


__ADS_3

"Aku tidak jatuh cinta," jawab Stella.


"Kalau tidak jatuh cinta,Kenapa Kakak wajahnya tiba-tiba saja berubah menjadi merah?" tanya Adelia yang mulai membuat Stella salah tingkah.


"Apakah kamu ingin pulang bareng bersama kami?" tanya Ian.


"Aku pulang bersama Mas Asmoro saja," jawab Stella.


"Lebih baik kita pulang bersama saja. Biarkan mobilku di sini saja," ucap Asmoro.


"Tapi," potong Stella.


"Tapi apa?" tanya Adelia.


"Izinkanlah aku mengunjungi rumah kontrakanku terlebih dahulu. Aku ingin mengambil barang-barang berhargaku terlebih dahulu," jawab Stella.


"Baiklah kita akan ke sana terlebih dahulu. Nanti kamu kasih tahu ya jalannya ke mana," sahut Ian.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan itu secara bersamaan. Ian tidak sengaja menggandeng tangan Adelia. Sedangkan Asmoro merangkul tubuh Stella.


"Sini aku bisikin sebentar," ajak Asmoro.


"Bisikin apa?" tanya Stella.


"Memangnya kamu mau ambil apa sih di sana?" tanya Asmoro balik.


"Aku ingin mengambil beberapa baju yang masih bisa dipakai. Setahuku aku pernah membeli baju yang belum pernah dipakai sama sekali. Semoga saja Patty tidak mengambil bajuku itu," jawab Stella dengan jujur.


Lalu Asmoro mengerutkan keningnya sambil mengajak Stella masuk ke dalam lift. Ia bingung dengan pernyataan Stella. Bagaimana bisa orang berduit seperti Patty mengambil baju-baju milik Stella? Sungguh ini sangat aneh sekali.


Setelah memasuki lift, Asmoro menatap wajah Stella yang masih bingung. Kemudian Ian tidak sengaja menatap wajah Asmoro. Lalu Ian bertanya, "Ada apa memangnya? Ada masalah dengan Stella?"


"Aku tidak ada masalah dengan Stella," jawab Asmoro sambil mengalihkan perhatiannya ke arah Ian.


"Lalu, kenapa kamu melihatnya seperti itu?" tanya Ian.

__ADS_1


"Stella baru saja jujur apa yang dikatakannya itu. Jika mendengarnya kamu pasti akan terkejut dengan pernyataannya itu," jawab Asmoro yang membuat Ian bingung. "Stella berkata kalau Patty suka mengambil baju-baju milik Stella."


Sontak saja mereka terkejut dengan pernyataan Stella. Mereka tidak bisa membayangkan, jika Patty mengambil baju-baju milik Stella. Hal ini dikarenakan bahwa Patty adalah anak orang kaya. Yang lebih mengejutkan lagi Patty seorang model yang cukup terkenal di kalangan perfilman. Jujur ini sangat aneh sekali bagi mereka.


Sesampainya di bawah mereka melihat Willy dan Rinto yang sedang menunggunya. Kemudian kedua pengawal itu segera mendekat dan menatap wajah Asmoro.


"Ada kabar buruk buat kalian. Markas akan diserang oleh Exodus. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Leon sambil bisik-bisik.


"Lebih baik kamu pancing saja mereka. Setelah itu kalian serang tepat berada di ulu hatinya ataupun jantungnya. Tapi, Jika kamu menyerang di bagian lainnya. Mereka tidak akan mati malah semakin menggila. Itu tips yang bisa aku berikan kepadamu. Sebarkan tips itu ke lainnya," jawab Asmoro yang membuat Leon menganggukkan kepalanya.


Selesai bertemu Leon, mereka akhirnya pergi dari kantor. Di dalam mobil Ian dan Asmoro sedang menikmati musik klasik sambil mengotak-atik ponselnya.


"Memangnya ada penyerangan ya?" tanya Ian.


"Menurut kabar yang beredar sih bang," sahut Rinto sambil menghentikan mobilnya karena macet.


"Kamu tahu apa penyebabnya?" tanya Asmoro.


"Memangnya Kakak nggak tahu? Ada berita viral yang siang tadi terjadi?" tanya Rinto balik.


"Menurut info yang didapatkan. Rumah masa kecilnya Stella telah dibakar oleh seseorang. Yang menjadi pertanyaannya adalah siapa yang membakar rumah itu?" ucap Rinto.


"Apa hubungannya dengan markas diserang?" tanya Asmoro lagi.


"Hubungannya adalah John mengatakan kalau pihak Black Horizon sudah membakar rumah itu. Tadi waktu di markas aku mengecek kebenaran berita itu. Aku menanyakan seluruh pengawal, ada yang melakukan hal konyol seperti ini nggak? Mereka menjawab tidak ada yang melakukan hal konyol seperti itu. Siang tadi mereka memilih untuk berkebun ketimbang melakukan hal konyol seperti itu. Mereka sedang menanam padi hanya untuk membantu memperingan masyarakat. Agar ketika dipanen padi itu bisa dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan," jelas Rinto.


"Apakah kakak mau menyerangnya lagi?" tanya Ian ke Asmoro.


"Nggak usah diserang terlebih dahulu. Biarin aja. Lagian kalau Kita menyerangnya kembali masalah menjadi runyam. Lebih baik kita pilih diam saja. Kalau mereka membuat huru-hara lebih besar lagi. Aku yang akan memimpin pasukan ku menyerang mereka secara bertubi-tubi," jawab Asmoro.


Rumah sakit Snowden.


"Lu tau nggak ada berita yang lagi viral?" tanya Ibra.


"Berita apa bro?" tanya Raka yang masih mengecek laporan bulanan.

__ADS_1


"Berita tentang rumah seorang artis terbakar habis. Dan artis itu sama ibunya juga pingsan," jawab Ibra.


"Bagaimana bisa rumah itu bisa terbakar?" tanya Raka yang sedikit kepo.


"Menurut informasi yang aku dengar, rumah itu terbakar karena ulah seseorang. Aku yakin orang itu bukan dari kelompok kita," jawab Ibra.


"Syukurlah kalau begitu. Aku nggak mau para pengawal melakukan kerusuhan. Jika sampai melakukan kerusuhan, aku takut Kak Asmoro dan Kak Gio akan marah," ucap Raka. "Ngomong-ngomong rumah siapa yang dibakar itu?"


"Patty Smith," jawab Ibra yang membuat Raka terkejut.


Tiba-tiba saja ponsel Raka berdering, "Kamu yang bener saja? Bukankah Patty memiliki seorang ayah yang berkutat di dunia bawah tanah? Kenapa rumahnya bisa terbakar? Apakah ayahnya itu tidak memakai pengawalnya untuk menjaga rumah tersebut?" tanya Raka sambil meraih ponselnya itu.


"Aku nggak tahu pasti. Soal itu mah aku tidak mengorek lebih dalam," jawab Ibra yang menghempaskan bokongnya di hadapan Raka.


Saat menerima panggilan tersebut, Raka sempat terkejut. pria berwajah tampan itu menaruh ponselnya dan membereskan semua berkas-berkasnya. Setelah membereskan berkas-berkasnya, Raka akhirnya menatap wajah Ibra sambil berkata, "Markas mau diserang malam ini."


''Baguslah kalau begitu. Aku sudah lama tidak bertarung dengan orang-orang sialan seperti itu. Aku ingin mencoba kekuatanku yang baru," celetuk Ibra.


"Kekuatan apa? Memangnya kamu seorang Naruto apa?" kesal Raka.


"Aku bukan Naruto. Aku kan pernah cerita. Habis minum air dari sumur miserius itu. Aku memiliki kekuatan yang di luar nalar. Setiap tiga bulan sekali kekuatanku mendapatkan update dengan sendirinya. Makanya itu aku ingin mencoba kekuatan baru," jawab Ibra.


"Ceritamu itu seperti di dongeng. Sungguh menarik dan lucu. Tapi kalau dipikir-pikir ini sangat aneh sekali," ujar Raka.


"Memang sangat aneh. Begitu juga dengan kak Lampard. Pergi dari Indonesia wajahnya sudah menua, banyak keriput dan kulitnya sudah tidak kencang lagi. Pulang-pulang kak Lampard berubah menjadi pria berusia tujuh belas tahun. Ditambah lagi dengan kulitnya menjadi sangat kencang," ucap Ibra.


"Apakah kamu pernah memeriksa tentang kelainan pada fisikmu itu?" tanya Raka.


"Setelah meminum air itu. Aku pernah bermimpi Pria tua berjubah putih mendatangiku. Kata pria itu dia masih memilih beberapa orang lagi untuk dipilih membasmi kejahatan Exodus," jawab Ibra.


"Berarti selama ini kamu?" tanya Raka sambil mengerutkan keningnya.


"Ya... Selama ini aku mendapatkan misi penting untuk menumpas mereka. Mereka adalah suatu kelompok yang ingin menghancurkan kehidupan di muka bumi ini," jawab Ibra yang membuat Raka bingung dengan pernyataannya.


"Jadi maksud kamu apa?" tanya Raka.

__ADS_1


__ADS_2