Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Aku Tidak Peduli Itu.


__ADS_3

Imron segera mendekati mereka dan duduk di samping Hatori. Setelah itu Imron menaruh ponselnya di meja. Pria bertubuh kekar itu memandangi wajah Hatori sambil tersenyum, "Apakah pria ini namanya Hatori?"


"Iya nama saya Hatori," jawab Hatori dengan ramah.


"Kalau begitu kami sangat bersyukur sekali bertemu kamu," ucap Imron dengan tulus.


"Terima kasih tuan telah memperhatikan aku dan keluargaku," sahut Hatori.


"Jangan panggil tuan. Karena aku bukan tuanmu. Panggil saja Kakak," perintah Imron dengan ramah.


"Baik kak," balas Hatori sambil memandang wajah Imron. "Sepertinya aku mengenal kakak?"


"Kenal dari mana? Kita nggak pernah ketemu sama sekali kok? Ditambah lagi aku jarang ke sini karena kesibukan yang padat," jawab Imron yang menjelaskan padatnya aktivitasnya.


"Enggak... Aku pernah mengetahui kakak. Kalau nggak salah Kakak adalah seorang IT yang cukup terkenal di dunia. Ditambah lagi dengan Tuan Jacob. Kalian adalah pasangan serasi dalam dunia cyber," jelas Hatori.


"Kamu tahu siapa Jacob?" tanya Martin.


"Tahu orangnya karena sering sekali aku melihat internet. Tapi kalau bertemu aku belum pernah," jawab Hatori dengan jujur.


"Paman Jacob orangnya asik sekali. Jangan takut untuk berteman dengan paman Jacob," sambar Edward.

__ADS_1


"Benarkah itu?" tanya Hatori. "Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang-orang penting di sini. Terutama kak Martin dan Kak Imron begitu juga dengan kak Alexa. Mereka adalah orang-orang terpandang dan memiliki segudang prestasi yang bisa membuat aku minder."


"Janganlah berkata seperti itu. Kamu juga anak yang berpotensi untuk menjadi yang terbaik. Suatu saat nanti kamu akan menemukan semuanya. Tugas kamu sekarang adalah mengolah sedikit demi sedikit dari dalam tubuhmu. Lama-lama kamu akan paham tentang semuanya. Kami juga begitu. Dulu kami nggak tahu apa-apa. Lalu kami sengaja mengolah rasa dan pikiran menjadi satu. Akhirnya seperti ini," jelas Martin.


"Yang kakak katakan benar. Kamu bisa mengolahnya dengan cara banyak belajar. Jika kamu banyak belajar bisa dipastikan dirimu seperti kami. Bukankah kita ditakdirkan untuk menuntut ilmu hingga tua nanti? Jika kita menuntut ilmu hingga tua, aku yakin kamu bisa belajar dan belajar itulah kami. Ditambah lagi dengan apa yang kamu cari? Aku yakin kamu pasti bisa seperti kami," ucap Imron sambil membakar semangat Hatori.


"Terima kasih Kak yang sudah memberikan kepercayaan untuk menjadi teman kakak," ujar Hatori yang sangat bahagia hari ini.


Itulah kami. Bagaimana perasaanmu setelah bertemu dengan Adelia dan Stella?" tanya Martin yang dari tadi bermain rubik yang tidak bisa-bisa memainkannya.


"Jujur semenjak aku lahir ke dunia fana ini, aku pikir di dunia ini sudah tidak punya siapa-siapa. Melainkan papaku sendiri. Lalu aku pergi ke kantor S&,T. Yang di mana Tuan Gio melemparkan aku ke perusahaan itu. Gara-gara pindah ke sana aku sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan Tuan Lampard. Di situlah Tuan Lampard menggiringku ke sini. Jujur aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan kedua adik perempuanku. Ternyata selama ini Tuhan memberikan aku kebahagiaan," jelas Hatori.


"Itulah yang dinamakan orang baik. Jangan bersedih lagi seperti dulu. Oh iya... Kamu mau tahu nggak siapa Jacob sebenarnya?" tanya Martin.


"Itu hanya membuat konten saja. Biar semuanya orang paham dan, mengedukasi bagaimana caranya seorang hacker bisa mengambil uang seperti itu. Jujur kami membuat konten hanya untuk mengedukasi orang-orang yang tidak tahu dengan kejahatan cyber. Agar mereka bisa memperkuat sistem jaringan keamanannya sendiri," tambah Imron yang membuat Hatori tercengang.


"Oh iya siapa ya Jacob itu?" tanya Hatori.


"Dia adalah adikku. Memang adikku ingin berbuat baik ke sesama dengan cara membantu masyarakat agar tidak terkena hacker," jawab Martin dengan jujur.


"Kamu bisa melakukannya. Jika kamu ingin melakukannya, kamu harus sungguh-sungguh belajar agar bisa menguasai ilmu cyber dengan cepat," saran Martin yang bangga pada hattori ingin belajar banyak lagi.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Aku setuju. Cepat atau lambat aku akan belajar itu," Martin mengacungkan jempol sambil melebarkan senyum.


"Terima kasih Kak telah mendukungku. Aku tidak menyangka kalau di dunia ini masih banyak orang lain," tambah Hatori


Sedangkan di dapur Adelia dan sedang membuat kue yang berbentuk kedua gadis itu memiliki hobi yang sama yaitu membuat kue dan memasak. Beruntung untuk kedua pria itu karena kedua calon istri mereka sangat pintar memasak.


"Ini yang dimaksud dengan Scarlett?" tanya Stella sambil mengaduk adonan.


"Ya itu benar. Setiap minta adik baru sama aku. Aku selalu memberikannya," jawab Adelia yang membuat Stella tertawa.


"Anak itu lucu sekali. Aku baru tahu kalau Scarlett adalah gadis yang menggemaskan," puji Stella kepada Scarlett.


"Sangat menggemaskan sekali. Para pengawal sangat menyukainya. Gara-gara Scarlett, pengawal berwajah seram bisa lulus seketika dengan Scarlett. Karena scarlet memiliki candaan yang membuat para pengawal betah untuk menjaganya meskipun di halaman belakang," Adelia yang memberitahukan sifat asli Scarlett.


"Untunglah, para pengawal kalian tidak menyeramkan seperti itu. Mereka masih bisa tersenyum dan tertawa. Jujur saat aku bertemu dengan mereka, aku sangat ketakutan sekali. Aku sangka mereka jahat dan tidak ramah sama sekali terhadap orang," Stella langsung menaruh adonan itu yang sudah jadi dan memberikannya ke Adelia.


"Jangan menilai dari orang dari depannya. Nggak semuanya orang itu berwajah seram tapi hatinya sangat jahat sekali. Justru orang seperti itu memiliki kebaikan yang tersembunyi. Orang cantik belum tentu hatinya baik. Contohnya saja seperti buah strawberry. Kamu lihat dengan teliti, warnanya indah merah merekah. Tapi kalau dimakan asamnya nggak karuan. Itulah namanya manusia," Adelia berkata bijak karena sudah merasakannya.


"Kamu kok sepertinya sudah tahu itu?" tanya Stella.


"Kan aku sudah ngalami. Seperti bertemu dengan Patty kemarin. Saat memilih bando buat Scarlett, aku bertemu dengannya. Jujur aku melihat Patty yang dibilang model sangat cantik sekali bagaikan bidadari, ternyata orang yang sangat ganas sekali. Jujur waktu itu aku sangat ketakutan sekali ketika dihajar habis-habisan olehnya. Untung saja kak Ian langsung menolongku. Jika tidak ya habislah aku," kesal Adelia pada Patty.

__ADS_1


"Apakah kalian sadar, kalau Patty adalah sepupu kalian?" tanya Alexa yang baru saja masuk ke dapur.


"Aku nggak peduli itu Kak. Jujur Patty itu sangat menakutkan sekali. Bisa-bisanya aku tidak melakukan kesalahan kok dipukulin seperti itu?" tanya Adelia yang tidak bersalah sama sekali.


__ADS_2