
“Ya... kamu bisa merasakannya ketika merebutnya kembali dari papamu,” jawab untuk.
“Bagaimana caranya?” tanya Patty.
“Nanti deh kita pikirkan. Lebih baik kita pikirkan yang penting ini,” jawab Tutik yang sudah muak tinggal di sini.
“Maksud nama?” tanya Patty yang mengerutkan keningnya.
“Bagaimana caranya kita bisa keluar dari sini?” tanya Tutik yang menatap wajah Patty.
“Tenang ma... kita harus mencari uang terlebih dahulu. Aku ada ide,” ucap Patty yang memikirkan sebuah ide.
“Bagaimana caranya kita keluar dari sini?” tanya Tutik yang mulai emosi.
“Ya udah dech ma... aku ingin pergi ke klub malam. Mudah-mudahan di sana aku ingin mendapatkan uang,” jawab Patty yang berdiri menuju ke toilet dan membersihkan tubuhnya.
Mendengar kata uang, Tutik tiba-tiba saja sangat tertarik sekali. Kenapa dirinya tidak mencari uang di klub malam. Betapa bodohnya dirinya, Kenapa tidak sedari dulu dirinya mencari uang di sana?
Ceklek.
Pintu terbuka.
Patty keluar dari toilet dan melihat Tutik. Lalu ia mendekati Tutik sambil menghempaskan bokongnya, “Semoga saja malam ini mendapatkan mangsa.”
“Mama boleh ikut nggak ke sana?” tanya Tutik.
__ADS_1
“Kenapa Mama ingin ikut ke sana? Harusnya Mama di rumah saja,” tanya Patty yang segera berdandan dengan menor.
“Ya Mama mau mencari uang di sana. Semoga saja Mama mendapatkan pelanggan lama,” jawab Tutik.
“Jadi selama ini Mama adalah,” ucap Patty yang menggantung.
Patty sangat terkejut sekali dengan pernyataan Tutik. Selama ini Tutik menyembunyikan pekerjaan itu darinya. Kenapa Tutik enggak pernah cerita sama sekali? Ah... sudahlah... hanya Tutik yang tahu. Kenapa dirinya tidak cerita
Keluarga Tutik terdiri dari Tutik, John dan Patty Mereka adalah keluarga yang memiliki ambisi ingin menjadi orang kaya. Dulunya sangat miskin dan tidak memiliki apa-apa. Kemudian John bekerja di Kurumi Company. Gaji awalnya lumayan buat menghidupi Tutik.
Tanpa diketahui oleh John, Tutik diam-diam bekerja di sebuah kafe yang cukup terkenal. Lalu ada seorang wanita yang sangat cantik sekali. Kalau dilihat perempuan itu bukan orang sembarangan. Usianya tidak jauh beda. Singkat cerita mereka berteman akrab dan sering mencurahkan isi hatinya soal pernikahannya.
Setelah berteman bersama perempuan itu, Tutik mengetahui kalau perempuan itu adalah seorang anak mafia. Ia sangat bersyukur sekali bisa berkenalan dengan perempuan itu. Perempuan itu juga menyukai Tutik.
Diam-diam perempuan itu menyuruhnya untuk menjual beberapa produk obat-obatan terlarang di kafe itu. Tutik akhirnya menyetujui dan bersemangat sekali menjual barang itu ke seluruh pelanggannya. Dengan modal cantik, Tutik menjual barang-barang itu hingga ludes. Perempuan itu langsung memberikan sebuah bonus besar.
John merasa curiga dengan apa yang dilakukan sang istri ketika banyak uang. John bertanya apa yang dilakukan oleh sang istri? John mulai menyelidikinya dan mencari tahu apa yang saja yang dikerjakan oleh sang istri di luar sana. Dengan penuh keberanian John mendapatkan sebuah informasi. Ia tidak terkejut sama sekali. Jika istrinya memang bekerja seperti itu. Karena dulunya John mengenalnya lewat klub malam.
John akhirnya tertarik ingin membeli barang-barang itu dan menjualnya lagi. Ia diam-diam menghubungi teman lamanya untuk memasok barang-barang seperti itu. Lalu sang teman lama akhirnya sanggup melakukan pemasokan barang tersebut. Kemudian ia menjual barang itu.
Semakin lama John melihat Kurumi semakin berkembang pesat. Ia sangat tertarik sekali untuk menduduki kursi CEO milik Agatha. John bilang ke Tutik kalau dirinya sangat menginginkan kursi itu. Tutik akhirnya mengabulkan permintaan John. Di sisi lain Titik ingin menguasai seluruh aset milik sang kakak. Karena Tutik sangat iri melihat keberhasilan sang kakak yang sangat ulet sekali.
Diam-diam Tutik dan John merencanakan sebuah misi untuk menyingkirkan mereka berdua. Misi pertama gagal. Misi kedua masih gagal juga. Hingga misi ketiga John meminta bantuan kepada temannya itu. Dengan penjelasan yang rinci, John diam-diam memfitnah dewan direksi dan para pemegang saham. Mereka diam-diam menyerang Agatha.
Setiap laporan yang dibuat Agatha memakai kejujuran, ternyata John telah merombak habis-habisan. Awalnya laporan itu Untung sebesar sekian persen dirubah menjadi minus lebih besar. Akhirnya dewan direksi dan para pemegang saham menurunkan Agatha dari kursi ketika sang istri mengandung delapan bulan.
__ADS_1
Merasa curiga, Agatha akhirnya menghubungi seseorang untuk menyelidikinya. Namun sungguh sial mata-mata yang disewa oleh Agatha mati mengenaskan. Ia frustasi bukan karena keluarganya yang kekurangan aset. Melainkan Agatha memikirkan bagaimana nasib karyawan Kurumi?
Hingga puncaknya Tutik mendatangi Anita dan melihatnya sedang mengandung. Otak jahat pun bekerja. Ia akhirnya memiliki seribu cara agar Anita berpisah dengan anaknya itu. Jika sang anak bersama Anita, kemungkinan besar Anda itu bisa merebut Kurumi lagi. Dengan berbagai cara Titik menemukan sebuah ide. Bagaimana kalau diam-diam Tutik akan mengambilnya dan merawatnya. Lalu ia akan memanfaatkannya dan menjadikan seorang pelayan dan menghilangkan status sosialnya dihapuskan. Ia bercerita kepada John. Lalu John menyetujuinya.
Namun tanpa disadari saksinya dipergoki oleh Anita. Anita akhirnya bercerita apa yang terjadi setelah melahirkan. Agatha akhirnya terkejut lalu meminta bantuan kepada James Snowden untuk meluruskan sebuah masalah. James memberikan saran kalau anak-anaknya diselamatkan terlebih dahulu. Di kesunyian Agatha meminta Pak Kusno dan Bu Gita untuk merawat salah satu putranya. Mereka pun menyanggupinya. Yang kedua Anita harus membawanya. Yang ketiga akhirnya Agatha harus merelakan anaknya itu. Biar bisa dirawat oleh Tutik. Tega tidak tega Agatha harus melakukannya. Sebab kalau dibawa semuanya Tutik mulai curiga apa yang terjadi.
Skenario awal Agatha sudah dijalankan. Tepat hari Sabtu malam Anita sudah merasakan perutnya sakit. Lalu Agatha membawanya ke rumah sakit. Di sana Anita berjuang melahirkan kembar tiga sekaligus. Sesuai kesepakatan sang bersama James, Agatha harus memberikan Hatori ke Pak Kusno untuk dirawat. Satu lagi Anita harus membawanya ketika pulih dan dibesarkan oleh sang istri. Satu lagi sengaja diberikan oleh Tutik.
Tiga haruku di rumah sakit, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah mewahnya. Namun semuanya sudah berubah. Tutik dan John langsung menempati rumah itu. Tanpa disadari oleh Agatha, rumah itu sudah berganti menjadi milik Tutik.
Ketika memasuki rumah Tutik sudah mengusir Anita dan Agatha. Terpaksa mereka mengalah demi keributan yang telah terjadi. Agatha menyuruh membawa satu putri dan menyuruhnya pergi menjauh. Lalu Anita pun menurutinya dan meninggalkan Agatha dengan hati yang pilu dan tersayat sembilu.
Anita akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Jakarta. Lalu ia pergi ke Surabaya. Yang di mana Agatha pernah membelikan sebuah rumah kecil. Sedangkan Agatha, Agatha pergi meninggalkan rumah itu untuk menginap di rumah keluarga Snowden. Di sana ia menceritakan nasibnya ke James. James tidak bisa memberikan nasehat apa-apa. Bukan berarti James tidak mau membantu Agatha. Ia hanya bilang bersabarlah. Sebab yang dihadapinya adalah orang yang memiliki ambisi besar. Soal putrinya James mendoakan kalau sang putri akan selalu berada dilindungi oleh sang pencipta. Ia tidak lupa juga memberikan sebuah nasehat agar Agatha besar hati untuk menghadapi kenyataan ini.
Agatha berusaha untuk mencoba tegar menghadapi kenyataan ini. Setelah keluar dari mansion Snowden, Agatha diikuti oleh orang yang memakai baju serba hitam. Agatha dibawa mereka dengan cara dipukul tengkuknya. Mereka membawanya ke negeri matahari sana. James yang mengetahuinya hanya tersenyum manis dan mengacungkan jempolnya buat mereka.
James tahu itu siapa? James memiliki banyak konektivitas di dunia bawah tanah. Bahkan Exodus tahu. Namun James tidak mengusik keberadaan mereka. James memilih untuk hidup aman dari kejahatan mereka.
Itulah sekelumit cerita dari keluarga Tutik yang sangat ambisi ingin menjadi kaya. Walau mereka harus membuat keluarganya menderita.
Sesampainya di depan pabrik S&T, Asmoro langsung pergi ke pabrik yang berada di depannya itu. Ia tersenyum sambil menyeberangi jalan dan menuju ke dalam. Melihat sang bos sedang berbahagia, Ian menyunggingkan senyumnya dengan manis. Ia tidak menyangka kalau sang bosnya itu ternyata sedang jatuh cinta.
“Bener-bener dech itu orang... jatuh cinta beneran,” batin Ian.
__ADS_1