
"Oh maaf kalau begitu. Aku tidak sengaja membuat karirmu hancur pak Kevin terhormat," jawab Hatori.
"Alah! Minta maaf segala! Kamu harus menggantinya dengan nyawamu itu! Kamu memang benar-benar karyawan baru yang kurang ajar di perusahaan! Banyak semua orang yang tidak berani menantangku! Tapi kamu yang paling berani sekali!" geram Pak Kevin.
"Memangnya kalau bapak membunuh bisa menyelesaikan masalah? Asal tahu saja Pak. Kalau bapak membunuh orang. Masalahnya tidak akan selesai pak. Masalahnya semakin bertambah banyak. Coba deh bapak bayangkan. Jika bapak membunuh saya. Pasti pihak kepolisian akan mengusut tuntas masalah ini. Bapak tahu sendiri kalau jabatan saya sangat tinggi. Lagian juga tuan Asmoro tidak akan membiarkan aku mati konyol seperti ini," ledek Hatori.
"Jangan harap Tuan Asmoro mau mengurusi mayatmu itu! Tuan Asmoro akan membiarkan masalah ini tertutup dengan rapat! Kalau sudah tertutup maka Tuan Asmoro tidak akan pernah mencarimu lagi," jelas pak Kevin dengan nada sombongnya itu.
Patty yang sedari tadi diam saja tangannya mengepal. Ia sangat kesal jika melihat Hatori sedang meremehkan pak Kevin. Ia mendekat lalu menampar pipi Hatori.
Ketika Patty menampar Hatori, Hatori dengan cepat mengelak ala Ninja. Hatori sengaja tertawa mengejek Patty. Namun Patty semakin kesal dan ingin memukul Hatori.
"Jaga tanganmu itu gadis kotor. Kamu tidak akan pernah bisa menyakitiku apalagi menyakiti adikku lagi," jelas Hatori sambil menatap wajah Patty penuh dengan kebencian.
__ADS_1
"Kamu harus mati di tanganku! Karena anak-anak Agatha harus mati! Setelah kamu mati maka Stella yang akan menjadi korban selanjutnya. Jangan harap kalian bisa hidup bahagia. Kalian tidak pantas untuk menduduki jabatan CEO di Kurumi!" bentak Patty.
"Kalau kamu ingin mengambil seluruh berkas-berkas milik Kurumi semua berada di tanganku. Jangan harap kamu bisa menyentuhnya sedikitpun. Karena berkas-berkas itu dipegang oleh pengacara yang berasal dari Jepang," seru Agatha yang menampakkan dirinya sambil membawa pedang katana.
Agatha bersiul untuk memanggil para anggota klan Kanagawa. Patty dan Pak Kevin sangat terkejut sekali. Ternyata ketika masuk mereka tidak menyadari, kalau yang menjaga tempat itu bukan orang-orang yang sudah disewanya. Melainkan orang-orang memiliki ilmu yang sangat tinggi sekali.
Beberapa saat kemudian datang Gio dan juga Martin. Kedua orang itu langsung mendekati pak Kevin dan memandangnya dengan penuh amarah. Sementara Pak Kevin sendiri hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Dirinya tidak habis pikir, sebab kejahatannya sudah terbongkar.
"Martin, berikan semua data-data yang diberikan oleh Alexa!" perintah Gio kepada Martin.
"Aku tidak menyangka. Kalau kamu suka membuat masalah di perusahaanku yang pertama maupun yang kedua. Sudah banyak orang-orang yang memiliki tanggung jawab penuh di pekerjaannya kamu berhentikan satu persatu. Kamu memberinya alasan yang tidak jelas. Sehingga mereka keluar dari perusahaan ini dengan rasa kecewa. Yang lebih parahnya lagi, banyak pegawai yang berada di tanganku kamu keluarkan satu persatu. Fasilitas yang aku berikan kamu hilangkan secara langsung. Kenapa kamu melakukannya itu padaku? Kenapa kamu berbuat curang terhadapku? Sudah untung aku tidak memecatmu sama sekali. Karena aku memiliki manusiawi yang sangat tinggi. Lihatlah istrimu yang berada di atas ranjang. Istrimu sedang mengalami penyakit jantung yang sangat parah. Kamu sama wanita ini telah berbuat hal yang tidak baik. Kamu membantu merawat bersama anak-anakmu. Malahan kamu berselingkuh. Mulai saat ini kamu aku pecat. Seluruh akses masuk ke tiga perusahaan besar tidak akan kuberikan lagi. Seluruh fasilitas akan kucabut semuanya mulai hari ini!" tegas Gio sambil mengeluarkan amarahnya.
Hatori segera melepaskan ikatannya sendiri. Hatori menatap wajah pak Kevin dengan penuh amarah. Namun dirinya masih bisa menahannya. Hatori sengaja meninggalkan tempat itu dan tidak mengurusi masalah ini. Ia memilih untuk pulang bersama Akashi.
__ADS_1
Patty dan Pak Kevin tidak berkutik sama sekali. Jujur mereka menghadapi orang-orang yang berpengaruh di dunia ini. Gio sudah mengeluarkan ultimatumnya dan menutup seluruh akses pak Kevin untuk tidak masuk dalam tiga perusahaan sekaligus. Sedangkan Martin, Martin menuruti keinginan Gio. Begitu juga dengan Agatha. Agatha sendiri juga sudah mengambil uang di rekening Patty. Yang lebih parahnya lagi Agatha akan membuat Patty dan Tutik akan hidup lebih menderita ketimbang sang istri.
Jujur kali ini mereka harus tegas untuk membuang orang-orang seperti pak Kevin. Seharusnya Pak Kevin membantu membangun perusahaan. Bukan menghancurkannya seperti ini. Untung saja Gio, Asmoro dan Martin sering sekali berkomunikasi dan saling mengobrol. Mereka memikirkan lima perusahaan besar sekaligus.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut. Mereka akan mengurusi kasus ini. Patty dan juga pak Kevin tubuhnya langsung melepas. Ternyata Patty baru sadar kalau Agatha bukanlah orang sembarangan. Dilihat dari para pengawal yang dibawa oleh Agatha. Untung saja saat itu Agatha tidak mengatakan apapun tentang dirinya. Hanya sekali gertak saja, Patty kalah telak dari Agatha. Apakah setelah ini Patty akan berhasil meraih Kurumi Company? Jika berhasil maka nyawa taruhannya.
Manchester Inggris.
Di sebuah butik terbesar, ada empat wanita yang sedang memilih gaun yang sangat indah. Ketika mereka mendapatkan gaun terbuka, para pria langsung menolaknya dengan tegas. Mereka tidak mau, kalau keempat wanita itu memamerkan tubuh indahnya di hadapan orang-orang tiada guna di pesta tersebut. Jujur saja mereka sangat gerah dan ingin mencongkel matanya satu persatu.
Keempat para wanita itu akhirnya mengalah dan menyuruh keempat prianya memilih sendiri-sendiri. Mereka duduk dengan tenang di sofa sambil menikmati teh hijau. Keempat pria itu berunding dan pergi ke lantai tiga. Di sana mereka menemukan gaun yang sangat indah dan juga mahal. Mereka serempak melihat gaun-gaun tersebut.
Asmoro lebih memilih gaun berwarna hitam. Gaun itu yang memiliki kerah v, lengan pop yang tidak terlalu besar. Panjangnya juga hingga mata kaki, membuat Asmoro jatuh cinta. Ia meminta pelayan untuk memberikan kepada Stella. Lain halnya dengan Ian. Ian memilih gaun yang sangat elegan. Gaun itu berwarna coklat susu. Bahannya sangat adem dan juga nyaman. Bahkan Ian sendiri memang jatuh cinta pada gaun itu sedari tadi. Bentuknya sangat sederhana dan tidak memiliki hiasan apapun. Memang sedari dulu, Ian adalah pria yang tidak ingin menunjukkan ke glamorannya.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan Jacob dan Imron? Kedua pria itu masih sangat sibuk sekali memilih gaun. Hingga akhirnya mereka mendapatkan gaun yang tepat. Meskipun sedikit terbuka di belahan dadanya, mereka meminta para pelayan untuk menjahitnya sedikit. Kedua pria itu adalah pria yang sangat perfeksionis. Meskipun mereka adalah seorang hacker. Namun mereka tidak ingin melihat perempuannya dilirik banyak orang.
Maaf, author tidak bisa menampilkan gaun-gaun tersebut. Karena takut kena copyright.