
Tak sengaja Anita melemparkan panci itu ke lantai. Hatinya berdetak kencang seperti merasakan ada bayangan sang suami tercintanya itu. Tiba-tiba saja matanya sedang menatap ke arah pintu keluar.
Bagaimana dengan Agatha? Agatha yang mendengar panci terjatuh langsung masuk ke dapur. Iya berdiri di ambang pintu sambil melihat sang istri kebingungan.
Dengan senyumnya yang manis Agatha melipat kedua tangannya sambil berkata, "Istriku.... Apakah kamu mengingatku?"
Contoh saja Anita terkejut karena mendengar suara Agatha. Dirinya tidak menyangka kalau suara bariton itu membuatnya rindu. Akan tetapi Anita tidak melihat Agatha sama sekali. Dirinya masih asik dengan bahan-bahan kue tersebut.
Tanpa malu-malu Agatha masuk ke dalam dan menghempaskan bokongnya di kursi. Tanpa bersuara Agatha menatap punggung sang istri.
"Anita," panggil Agatha tanpa memakai bahasa Jepang.
"Kamu siapa?" tanya Anita yang menoleh ke arah Agatha.
"Masa kamu tidak mengenalku? Aku sudah memberikanmu tiga anak sekaligus. Anak-anak itu sudah tunggu menjadi gadis dan pria yang sangat lucu. Kedua gadis kita akan menikah sebentar lagi. Apakah kamu masih ingat tentang aku?" tanya Agatha yang membuat Anita bingung setengah mati.
"Ah... Tuan salah orang kali," jawab Anita yang tidak percaya bahwa itu di depannya adalah Agatha.
"Kenapa salah orang? Bukankah kita pernah tidur bersama? Bukannya ini adalah rumahku? Masa kamu lupa sama aku?" tanya Agatha yang masih memasang wajah konyolnya.
"Rasanya aku tidak memiliki suami tampan sepertimu. Aku dulu memiliki suami yang wajahnya biasa-biasa saja," jawab Anita yang membuat Agatha hatinya meringis.
Jujur Agatha terkejut dengan pernyataan Anita. Kenapa Anita menolaknya dengan penuh kejujuran. Bukankah sudah jelas kalau Agatha adalah suami sahnya? Tetap saja Anita tidak ingin mengakuinya.
"Kenapa kamu tidak mengakuiku? Aku meninggalkan perusahaanku demi kamu. Kamu sangat tega sekali sama aku. Ditambah kamu tidak pernah cerita tentangku ke Adelia," rajuk Agatha yang membuat Anita menatap wajah Agatha.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu pun langsung meneliti wajah Agatha. Jari telunjuknya mulai memegang wajah Agatha. Anita menggelengkan kepalanya dan tidak mengakui bahwa pria yang di depannya itu adalah suaminya sendiri.
"Masa iya... Kamu adalah Agatha?" Tanya Anita.
"Aku memang Agatha. Jika kamu tidak percaya akan aku tunjukkan sesuatu," jawab Agatha.
"Menunjukkan apa? Kamu ini Agatha atau bukan? Rasanya Agatha tidak setampan ini? Anda salah tuan," ucap Anita.
"Ya sudah deh. Kalau begitu Bolehkah aku menginap di sini? Agar aku bisa tidur sama kamu," tanya Agatha yang membuat Anita bingung.
"Ini orang lama-lama aneh. Masuk tanpa permisi. Malah minta tidur bersama. Terserah tuan saja," keluh Anita.
Kita tinggalkan dulu kisah Agatha dan Anita. Karena Anita masih bingung dengan suaminya itu. Jujur kata Anita dulu suamiku tidak setampan ini. Malahan seperti orang biasa. Anita berkata Ya sudahlah.
Jakarta Indonesia.
"Memang bener ya... Kalau anaknya John itu selalu membuat drama. Berita hoax maupun benar selalu menjadi konsumsi wartawan. Bahkan berita bodoh yang dibuatnya pun banyak yang mempercayainya," keluh Lampard.
"Ya itulah bro... Yang namanya putrinya John. Semua orang pasti ingin tahu kisah hidupnya setiap jam setiap menit maupun setiap detik. Jujur aku sangat muak sekali pada mereka. Bisa-bisanya berita itu menjadi viral," tambah Ian.
"Itu adalah sebuah fakta yang kalian harus tahu. Kalau Patty sering membuat konten-konten gila agar menarik semua orang mengikutinya. Dihujat pun Patty semakin bahagia bahkan dirinya tidak pernah menariknya ke meja kepolisian. Itulah mengapa yang namanya putrinya John," imbuh Leon.
"Ada apa gerangan kamu ada di sini? Biasanya kamu memilih mendekam di markas selama seharian," ejek Ian ke Leon.
"Ada masalah gawat bro. Cepat atau lambat Patty sedang membuat berita tentang kehamilannya. Entah itu hoax atau benar agar Stella keluar dari sarangnya. Aku ingin melaporkannya kepada Kak Lampard sebelum kejadian," jelas Leon.
__ADS_1
"Sebegitu bencinya Patty kepada Stella?" tanya Ian.
"Nol sampai sepuluh. Jujur aku nilai sembilan atas rasa benci Patty dengan Stella. Hal ini sangat mengerikan sekali. Aku memiliki fakta baru kalau Patty benar-benar ingin melenyapkan Stella dari bumi ini," jawab Leon.
"Kalau begini terus masalah tidak akan selesai. Dendam dan dendam selalu berkobar di dalam hati mereka. Sementara Stella tidak masalah jika dirinya jatuh miskin sekalipun. Yang aku nilai dari Stella adalah dia tipe pekerja keras. Dia berani membanting tulangnya hingga bertubi-tubi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah," jelas Lampard yang mengetahui kebiasaan Stella.
"Iya itu benar. Mantan bosnya dulu pernah mengatakan kalau Stella itu adalah karyawan yang cekatan dan cepat tanggap. Makanya jika setelah keluar dari perusahaan para bos pasti sedih lalu mencoba menahan agar Stella tidak keluar dari sana," tambah Leon.
"Ini masalahnya bukan karena soal pekerjaan. Stella sangat membutuhkan orang-orang yang dicintainya menjadi satu. Sedari dulu Stella tidak pernah merasakan hal itu. Sungguh berat soal ini. Semoga saja masalah ini cepat selesai dan kita bisa melihat setelah menjadi wanita tangguh dan mandiri," ungkap Ian yang membuat mereka mengangguk sempurna.
"Apakah ada rapat?" tanya Lampard.
"Sepertinya tidak ada. Kemarin hasil kerjasama dengan Ayashi sudah aku simpan. Ternyata pemilik Ayashi adalah Agatha. Setahuku perusahaan itu sangat besar sekali di kawasan Asia. Dahulu keluarga Agatha adalah orang terpandang. Bahkan sampai sekarang Agatha masih dihormati di dunia nyata maupun dunia mafia," Ian sengaja menceritakan tentang Ayashi.
"Apakah Hatori tahu tentang perusahaan itu?" tanya Leon.
"Sejauh ini Hatori tidak mengetahuinya. Agatha memang mengunci seluruh akses kehidupan dan pekerjaannya itu dari Hatori. Memang Agatha sengaja melakukannya," jawab Lampard sambil menjelaskan Kenapa Agatha tidak memberitahukan perusahaan besar itu ke putranya.
"Aku akan memakai analisisku. Kemungkinan besar agar tidak memberitahukan kepada Hatori agar putranya itu belajar mandiri. Agar di kemudian hari ketika memegang perusahaan sudah tidak kaget lagi dengan banyaknya orang yang memiliki karakter yang berbeda. Jujur saja aku sangat melihat metode Agatha dengan cara merawat anaknya seperti itu," ucap Iyan yang membuat Lampard mengangguk.
"Memang metode itu sangat efektif sekali. Jika Sang putra atau Putri sudah beranjak dewasa kemungkinan besar kita harus mengenalkan mereka pada dunia luar yang keras ini. Ditambah lagi dengan musuh-musuh yang kelihatan maupun tidak. Mereka adalah calon waris Nakagawa Group," jelas Lampard yang kemungkinan besar melakukan metode seperti itu.
"Jujur saja aku sendiri terkejut ketika Hatori menceritakan semuanya. Kenapa sang ayah membiarkan dirinya jatuh miskin seperti ini?" terang Ian.
"Apakah menurutmu metode ini bisa diterapkan dalam keluarga kita?" tanya Leon dengan jujur.
__ADS_1
"Kalau kamu masih ragu dengan metode itu sepertinya kamu harus tanya dengan Agatha secara langsung. Terus kamu cari alasannya kenapa Agatha bisa melakukannya. Kalau dilihat-lihat wajahnya sih nggak sadis, tapi sadisnya ketika berada di ruangan bawah tanah," jawab Ian.