
"Iya ya. Itu orang ke mana ya?" tanya Asmoro yang tiba-tiba saja teringat pada Kuncoro.
"Jangan disebut. Nanti orangnya muncul dan membuat acara kita bubar," jawab Stella yang membuat Asmoro.
"Kamu itu sangat lucu sekali. Saking lucunya Aku ingin sekali mencubitmu," ucap Asmoro yang membuat Stella berdiri dan mendekatinya.
"Gih sana cubit," sahut Stella sambil tersenyum tipis.
"Ya nggaklah. Duduk sini," pinta Asmoro sambil menepuk-nepuk ranjang di tepinya.
Stella akhirnya menghempaskan bokongnya dan duduk di samping Asmoro. Ia melihat isi pesan dari ponsel Asmoro. Stella sangat bingung sekali karena yang mengirim pesan memakai kode.
__ADS_1
"Kok tulisannya aneh gitu ya?" tanya Stella.
"Ini nih yang dinamakan pertemuan antar mafia. Memang tulisannya sangat aneh begini. Kita sengaja membuat kode rahasia agar tidak bisa dilacak oleh para mafia lainnya. Ponsel ini adalah ponsel satu-satunya yang bisa menghubungkan aku dengan para petinggi Black Horizon lainnya. Ini adalah ponsel rahasia. Kalau kamu buka, Kamu tidak akan bisa membacanya dengan serius," jawab Asmoro yang menjelaskan Kenapa isinya Kok aneh sekali.
"Bolehkah aku belajar tentang kode-kode seperti itu?" tanya Stella.
"Boleh. Kata siapa Nggak boleh. Justru itu kamu harus mempelajari banyak hal jika bersamaku. Karena kamu harus berkenalan banyak orang dan memiliki sifat berbeda-beda. Jika kamu tidak mempelajarinya. Kamu bisa terindah sama musuh yang telah mengincar nyawaku. Kamu harus berkata dengan tegas dan lugas. Intinya kamu harus menjadi wanita terhormat. Kamu adalah wanitaku. Tunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Kamu adalah lady mafia milik Asmoro," pesan Asmoro buat Stella.
"Oh ya... Aku harus bilang sama kamu. Sebentar lagi aku akan mengganti namaku dengan Asmoro. Lampard akan menjadi nama mafiaku. Jadi aku bisa menggunakan dua nama itu dalam waktu yang berbeda. Sepertinya kamu harus mencari nama lain. Agar namamu tidak terlacak. Apalagi kamu sekarang ahli waris dari Ayashi Groups. Hidupmu akan terancam dalam bahaya. Kalau Patty itu sangat kecil sekali untuk menjadi musuh utamamu. Dia hanya ingin menjadi seorang CEO dari Kurumi. Dia ingin sekali dipandang oleh mata-mata para pembisnis dan mengatakannya keren. Namun kalau soal bisnis dia nol besar. Kalau dibandingkan dengan kamu, kamu menjadi orang sangat kreatif sekali. Perusahaan yang dipimpin oleh Farrel menjadi besar berkat tanganmu. Kamu bisa berinovasi dan mengembangkan semuanya. Bahkan Farrel sendiri sangat senang jika kamu bekerja bersamanya," jelas Asmoro sambil mengusap tangan Stella.
"Aku sangat bersyukur sekali ketika bertemu dengan Kak Farrel. Dia mengajariku banyak hal tentang mendekor seluruh ruangan. Aku berharap bisa memiliki wedding organizer. Apakah kamu mengizinkan jika aku memiliki wedding organizer sendiri?" Tanya Stella yang meminta izin kepada Asmoro.
__ADS_1
"Semuanya tidak menjadi masalah. Asalkan kamu serius untuk belajar dan memahami permintaan orang. Kamu nggak boleh menyerah pada keadaan. Kamu adalah wanita yang berbakat dan juga hebat. Aku juga sangat menyukaimu. Belajarlah dari Alexa atau juga mamamu. Mereka berdua adalah wanita tangguh. Kamu bisa bertanya Bagaimana cara mendirikan usaha dengan baik dan benar. Atau juga kamu belajar dariku. Aku akan memberikan ilmuku dengan cuma-cuma," kata Asmoro sambil tersenyum.
"Kamu nggak merasa aneh jika memiliki murid sepertiku? Padahal aku sendiri itu sangat nakal sekali Jika belajar," tanya Stella.
"Semuanya tidak menjadi masalah. Asalkan kamu serius belajar dan mengerti apa yang ku ajarkan sama kamu. Nggak semuanya orang-orang paham jika aku menjadi guru. Mereka sangat pusing sekali saat aku mulai memberikan pelajaran bisnis ala aku," jawab Asmoro.
"Sepertinya itu sangat mengasyikkan sekali," puji Stella sambil membayangkan jika dirinya tiba-tiba saja menjadi murid Asmoro.
"Kamu bilang sangat menyenangkan. Kalau aku sudah pasti dilempar sama mereka dengan memakai sepatu," ujar Asmoro.
Stella pun kembali tertawa. Bagaimana bisa mereka melemparkan sepatu ke arah Asmoro? Sepertinya Stella harus mencari informasi tentang hal itu semuanya.
__ADS_1
"Siapa yang menjadi muridmu yang pertama kali?" tanya Stella.