Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Tidak Aman.


__ADS_3

"Nanti kamu akan merasakannya sendiri. Hati kamu yang akan membimbing semua energi itu. Aku tidak akan memberitahukan kamu," jawab Kuncoro. "Setelah mendapatkan informasi akurat dan terpercaya, Aku tidak akan memperjelas informasi itu lagi. Jangan pernah mengeluh. Kamu harus menjalani takdirmu sendiri. Oh ya... Stella akan bergabung dalam kelompok ini. Meskipun kamu menolaknya. Akulah orang yang menentukan semuanya. Aku harap kamu paham dengan masalah ini."


"Apakah ada info tentang Liam ke sini?" tanya Asmoro yang penasaran sekali Liam ke sini.


"Menurut informasi yang aku dapatkan. Liam ke sini bukan untuk menghancurkanmu. Liam ke sini hanya untuk memburu putrinya. Kamu tidak perlu khawatir dan tetap tenang. Akan ada peristiwa yang di mana Exodus. Kalian tetap stay. Jangan melakukan hal-hal yang gila. Cepat atau lambat peristiwa yang menimpa Exodus menjadi berita viral di dunia ini," jawab Kuncoro yang memperingatkan kepada semuanya agar tetap tenang.


"Berita apa itu? Kok aku jadi penasaran?" tanya Guntur.


"Kamu nggak perlu tahu berita itu. Kamu sendiri Sudah mengetahuinya. Karena akulah yang menyuruhmu untuk mencari informasi itu," jawab Kuncoro yang mengejek Guntur.


"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Asmoro.


"Berkonsentrasi pada perusahaanmu. Kamu jangan lengah dengan perusahaanmu itu. Cepat atau lambat akan ada musuh yang ingin menghancurkan perusahaanmu itu," jawab Kuncoro yang memperingatkan Asmoro.


"Apakah dari klien lain?" tanya Gio.


"Klien kamu masih aman. Mereka tidak akan pernah mengganggumu. Karena mereka sangat segan sekali terhadap sikapmu dan sifatmu itu," jawab Kuncoro.


"Lalu siapa musuh utamaku?" tanya Asmoro yang mengerutkan keningnya.


"Musuh utamamu adalah Exodus. Liam sangat geram sekali kepada kalian. Penyebab utamanya adalah ketika dia mengirimkan barang-barang itu kamu telah menghancurkannya. Diam-diam Liam akan membalaskan dendamnya. Dia sudah memasukkan beberapa orang di dalam pabrik kamu. Dia akan menambahkan beberapa cairan. Yang di mana cairan itu bisa mengakibatkan kerusakan jantung pelan-pelan. Anggap saja sebagai penyakit jantung," jelas Kuncoro.


Sontak saja mereka bertiga terkejut. Bagaimana bisa Liam masuk ke dalam perusahaannya itu. Mereka terus berpikir bagaimana cara mencari orang itu?


"Baiklah. Aku akan mencarinya," sahut Asmoro.

__ADS_1


"Tidak. Jangan kau cari. Jika kamu mencarinya. Liam akan tahu aktivitas darimu," ucap Kuncoro.


"Ini gila. Kenapa aku tidak boleh mencarinya? Barang yang aku jual adalah makanan. Bukan barang mentah. Seandainya orang-orang itu memberikan cairan kimia ke dalam makananku. Perusahaanku akan bangkrut," jelas Asmoro.


"Tenang saja. Ajak Stella malam ini. Barang yang selesai diproduksi pada pukul enam. Suruh singkirkan terlebih dahulu. Setelah itu biar istrimu yang memeriksa. Istrimu memiliki bakat. Ia bisa mendeteksi racun dalam tubuh seseorang maupun makanan dan minuman. Jika kamu tidak percaya coba saja,"' tegas Kuncoro.


"Stella tidak memiliki hawa penciuman seperti itu. Dia adalah wanita biasa yang pernah tersakiti oleh Tutik," kesal Asmoro.


"Kamu mau tahu kenapa Stella tidak bisa mati ketika disiksa oleh mereka?" tanya Sheila. "Padahal mereka menyiksanya hingga terluka dan berdarah."


Ketika orang itu terdiam dan tidak bisa bicara. Memang benar apa yang dikatakan oleh Sheila. Stella sering mendapatkan perlakuan yang tidak enak. Bahkan mereka memukul Stella sampai hampir meninggal.


"Kalau secara logika Stella akan mati. Mengingat pukulan demi pukulan sangat keras dan mengenai tulang-tulangnya. Jujur ini sangat aneh sekali," jelas Asmoro. "Padahal aku sudah meminta temanku untuk memvisum ulang."


"Ya itu benar. Aku memang melindunginya. Ketika waktu penyiksaan tersebut. Makanya Stella tidak bisa mati begitu saja," jawab Sheila.


Kemudian mereka menghilang begitu saja. Asmoro, Martin dan Gio hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar. Bisa-bisanya mereka menghilang begitu saja tanpa pamit. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk duduk sebentar.


"Bagaimana?" tanya Gio.


"Aku harus mengajaknya ke sana. Mau tidak mau. Jam empat nanti aku akan mengajaknya keluar," jawab Asmoro.


"Apakah kamu percaya dengan mereka?" tanya Martin.


"Kita lihat saja nanti. Kalau Stella bisa membuktikannya. Di makanan itu ada bahan kimianya. Maka kita harus menariknya ulang. Dan aku akan mencari siapa-siapa saja orang yang menaruh bahan kimia tersebut," tegas Asmoro.

__ADS_1


"Kamu benar. Semuanya itu perlu bukti. Nggak asal ngomong saja," jelas Gio.


"Jangan-jangan yang makan produk kita akan menjadi zombie seperti pengawal John," ujar Asmoro.


"Hadeh.. kok sekarang aku baru ingat ya tentang zombie itu," kesal dan Martin secara bersamaan.


"Entahlah. Kalau begitu akan aku buktikan," tambah Asmoro.


Mereka mengacungkan jempolnya sambil memberikan izin kepada Asmoro. Jujur selama ini mereka tidak percaya dengan hal seperti itu. Mengingat mereka hidup di dunia modern, mereka hanya mengandalkan sistem teknologi saja. Namun sekarang mereka membuktikannya. Yang awalnya tidak percaya menjadi percaya.


Bagaimana dengan Asmoro? Asmoro jarang sekali percaya dengan hal itu. Asmoro sering mengandalkan feeling dan kekuatan jiwanya. Jika ada masalah di perusahaannya, Asmoro dengan cepat bisa mendeteksi. Oleh karena itu Asmoro dijuluki sebagai orang memiliki kepekaan tingkat tinggi.


"Kami akan di sini sampai putra-putriku datang," celetuk Martin.


"Mereka tidak akan berkumpul di sini. Mereka akan berkumpul di tempat mertuaku. Ibu mertuaku bilang, mereka boleh main ke sana kapanpun. Karena ibumu itu aku sangat mencintai anak-anak," jelas Asmoro.


"Sepertinya kita serbu saja apartemen milik mertuamu. Aku juga ingin tahu seberapa enakkah buatan kue milik beliau. Mengingat Adelia sering mempromosikan kue-kuenya itu ke putra-putriku. Setelah pulang dari Surabaya, Adelia sengaja membawa banyak kue. Tapi aku tidak pernah kebagian sama sekali. Karena aku telat pulang kerjanya," ujar Martin.


"Tenang saja. Kamu akan mendapatkan bagian puding milik Mama mertuaku. Maka dari itu aku akan menyuruh Stella mengirimkannya ke sini," sahut Asmoro.


"Sebaiknya Stella jangan sering keluar dari apartemen. Jika tidak bersamamu. Mereka masih bergentayangan di mana-mana," saran Gio kepada Asmoro.


"Memangnya dia setan apa?" tanya Asmoro yang membuat Martin tertawa.


"Bisa jadi. Aku baru saja menghack sistem keamanan di sini. Termasuk CCTV. Yang namanya pacarnya Patty dia tinggal di sini. Yang namanya John punya satu unit apartemen di sini. Yang namanya Liam dan beberapa pengawalnya memiliki apartemen di sini juga. Begitu juga dengan bekas pacarnya Stella. Dia juga memiliki apartemen di sini. Jadi kamu harus berhati-hati dan menjaganya lebih ketat lagi. Mereka bisa mengintai keberadaan Stella maupun Adelia. Kalau tuan Agatha, dia tidak usah dilindungi sama sekali. Sebab tuhan Agatha sudah memiliki pasukan khusus yang melindunginya," jelas Martin.

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Gio yang terkejut atas pernyataan dari Martin.


__ADS_2