Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ternyata Aldo Adalah?


__ADS_3

Mau tidak mau Patty akhirnya keluar dari mobil itu. Sebelum memesan taksi Patty memandang wajah Aldo sambil berkata, "Yang namanya miskin tetap saja miskin. Nggak usah kamu menarik-narik nama Liam untuk menakutiku! Kalau kamu ingin membakar rumahku ngapain nanti malam? Sekarang aja bisa. Aku tunggu omonganmu itu. Ujung-ujungnya kamu hanya menggertakku saja!" sindir Patty dengan nada sombongnya.


"Oke kalau begitu," balas Aldo yang tidak terima dengan kesombongan Patty.


Aldo meraih ponselnya yang berada di saku jasnya itu. Ia menghubungi asistennya untuk mempersiapkan para pengawal dan memerintahkan membakar rumah Patty. Sementara asistennya itu menyetujui keinginan Aldo. Setelah berbincang lama Aldo mematikan ponselnya itu sambil menatap wajah Patty.


"Pulanglah sebelum rumahmu terbakar," ejek Aldo kepada Patty.


Patty masih tetap sama dengan sikapnya. Iya lebih merendahkan Aldo dan meninggalkannya sebegitu saja. Kemudian Aldo menghubungi asistennya lagi untuk memblokir seluruh kartu kredit yang dimiliki oleh Patty. Kartu kredit yang dimiliki Patty adalah milik Aldo. Bisa disimpulkan bahwa Aldo telah membiayai hidup Patty dari nol hingga sukses.


Namun apa yang didapatkan oleh Aldo sekarang? Aldo hanya mendapatkan cacian dan makian dari Patty. Apalagi wanita itu suka merendahkan dirinya. Tanpa diketahui oleh Patty, Aldo adalah keponakan kesayangan Liam. Ia akan menjadi ketua mafia selanjutnya. Jika Liam sudah mengundurkan dirinya dari dunia bawah tanah.


Maka dari itu Aldo diberikan kekuasaan yang penuh kepada Exodus. Dirinya memang sengaja ditugaskan untuk mengincar John dan sekeluarga. Jika keluarga Tutik berani macam-macam bisa dipastikan akan mati di tangan Aldo.


Tanpa disadari oleh Patty, keluarganya sedang terancam bahaya. Ia tidak mungkin mengetahui akan hal itu. Karena Liam tidak pernah membocorkan Apa yang dilakukannya kepada John. Setiap John mengatakan kalau dirinya adalah kaki tangan Liam, adalah orang yang pertama kali melaporkan hal itu.


"Dasar bodoh. Keluarga lu sedang dalam bahaya. Gitu masih mikirin tentang duniawi. Memang lu itu sedari dulu kayak gitu. Gue nggak kaget lagi. Ditambah lagi dengan Tutik. Tutik adalah seorang wanita yang serakah ingin menguasai milik orang lain. Kemungkinan besar aku akan meminta izin untuk bekerja sama dengan Black Horizon untuk menghancurkan keluarga John," batin Aldo.


Sedangkan Asmoro dan dan Stella melihat keluar dari mobil itu. Mereka berpikir sejenak sambil memandangi satu sama lain.


"Mungkin saja kisah mereka seperti ikan terbang. Ah biarkan saja. Aku tidak akan peduli lagi dengan orang seperti itu," ucap Stella.


"Aku nggak habis pikir kalau Patty itu adalah seorang bintang besar. Tapi kelakuannya tidak mencerminkan seorang artis yang baik dalam kehidupan yang nyata. Jujur saja aku sangat risih melihat gadis itu. Ditambah lagi dengan sikap arogannya, aku malah tidak menyukainya. Bagaimana menurutmu? Apakah kamu berpendapat sedemikian sama aku?" tanya Asmoro dengan jujur.


"Aku tidak ingin membicarakannya. Tapi kamu harus tahu semuanya. Dari kecil dia adalah manusia yang paling angkuh sedunia. Tukang membully di sekolah. Tapi sayangnya nilai yang dihasilkan ketika sekolah sangat buruk. Aku nggak tahu kenapa bisa terjadi. Sekarang aku akan membiarkannya saja. Kapan kita akan pergi ke kantor?" tanya Stella dengan semangat.


"Sepertinya kamu sangat semangat sekali," puji Asmoro.


"Kalau begitu ya sudahlah. Boleh nggak aku kembali lagi untuk tidur?" tanya Stella lagi.

__ADS_1


''Kamu itu ada-ada saja. Apa mungkin hobimu itu adalah tidur? Kalau begitu tidurlah. Jika sudah sampai akan aku bangunkan kamu," jawab Asmoro sambil tersenyum manis.


"Kamu nggak marah?" tanya Stella.


"Aku nggak pernah marah sama sekali. Jika orang itu tidak melakukan hal yang fatal kepadaku. Sama seperti dirimu. Kamu tahu manfaat tidur itu apa? Biar membuat otakmu berhenti sejenak untuk tidak berpikir yang macam-macam atas kejadian tadi," jelas Asmoro yang menyalakan mobil dan menancapkan gasnya menuju ke kantor S&T.


Stella hanya tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Asmoro. Namun dirinya membenarkan tentang pernyataan Asmoro. Ia juga tidak menampik tentang hal itu. Sungguh bahagia hari ini karena menemukan sesuatu dalam diri Asmoro. Semoga saja dirinya bisa menerima Asmoro dan menjadikannya sebagai pasangan hidup.


Di dalam perjalanan Stella menatap ke luar jendela. Dirinya sangat menikmati perjalanan itu. Di sisi lain Asmoro fokus dalam membawa mobil. Ia juga sangat bahagia sekali.


Mansion Alexa.


Alexa sayang selesai membuat kue teringat akan si kembar. Dirinya akan mengunjungi Stella dan Adelia. Akan tetapi Alexa membaca pesan dari Adelia. Karena dirinya tidak berada di Mansion. Dengan terpaksa Alexa membatalkan acara itu.


"Ma," panggil Edward.


"Ed... Rindu sekali kepada kakak Adelia dan Kakak Stella," jawab Edward.


"Tapi, mereka ikut ke kantor S&T," ucap Alexa.


"Baguslah. Kita sudah lama tidak main ke sana. Aku juga rindu pada kakek," sahut Edward.


"Kamu ingin main ke sana?" tanya Alexa.


"Iya... Aku ingin main ke sana. Tapi apakah Scar diajak juga?" tanya Edward dengan serius.


"Diajak. Mana mungkin kamu meninggalkan adikmu sendirian? Bisa-bisa nanti adikmu menangis dan tidak mau berbicara," jawab Alexa sambil tersenyum manis.


"Kalau Kak Sean bagaimana?" tanya Edward lagi.

__ADS_1


"Diajak. Masa kakakmu enggak diajak? Mama nggak mau buat konspirasi dalam keluarga ini ya. Jika mama melakukannya, kedua anak mama itu akan membenci mama," jawab Alexa hingga membuat Edward tertawa.


"Biarkanlah saja Ma. Mereka kan selalu mengikuti Mama dari ujung depan ke belakang. Lalu aku, aku hanya diam terpana menatap wajah para pelayan yang sedang memasak," ucap Edward dengan jujur.


"Apakah kamu serius?" tanya Alexa yang baru mengetahui hobi Edward.


"Iya. Mereka sangat cantik sekali seperti mama," jawab Edward.


"Dari mana kamu tahu kalau mereka sangat cantik?" tanya Alexa sekali lagi yang curiga atas perkataan Edward.


"Apakah Mama ingin tahu?" tanya Edward balik.


"Jangan-jangan kamu diajari oleh papamu itu ya?" geram Alexa yang sudah mulai menunjukkan tanduknya di atas kepala.


"Bukan," jawab Edward.


"Lalu, siapa yang mengajarimu berkata seperti itu?" tanya Alexa yang sudah tidak bisa membiarkan anaknya berkata absurd seperti itu.


"Paman Roth yang mengajarkan aku untuk memuji kakak-kakak pelayan cantik itu," jawab Edward yang membuat Alexa meringis.


Jederrrrrrr.


Bagai petir di siang bolong. Semakin lama anak-anaknya sudah teracuni oleh pembicaraan orang dewasa. Alexa tidak bisa berbuat apa lagi. Ketika sibuk Alexa sengaja menitipkan si kembar ke kantor untuk dijaga oleh Martin. Akan tetapi Martin tidak menjaganya. Melainkan Martin meminta sang asistennya untuk menjaga. Beginilah hasilnya kalau dijaga oleh Roth.


Sementara itu Roth yang berada di kantor merasakan perasaan yang tidak enak. Ketika membawa berkas-berkas ke dalam ruangan Martin, Roth langsung terbatuk-batuk. Hampir saja dirinya merasakan tenggorokannya sakit.


Mendengarkan asisten batuk, Martin langsung bertanya sambil memeriksa desain yang akan dibuat untuk bangunan hotel yang berada di Jepang sana.


"Kenapa kamu batuk seperti itu?" tanya Martin.

__ADS_1


__ADS_2