Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ternyata Ina Adalah Hantu.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, ada dua satpam sedang berpatroli. Mereka sedang melaksanakan tugas untuk menjaga semua lantai apartemen tetap aman. Kedua satpam itu juga pergi ke jalan buntu tersebut. Tak sengaja mereka menemukan Hatori yang masih saja pingsan.


"Bukankah ini adalah Tuan Hatori? Kenapa Tuan Hatori sampai pingsan seperti ini," tanya Pak Burhan salah satu satpam tersebut.


Mereka akhirnya membangunkan Hatori sambil menepuk-nepukkan pipinya. Tak lama Hatori pun terbangun. Sembari bangun Hatori mengucek-ngucek matanya sambil melihat ke arah tembok itu.


"Kenapa Tuan ada di sini?" tanya Pak Jono.


"Tadinya aku pergi ke lift. Terus ada wanita cantik yang bernama Ina. Dia melambaikan tanganku dan mengajakku ke sini. Lalu aku tanya, kenapa kita ke sini? Bukankah tempat ini adalah tempat buntu? Setelah itu dia memperagakan orang yang sedang g*nt*ng diri. Terus matanya melotot lidahnya menjulur keluar. Aku langsung kaget dan pingsan di sini pak. Beneran ini sumpah setengah mati. Wajah Ina sangat seram sekali. lebih baik aku bertemu dengan perempuan asli deh Pak. Meskipun wajahnya juga nggak jelek-jelek amat," jelas Hatori yang masih ketakutan.


"syukurlah Tuan tidak apa-apa. kalau begitu biar kami antar ke apartemen Tuan Agatha," ajak Pak Burhan.


Hatori memutuskan untuk berdiri dan meninggalkan tempat itu. Kedua satpam itu masih berada di belakangnya. Setelah itu mereka akhirnya pergi ke unit apartemennya Agatha.

__ADS_1


Sesampainya di sana Hatori masih bertanya-tanya. Ketimbang penasaran hattori membalikan badannya lalu bertanya, "Memangnya siapa sih Itu Ina Pak? Kok wajahnya serem banget seperti itu."


"Oh... dia adalah hantu abadi di sini. dia mati bunuh diri di tempat tadi. Makanya setiap malam Jumat Kliwon, hantu itu selalu berkeliaran dan mencari mangsa. Sekarang yang didatangi adalah tuan Hatori," jawab Pak Jono yang menjelaskan Ina.


"Kalau begitu terima kasih ya Pak," ucap Hatori.


"Memangnya Tuan malam-malam begini mau ke mana sih?" tanya Pak Burhan.


"Mau kerja Pak. memangnya masih malam ya?" tanya Hatori.


"Apa?" pekik Hatori yang tiba-tiba saja tubuhnya melemas dan masuk ke dalam.


Di atas sofa Anita sedang duduk dengan manis. Tangannya sedang sibuk mengetik membalas pesan dari kedua putrinya itu. Anita sadar kalau Hatori sudah masuk ke dalam rumah. Namun ia sadar dua kali. karena Hatori memakai baju formal seperti mau ke kantor.

__ADS_1


"Malam-malam begini kamu kok memakai baju kerja seperti itu? Memangnya kantormu udah buka ya jam segini?" tanya Anita yang wajahnya menatap Sang putra.


"Aku kira tadi sudah pagi ma. aku bangun tidur langsung mandi. Setelah itu aku bersiap-siap berangkat kerja terlebih dahulu. Belum masuk ke dalam lift, aku bertemu dengan Ina. Tapi apesnya Ina berubah menjadi seorang hantu yang jahat. Lalu aku pingsan dan ditemukan oleh dua satpam sedang berpatroli di tempat ini. sungguh sial hariku ini. lebih baik aku pergi tidur saja," jelas Hatori.


"Apa benar seperti itu?" tanya Anita sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya ma. mereka juga cerita kok bagaimana Ina menjadi hantu. bener-bener mengerikan sama sekali ini ma. jujur selama ini aku tidak pernah bertemu hantu. Tapi Malam ini aku ditemui oleh hantu," jawab Hatori sambil ketakutan dan merinding parah.


"Ternyata kamu takut hantu ya?" ledek Agatha yang baru saja keluar dari kamar.


"Aduh pa. Coba deh tadi Papa lihat. Ina sangat menyeramkan sekali," jawab Hatori sambil bergidik ngeri.


"Papa bilang juga apa. Papa sudah melarangmu untuk keluar tengah malam seperti ini. Kamu malah nekat keluar dari apartemen. Bukannya tidur malah kelayapan," ujar Agatha sambil menghempaskan bokongnya di samping Anita.

__ADS_1


"Aku kan nggak tahu pa. kalau Papa melarangku malam-malam begini. Mana lagi Papa tidak cerita," jelas Hatori.


"Memangnya kamu nggak tanya jam berapa ini?" tanya Agatha sambil tersenyum simpul.


__ADS_2