
"Sangat unik sekali. Scarlet memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Dia adalah gadis kecil yang penurut."
Jawab Adelia dengan jujur.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu kepada Abang?"
"Apa itu?"
"Dari mana Kakak bisa menggambar anime seperti ini?"
"Ini hanya hobi. Tapi bisa menghasilkan uang."
"Maksud kakak apaan ya?"
"Aku adalah seorang komikus. Tadi aku banyak aku jual ke Tokyo. Di sana Aku sudah menurunkan lima buku seri. Yang di mana lima buku seri itu sudah berkeliling dunia. Yang artinya di setiap negara ada. Bahkan di Indonesia pun ada komikku. Tapi aku nggak pernah membelinya sama sekali."
"Komik apaan ya Kak? Soalnya aku sendiri pecinta komik loh."
"Aishiteru for my lady. Itu judul komikku. Dari seri satu hingga seri lima. Aku membuatnya berbulan-bulan dengan sabar. Setelah selesai aku lemparkan ke Tokyo dan membiarkannya beberapa penerbit. Eh ternyata... Salah satu penerbit yang di sana menghubungiku untuk mengedit komik tersebut. Sudah ditawari aku dikasih kontrak seumur hidup. Akhirnya aku mulai membuat buku tersebut hingga lima seri."
"Apakah Abang serius membuat itu komik? Itu komik favoritku bang. Gara-gara itu komik aku jadi pacaran sama Kak Ian."
Mata Hatori membelalak sempurna. Bagaimana bisa sang adik sangat menyukai komik itu? Padahal komik itu berisikan tentang kisah pria CEO yang dianiaya oleh seorang perempuan muda. Ternyata perempuan muda itu adalah jodohnya. Memang Hatori membuat komik itu sangat kocak sekali. Hingga bukunya meledak dan bisa meraup untung yang sangat banyak sekali.
Ya diam-diam Hatori memang memiliki uang banyak. Tapi ia sengaja mengendapnya di ATM. Uang itu sengaja dikumpulkan untuk membuat sebuah istana. Yang di mana istananya itu akan ditempati oleh dirinya bersama istri dan anak-anaknya.
"Tapi kamu jangan bilang sama mama dan papa."
Hatori meminta Adelia agar tidak membocorkan rahasia ini ke kedua orang tuanya. Jujur saja kalau dirinya ketahuan, maka nasibnya tamat. Namun Hatori sedari tadi tidak menyadari, kalau sang kakek sedang memperhatikannya dan mendengarkan cerita tersebut. Yamato segera mendekat dan memukul pundak Hatori.
"Oh jadi kamu yang bernama HK Oginawa."
Yamato langsung menembak Hatori dengan nama samarannya itu.
Pria muda itu pun menelan salivanya dengan susah payah. Bagaimana bisa sang kakek tahu kalau ia memiliki nama HK Oginawa. Ia mulai mengelak namun sang kakek lebih cerdik lagi.
"Memangnya kakek tahu siapa HK Oginawa?"
Tanya Adelia Yang penasaran.
__ADS_1
"Itu orangnya di depanmu. Dia sudah kontrak dengan perusahaan Ayashi bagian percetakan. Yang di mana percetakan itu dikhususkan untuk mencetak komik-komik yang isinya bisa melejit ke dunia."
Jawab Yamato dengan tegas.
Sementara itu Agata yang lewat terkejut mendengar pernyataan sang papa. Agatha mendekati Yamato lalu menatap wajah Hatori.
"Ada apa Papa? Kok sepertinya Papa kaget kali? Dan Kenapa kalian diam saja?"
Tanya Agatha sambil menatap putra-putrinya itu.
"Kamu tahu pencipta buku aishiteru for my lady?"
Tanya Yamato dengan tegas.
"Iya aku tahu itu. Itu adalah buku favoritku ketika waktu senggang. Memang isinya sangat kocak sekali."
Jawab Agata yang benar-benar menyukai buku tersebut.
Beberapa saat kemudian datang Asmoro bersama Stella. Sepasang suami istri itu mengerutkan keningnya lalu bertanya dengan serempak, "Ada apa ini? Kok kalian tegang sekali?"
Asmoro melihat Scarlett sedang tidur langsung mendekatinya. Pria bertubuh kekar itu meminta Adelia memberikannya. Tanpa basa-basi Adelia memberikan Scarlett ke Asmoro. Kemudian Asmoro mengajaknya ke kamar dan membaringkannya.
Ucap Agatha yang memegang kepalanya sambil mengejek Hatori.
"Komik sejelek itu bisa menghasilkan uang sebesar lima puluh juta dolar."
Ledek Hatori sambil membalas Agatha.
"Kenapa aku menerima komik seperti itu?"
Tanya Agatha yang sedikit menyesal tapi di dalam hatinya bangga terhadap putranya itu.
"Sudah jangan menyesal. Itu perusahaan semakin besar saja. Ya sudah kalau begitu. Aku ingin bekerja di sana saja."
Jawab Hatori sambil tersenyum meledek.
"Kenapa sih kalian ini selalu berantem saja Kalau bertemu?"
Tanya Anita yang benar-benar pusing melihat sang suami dan putranya itu.
__ADS_1
"Kami tidak berantem mama. Mister Agathallah yang salah. Komik sudah terkenal gitu mau ditarik. Katanya kocak eh ujung-ujungnya malah membuat statement kalau komik itu sangat jelek sekali."
Jelas Hatori sambil tersenyum menatap wajah Agatha.
Mereka yang mendengarnya hanya bisa tertawa. Sebenarnya sang Papa ingin mengakui kehebatan Hatori. Namun dirinya sangat gengsi sekali. Tapi dengan adanya kehadiran komik itu, percetakan milik Agatha masih dibutuhkan. Sepertinya Agatha akan meminta seri ke-6 dan ke-7 nya secara langsung.
"Sepertinya kamu harus membuat kedua seri lagi deh. Banyak orang-orang yang membuat pesan kepadaku agar segera menerbitkan kedua komik tersebut."
Ungkap Agatha sambil mengacungkan jempolnya ke arah Hatori.
"Baiklah. Kalau ada waktu aku akan membuatnya. Aku harus bekerja dengan profesional di tempat Kak Asmoro."
Sahut Hatori sambil tersenyum manis.
Begitulah keluarga Nakagawa jika berkumpul. Asmoro tersenyum dan tidak merasa keberatan ketika ada mereka. Asmoro sendiri sudah menganggap mereka sebagai keluarga besarnya.
Tiba-tiba saja ponsel Asmoro berdering. Ia segera meraihnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
Pria bertubuh kekar itu meninggalkan mereka terlebih dahulu. Ia masuk ke kamar dan menuju ke balkon. Di sana Asmoro mengangkat teleponnya.
Di sana Asmoro mendapatkan berita kalau Alexa dan Martin dikejar. Asmoro sangat marah dan tangannya mengepal. Tiba-tiba saja Kuncoro hadir di hadapannya. Kuncoro segera mendekat lalu membisiki sesuatu.
Selesai mendapat bisikan itu, Asmoro segera berangkat dan meninggalkan mereka. Sebelum keluar dari apartemennya, Asmoro menarik tangan Ian sambil berkata, "Ikut aku sekarang juga ini ada masalah gawat."
Mau tidak mau Ian akhirnya ikut dengan Asmoro. Mereka segera keluar dari apartemen lalu menuju ke basemen. Sesampainya di basement, Asmoro melemparkan kuncinya ke arah Ian. Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil.
"Ada apa?"
Tanya Ian dengan serius.
"Alexa dan Martin sedang dikejar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Aku takutnya mereka adalah anak buahnya John."
Dengan cepat Ian menancapkan gasnya keluar dari basement. Ian meminta memandu Asmoro agar bisa menuju ke area di mana Alexa dikejar.
Gio dan Winda sedang bersantai di mansionnya. Beberapa saat kemudian Gio mendapatkan telepon dari seseorang. Gio mengangkatnya lalu berbicara pada orang itu. Ternyata orang itu adalah pengawal pribadinya. Yang di mana dirinya menugaskan untuk menjaga Alexa sementara waktu. Pengawal itu menceritakan Alexa sedang dikejar oleh seseorang. Gio menjadi geram dan membanting ponselnya tersebut. Tiba-tiba saja Winda terkejut dan mendekatinya. Kemudian Winda bertanya, "Ada apa?"
"Alexa sedang dikejar-kejar oleh orang yang tidak dikenal. Aku butuh asisten untuk melacak keberadaan Alexa."
Jawab Gio sambil menatap wajah Winda.
__ADS_1
"Kalau gitu kita berangkat sekarang!" perintah Winda.