
"Memang benar. kita sudah memanggil Jacob dan Imron. Aku tidak akan bisa mengerjakan dunia teknologi terlebih dahulu. Aku menyerahkan tugas itu kepada mereka. Soal pengacara biarkanlah Richard yang mengerjakannya. Dia sedang berjaga dan melatih pasukan khusus milik Kak Ibra di sana," jelas Ian.
''Ya sudah kalau begitu. panggil saja mereka ke sini. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Richard,'' perintah Asmoro.
Ian segera meraih ponselnya lalu menghubungi Richard agar segera ke sini. Sedangkan Asmoro Mulai jenuh dengan apa yang dilakukan oleh sang paman.
Siang ini mereka berdua sedang otak-atik laptop masing-masing. Sedangkan Leon dan William berada di kantor. Disana mereka mengambil beberapa pekerjaan buat Asmoro. Meskipun awalnya tidak lancar, mereka tetap melaksanakan tugas itu dengan baik. mereka yang sedang serius langsung menggebrak meja. Banyak sekali karyawan yang bertele-tele dan menanyakan sesuatu. Padahal yang sudah memberikannya sebuah surat kuasa untuk pengambilan pekerjaan itu.
Akhirnya mereka memberikan pekerjaan itu ke tangan Leon maupun William. Mereka baru percaya ketika Ian yang menghubunginya satu persatu. Untung saja tidak Asmoro yang menghubunginya. Jika tidak mereka akan mendapatkan amukan dari sang pemilik perusahaan tersebut.
''Apakah ada kendala di kantor ketika Leon maupun William mengambil berkas-berkas yang aku minta?'' tanya Asmoro sambil melihat jam dan menunggu kedatangan mereka.
'''awalnya mereka bertele-tele untuk memberikan semua pekerjaan itu. tapi syukurlah, mereka akhirnya memberikan pekerjaan itu ke tangan Leon,'' jawab Ian.
''Nanti kamu catat. Siapa saja yang telah membuat Leon dan William kesulitan mengambil dokumen!'' perintah Asmoro dengan tegas.
''Buat apa Kak?'' tanya Stella yang sedang membaca buku hukum dan bisnis.
''Aku akan memberikannya surat peringatan pertama. Mereka tidak menghormati orang sedikitpun. Yang namanya Leon dan William sekarang sudah termasuk kaki tanganku. Nggak semuanya pekerjaan aku berikan kepada Ian. Leon dan William harus berkembang dengan baik. Agar mereka bisa menduduki jabatan yang lebih tinggi lagi. Mereka juga bisa diminta oleh kak Gio, Martin maupun Alexa,'' jelas Asmoro sengaja ingin para pengawalnya berkembang menjadi orang yang berguna.
__ADS_1
''Kalau gitu aku boleh ya?" tanya Stella sambil melirik Asmoro dan kembali membaca buku itu.
''Kamu itu sudah pintar. cerdas mengambil keputusan dan membantu memberikan pemasukan-masukan ketika meeting santai baru saja. Lebih baik kamu belajar, bagaimana caranya si pria tua itu tidak mengamuk ketika berada di kantor? Jika saja sampai mengamuk habis-habisan di kantor. Bisa-bisa kami yang mendapatkan kesialan dalam waktu seharian penuh,'' jelas Iyan sambil membeberkan sebuah fakta ketika Asmoro berada di kantor.
''Kamu sebenarnya nggak menderita Ian. Yang menderita itu ketika waktunya gajian dan Aku memberikanmu giro. Bulan ini aku membayarmu setahun kemudian. dan begitu terus selanjutnya,'' terang Asmoro sambil menatap tajam ke arah Ian.
''Jatuh temponya kok lama banget ya? Untung saja uang belanjaku dan uang jajanku nggak diberikan dalam bentuk giro. kalau itu terjadi, kemungkinan besar dalam waktu sebulan, Kak Asmoro tidak mendapatkan jatah,'' bisik Stella ke telinga Asmoro hingga Ian tidak mendengarnya.
Asmoro hanya menggelengkan kepalanya lalu menatap wajah Stella. Matanya beralih ke mata Stella. Dengan senyumnya yang konyol, Asmoro menghadap ke Stella lalu berkata, ''Mana ada seorang suami memberikan cek giro kepada istrinya. Bisa-bisa Aku batal menyentuhmu lagi. Dan bayangkan saja selama sebulan. Rasa enak yang sudah melekat di dalam hati membuatku candu.''
Sang asisten yang sedang memantau keberadaan Leon dan William langsung tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini sang bos merasakan kenikmatan duniawi. Dirinya tidak menyangka kalau sang bos ternyata sangat bahagia ketika menikahi Stella.
Stella memukul Asmoro karena kesal. Baru kali ini Asmoro berbicara blak-blakan soal kenikmatan duniawi di atas ranjang. Ia sangat malu kepada calon adik iparnya itu. Bisa-bisa setelah menyembunyikan wajahnya ke suatu tempat. Agar Asmoro tidak dapat menemukannya lagi.
Ian malah tertawa kencang melihat sang bosnya dipukul oleh Stella. Ternyata mereka sangat romantis sekali menjalani hidup rumah tangga ini. Jujur mereka sangat mirip sekali. Bahkan saking miripnya, mereka bisa dikatakan sebagai kakak adik.
Jika saja Asmoro tidak meminum air di sumur tua itu. Asmoro tidak menjadi muda lagi. Sebaliknya bisa dikatakan Asmoro akan menjadi ayah buat Stella. Namun Asmoro tidak mempedulikannya. Biar dikatakan menjadi papanya Stella atau hot daddy, Asmoro tidak memperdulikannya. Yang penting Stella bisa mengecap kebahagiaan sesungguhnya.
Pagi yang cerah di Kota Jakarta.
__ADS_1
Hatori dan Agatha memutuskan untuk berangkat bersama. Mereka berdua berjalan kaki menuju ke halte bis Transjakarta. Sambil menunggu Agatha dan Hatori tidak sengaja melihat pak Kevin bersama Patty. Sebelum naik ke Transjakarta, Agatha menarik baju Hatori untuk segera berhenti.
''Kenapa?'' tanya Hatori yang sengaja ditahan oleh Agatha.
''Tuh lihatlah. Ternyata mereka sudah satu kamar. Ini nggak bisa dibiarkan begitu saja. Mau tidak mau papa akan menurunkan salah satu mata-mata terbaik untuk mengikuti mereka berdua,'' jawab Agatha.
''Ini sangat bahaya sekali. aku rasa mereka berdua sedang mengadakan kerjasama. Tapi aku tidak bisa menyimpulkannya begitu saja. Kalau begitu ayo kita masuk. Kita sudah terlambat untuk masuk bekerja,'' ajak Hatori sambil masuk ke dalam bus itu lalu diikuti oleh Agatha.
Di dalam perjalanan menuju ke S&T Company, Agatha meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Agatha tidak memakai bahasa Indonesia. Ia sengaja memakai bahasa Jepang beserta kode rahasianya. Untung saja Agatha duduk bersama Hatori. Jadi Agatha bisa sangat tenang berbicara leluasa dengan orang itu.
setelah selesai, Agatha menatap luar jendela. Hatinya bergemuruh yang tiba-tiba saja mengingat lalunya. Ia berharap kejadian masa lalunya tidak menimpa kepada sang putri. Inilah yang benar-benar ditakuti oleh Agatha. Ternyata sifat Tutik benar-benar jatuh ke putrinya semua. Jadi maklum saja, Patty memiliki sifat yang sama.
''Tidak usah terlalu dipikirkan. Untuk masalah rumah tangga adikku, mereka tidak akan berani mengganggunya. Aku jamin itu. Oh iya... aku tadi mengambil foto mereka sedang berduaan. Aku akan mengirimkannya ke Kak Asmoro. Kak Asmoro harus tahu itu,'' ucap Agatha yang memakai bahasa Inggris.
''Terserah kamu. Lebih baik begitu. Jadi adik iparmu itu harus mengetahui apa yang direncanakan oleh mereka,'' jelas Agatha.
Hatori sangat tenang ketika mendapatkan foto Patty bersama Pak Kevin sedang bergandengan tangan. Jujur, Hatori ingin memberitahukan kalau mereka berdua sedang merencanakan sesuatu. Dengan senyuman licik di dalam hatinya. Ia lalu mengirimkan foto itu ke ponsel Stella maupun Asmoro.
Sesampainya di sana, para pengawal Black Horizon sudah menunggu mereka. Ternyata mereka disambut oleh para pengawal itu dan menyuruhnya masuk ke dalam. Hal ini memang sengaja dilakukannya, agar seluruh karyawan dan karyawati menghormati Agatha.
__ADS_1
''Ada apa ini? Kenapa kalian berada di sini?" tanya Agatha.