Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kejahilan Stella Membawa Petaka.


__ADS_3

"Karena kamu sedang bekerja. maka lepaskanlah aku. Aku ingin menemani Adelia," jawab Stella dengan polosnya.


"Hei, kenapa kamu mengatakan seperti itu? Buat apa aku bekerja hari ini?" tanya Asmoro yang tiba-tiba saja amnesia.


"Lah, kamu kok ngomong seperti itu? Bukankah kamu sedang mengobrol dengan Kak Ian, Kak Leon dan juga Kak William. tapi kenapa kamu berubah seperti ini?" tanya Stella yang tiba-tiba saja kebingungan.


"Bukankah kamu melarangku bekerja?" tanya Asmoro balik.


"Oh Tuhan... kenapa lagi ini orang? Apakah kamu sedang terkena setan malas?" tanya Stella.


"Aku tidak terkena setan malas. Kamu tahu, saat aku menarikmu, kepalaku jatuh di atas asetmu yang berharga itu," jawab Asmoro sambil menunjuk kedua gundukan milik Stella.


"Apa?" pekik Stella.


"Ya itu benar. aku merasakan ada kelembutan di sini," tunjuk Asmoro ke arah gundukan milik Stella.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Stella terkejut mendengar pengakuan dari Asmoro. Memang, ini salahnya sendiri. Kenapa tangan mungilnya berhasil menarik tangan Asmoro? Bukankah Asmoro sedang meeting bersama mereka? Apa yang akan dilakukan Stella setelah ini?


"Kak Asmoro," panggil Stella dengan lembut.


"Ada apa sayangku?" tanya Asmoro yang sedang bermain dengan gundukan itu.


"Pergilah ke sana. Mereka sedang menunggumu," jawab Stella yang membuat Asmoro menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya aku tidak perlu ke sana. kita akan melakukannya di atas Awan. Aku ingin kamu mau merasakan permainan ranjang di atas awan," celetuk Asmoro yang mengajak Stella bermain ranjang di atas awan.


"Sekarang aku tanya, siapakah atasan yang telah memberikan sebuah perintah kepada mereka?" tanya Asmoro balik.


"Kak Asmoro," jawab Stella.


"Nah kan. Berarti aku yang memegang kendalinya. Kalau begitu kita akan bermain detik ini juga. Biarkanlah mereka menunggu hingga laporannya selesai," jelas Asmoro sambil tersenyum devil.

__ADS_1


melihat senyuman Asmoro seperti iblis, Stella langsung menelan salivanya dengan susah payah. Stella sekarang kebingungan sekali. Kenapa dirinya menarik tangan Stella? meskipun setelah menyuruhnya bekerja, namun Asmoro tetap kekeh dalam pendiriannya. Asmoro tetap saja mempergunakan kelemahan Stella. Hingga Stella mend*sah dengan nikmat.


Sementara lainnya saling bertatap wajah. mereka menunggu Asmoro keluar dari kamar. Mereka menghitung detik demi detik. Namun batang hidung Asmoro tidak kelihatan sama sekali. Mereka mengerutkan keningnya sambil bertanya, kemana Lampard Snowden? Mau tidak mau mereka akhirnya melanjutkan pekerjaan tanpa adanya Lampard atau Asmoro.


"Sepertinya Kak Asmoro sedang melakukan banyak gaya di atas ranjang. Mengingat perkataan banyak orang bahkan seluruh klien. Jika berada di atas awan, mereka menyarankan untuk mencobanya," celetuk Ian.


"Apa?" pekik mereka dengan serempak.


"Ya itu benar. Aku yakin mereka melakukannya di kamar pribadi milik Kak Asmoro," jawab Ian sambil tersenyum manis.


"Cepat atau lambat, sepertinya Black Horizon akan kedatangan tamu kecil. Yang dimana tamu kecil itu akan menggantikan Kak Asmoro selamanya," ucap Leon.


"Ya nggak gitu kali. masih ada Sean dan juga Edward. Mereka bisa dinyatakan sebagai kandidat terkuat. kamu tahu Black Horizon dan Blue Diamond akan dilebur menjadi satu," ucap William.


"Nggak semudah itu lagi. Kamu tahu kak Martin membebaskan anak-anaknya bergabungnya atau tidak di dunia bawah tanah. Kak Martin membiarkan mereka mencari jalan hidupnya. Kak Asmoro sepertinya sama dengan kak Martin. Mereka berdua tidak terlalu menggebu dalam memimpin Black Horizon. Kemungkinan besar semuanya berada di tangan Kak Gio," jelas Ian sambil meraih cangkir lalu mencium aroma kopi yang sedap.

__ADS_1


"Jika bukan mereka, lalu siapa yang memimpin Black Horizon pada generasi selanjutnya?" tanya Leon.


__ADS_2