Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Biar Bagaimanapun Anak Akan Mengikuti Sang Papa.


__ADS_3

“Tenanglah Kak Stella  tidak apa-apa,” jawab Martin.


“Tapi kok nggak pulang-pulang?” tanya Scar.


“Kak Stella ada di rumah kakek,” jawab Martin sambil mengelus rambut pirang Sang Putri.


“Kalau begitu aku ingin ke rumah kakek,” ucap scarlet.


“Nanti ya... jika kakek tidak sibuk,” ucap Martin.


Beberapa saat kemudian datang Lampard dan Ian. Mereka mendekati Martin lalu Lampard melihat Scarlett sedang bersedih. Ian menyapa Scarlett dan melihat lebih dekat wajah sang cucu.


“Scarlett, ikut kakek sebentar! “ ajak Lampard.


“Kak,” panggil Martin.


Lampard mengerti akan hal ini. Ia memberi kode kepada Martin dirinya akan stay di sini. Martin akhirnya memberikan Scarlett. Martin segera menjauh sedikit ke belakang mendekati Ian.


“Scarlett,” panggil Lampard.


Scarlett baru sadar jika sudah berada di dalam gendongan sang kakek. Matanya berkaca-kaca dan memandang Lampard. Ia melihat sang kakek dengan penuh kesedihan. Lampard tidak sengaja melihat mata Sang cucu sembab. Pria paruh baya itu pun tahu kalau Scarlett mengkhawatirkan Stella.


“Kamu kenapa kok menangis begitu?” tanya Lampard.


“Di mana Kak Stella berada?” tanya Scarlett balik.


“Kak Stella berada di apartemen kakek,” jawab Lampard.


“Kalau begitu Scarlett mau ikut ya kek,” jawab  Scarlett.


“Jangan sekarang Scarlett. Kak Stella sedang sibuk. Kak Stella rencananya mau tinggal di apartemen kakek,” jawab Lampard.


“Kalau Scarlett rindu gimana?” tanya  Scarlett.


“Nanti kalau tidak ada pekerjaan dan banyak waktu luang, Kakak akan mengajak Kak Stella ke sini. Kamu jangan menangis lagi ya. Kamu adalah anak hebat. Apakah kamu sudah makan?” tanya Lampard yang penuh senyum manisnya.


Martin melihat lampard yang tersenyum itu hatinya teriris. Bukan berarti Martin merasakan kesedihan cukup mendalam. Ia selaku adik angkatnya tidak mengerti, kenapa Lampard belum memiliki pasangan satu pun. Padahal Lampard sangat tampan dan rupawan. Di usianya yang muda lempar memiliki pesona yang tidak bisa dihindari oleh banyak perempuan. Banyak sekali perempuan-perempuan sedang mengejar Lampard. Bahkan di negaranya sana Lampard termasuk pria tertampan. Beberapa waktu lalu Martin mencarikan seorang perempuan dengan kelas yang sama. Martin berencana ingin menjodohkan Lampard. Namun rencana itu gagal total, Lampard tidak memenuhi undangan Martin di restoran. Hingga perempuan itu tidak mau berkenalan dengan lempar.


Berbagai cara sudah Martin tempuh. Ia bekerja sama dengan Alexa untuk mencarikan seorang jodoh dari kalangan bawah. Tak disangka Lampard menemuinya. Namun sang jodoh itu menolak keras tidak mau memiliki pacar kakek-kakek. Saat itu Lampard bingung dengan image kakek-kakek. Walaupun kakek-kakek, ia tidak pernah menyangka akan ditolak seperti itu. Sakit memang hati ini tapi ya mau gimana lagi. Padahal Lampard telah memiliki segalanya. Sampai Lampard berkata kepada mereka dengan nada menekan. Aku tidak mau dijodohkan dengan siapapun. Martin dan Alexa terkejut dengan suara Lampard menekan tapi tegas seperti itu. Lalu Alexa mencari tahu apa penyebabnya. Setelah tahu Alexa menghembuskan nafasnya. Memang gadis itu masih muda dan kuliah di salah satu kampus di Jakarta. Gadis itu bisa kuliah dengan jalur prestasi. Gadis itu malu karena memiliki pacar kakek-kakek. Alexa tidak menampik hal itu dan paham situasinya. Dengan terpaksa Alexa tidak menjodohkan lagi.


“Kakek sibuk apa sih kok Scarlett tidak ada waktu bersama kakek?” tanya Scarlett.

__ADS_1


“Kakak sibuk mencari uang. Katanya kamu ingin liburan ke museum Pikachu,” jawab Lampard.


Waduh Lampard tidak usah kerja pun bisa liburan di sana. Kenapa juga kok harus mencari alasan. Padahal uang yang dimilikinya sangat banyak sekali. Jangankan mengunjunginya membelinya pun bisa.


“Kata siapa aku mau ke museum Pikachu?” tanya scarlet.


“Kamu yang bilang sendiri pengen ke sana,” jawab Lampard.


“Aku nggak suka Pikachu. Aku pengen ke Maldives kalau udah dewasa,” ucap Scarlett.


Mata Lampard seketika membola. Kenapa Scarlett tiba-tiba ingin pergi ke Maldives dan menunggu dewasa? Sepertinya Lampard mencurigai sesuatu. Perasaan Lampard tidak enak. Lampard harus mencari tahu jawabannya.


Martin yang masih berdiri di sana tertawa mendengar percakapan kedua manusia berbeda generasi itu. Memang Scarlett mempunyai impian pergi ke Maldives setelah dewasa. Namun Scarlett pergi ke sana mengajak mama papanya. Memang Scarlett adalah tipe anak yang sangat sayang keluarga.


“Memangnya kamu pergi ke sana sama siapa?” tanya Lampard.


“Sama suamikulah,” jawab Scarlett.


Lampard sungguh terkejut mendengar jawaban Scarlett. Entah dari mana anak sekecil itu mengerti suami. Lampard mencurigai dua orang bahkan lebih yang telah meracuni anak-anak. Sementara Martin malah tertawa terbahak-bahak bersama Ian.


"Kamu kok tahu istilah suami?” tanya Lampard.


“Ya tahulah Scarlett gitu loh,” jawab Scarlett.


“Masak kakek nggak tahu soal itu. Mama Alexa memiliki suami namanya Martin snowden. Nah gara-gara suami mama Scarlett muncul ke dunia,” jawab Scarlett.


Lampard semakin bingung, lama-lama Scarlett mirip sang papa yang agak setengah ons itu? Cepat atau lambat Scarlett akan ketularan Martin. Ditambah lagi dengan Imron, Ian dan Roth.


Pria paruh baya itu  sangat geram sekali ingin sekali menghajar mereka satu persatu. Bisa-bisanya anak-anak sudah diracuni oleh kata-kata dewasa. Memang dunia ini seakan terbalik. Anak-anak zaman sekarang sudah menjadi dewasa sebelum waktunya.


Ian yang sedari tadi tertawa bersama Martin langsung terdiam. Meskipun perasaannya tidak enak kepada Lampard namun dirinya bisa menangkap isi cerita pertanyaan tersebut. Ia harus mencari cara agar lepas dari jeratan kakek-kakek galak.


Martin yang mendekati Ian bergegas menyikutnya. Martin tahu ini adalah ulahnya sendiri. Beberapa waktu lalu Scarlett pernah bertanya, siapa sih suaminya Mama itu? Dengan penuh semangat Martin menjelaskan siapa suaminya dan karena dirinya Scarlett hadir di dunia ini. Scarlett sering ikut sang mama ke restoran. Di saat sang mama sendirian banyak pengunjung yang sudah mengenalnya bertanya tentang Martin. Pengunjung itu selalu bertanya suaminya di mana ya Mbak kok sendirian aja? Alexa menjelaskan kalau suaminya sedang sibuk. Kemudian Scarlett penasaran, siapa suami mama? Alexa hanya mengedikkan bahunya tidak tahu. Semenjak itulah Scarlett bertanya kepada Martin. Hingga akhirnya menjadi bencana buat Lampard.


“Sepertinya ada yang mengatakan sesuatu kepada Scarlett?" tanya Ian kepada Martin.


“Itu aku yang mengatakannya. Kamu tahu kan kalau Scarlett penasaran sama suami mamanya,” jawab Martin.


"Syukurlah kalau begitu. Jujur gue bener-bener takut kalau kakek galak itu ngamuk. Aku nanti jadi kena amarahnya” ucap Ian. “Bagaimana kabar Sean dan Edward? “


“Mereka baik-baik saja. Alexa sudah menenangkan mereka dan bermain bersama,” jawab Martin.

__ADS_1


Lampard mendekati mereka sambil menatap nya dengan tajam. Gara-gara tadi Lampard sangat murka. Lampard segera menurunkan Scarlett untuk menjauh sebentar. Scarlett akhirnya menyetujuinya dan duduk di pendopo bersama para pengawal.


“Siapa yang mengajarkan Scarlett dengan kata-kata dewasa?” tanya Lampard dengan wajah menyeramkan.


Glek.


Mereka berdua sungguh terkejut melihat Lampard sudah menjadi dingin dan menyeramkan. Mereka menelan salivanya dengan susah payah. Kemudian Ian mulai mundur beberapa langkah. Karena Ian tidak bersalah sama sekali.


“Kenapa kamu mundur Ian?” tanya Lampard.


“Aku mundur karena mengecek email kamu yang sudah menumpuk dari semalam,” jawab Ian yang sedang mencari alasan.


“Pintar sekali alasan kamu itu ya! Bisa-bisanya kamu mencari alasan seperti itu!” tegas Lampard.


Dengan terpaksa Ian menghadapi Lampard. Namun ketika Lampard mau ceramah ponsel Ian berbunyi. Ian mundur beberapa langkah untuk mengangkat ponselnya.


“Sorry bos ada telepon masuk,” seru Ian.


Lampard hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Lalu Martin harus mencari alasan agar bisa kabur dari sang kakak. Ketika sedang mencari alasan, Lampard mendekati Martin lalu merangkulnya. Dengan penuh basa-basi Lampard mengajak Martin agak menjauh. Seketika itu Lampard membanting tubuh Martin di atas tanah.


Bough!


Argh!!!!!


Martin berteriak kesakitan karena tulangnya mulai patah. Lampard langsung jongkok dan memegang wajah Martin. Dengan wajah iblisnya Lampard berkata sesuatu, “Jangan sekali-sekali kamu mengajarkan anak-anakmu dengan kata-kata dewasa. Karena mereka masih sangat kecil untuk mengetahui urusan orang dewasa. Apakah kamu paham! "


“Masalahny bukan begitu bro! Akan aku jelaskan sekarang dan berdirilah kamu terlebih dahulu,” ujar Martin.


Pria itu langsung berdiri dan menunggu Martin berdiri. Ia tidak habis pikir dengan sang adik karena mengajarkan hal-hal seperti itu kepada anak-anaknya. Setelah berdiri, Martin menjelaskan semuanya. Lampard pun tertawa terbahak-bahak karena ulah Martin. Memang benar suami Alexa adalah dirinya. Untung saja lampard mengerti duduk permasalahannya. Andai saja para pengunjung itu tidak mengatakan perihal tentang dirinya, Alexa tidak akan menjawabnya.


"Sorry boy, aku telah membantingmu seperti itu,” ucap Lampard dengan menyesal.


Martin pun paham dengan Lampard. Terkadang dirinya juga salah sering memakai bahasa formal. Martin sering sekali memakai bahasa gaul ketika ngobrol dengan Alexa. Makanya anak-anaknya suka meng-copy kata-kata dirinya.


“Beginilah kalau jadi ayah. Semua tingkah dan perilaku akan dicontoh oleh anak-anaknya. Aku nggak tahu lagi harus bagaimana? Aku nggak akan bisa menjaga sikap dengan menjadi pria yang arogan saat berada di kantor. Aku ingin menjadi ayah yang sangat menyenangkan buat anak-anakku. Dengan itu aku berharap mereka bisa menyayangiku kembali. Aku juga pengen menjadi sahabat buat anak-anakku. Aku tidak mau mereka menjauh gara-gara aku yang selalu memasang sikap arogan,” ucap Martin.


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2