Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kejujuran Asmoro.


__ADS_3

"Baiklah. Aku akan menceritakan semuanya tentang diriku ke kamu. Aku harap setelah ini kamu nggak boleh kecewa," ucap Asmoro.


"Kenapa kamu harus bilang aku akan kecewa?" tanya Stella yang memegang tangan kekar Asmoro.


"Karena kamu aku kembali menjadi ceria. Aku tidak bisa menjadi begini sebelum berkenalan dengan kamu. Akan aku ceritakan tentang diriku ini," jelas Asmoro sambil menggenggam tangan Stella.


Sebelum bercerita Asmoro menarik nafasnya lalu memandang wajah Stella. Dengan wajah sendunya, Asmoro berharap agar Stella mau memahami dirinya setelah ini. Sebelum berkata Asmoro mencium bibir mungil Stella.


"Baiklah akan aku ceritakan semuanya," ucap Asmoro.


Stella menganggukkan kepalanya dan menyuruh Asmoro bercerita. Stella memilih diam dan membiarkan Asmoro merangkai kata-katanya. Kemudian Asmoro menceritakan semuanya. mulai dari berpacaran dengan Bella dan membuatnya menjadi iblis. Perlahan tapi pasti, Asmoro berhati-hati menceritakannya. Ia tidak ingin Stella kecewa dengan sifatnya ini.


"Aku adalah seorang iblis. Yang di mana iblis akan membunuh seseorang dengan kejam. Aku tahu kamu akan kecewa denganku. Aku tahu kamu akan marah dan meninggalkanku. Tapi kamu Jangan melakukan itu. Jangan pernah. Aku tidak mau kehilanganmu. Karena kamu adalah seorang malaikat dalam hidupku," ucap Asmoro dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


"Semuanya itu tidak jadi masalah. Jika kamu tidak bercerita lebih dahulu. Aku tidak akan meninggalkanmu. Jika kamu tidak cerita, maka aku meninggalkanmu dan langsung memutuskan kontak tanpa harus mencarimu lagi. Aku lebih senang jika seorang pria berkata jujur apa adanya," ujar Stella yang menatap mata Asmoro sambil merentangkan kedua tangannya.


Dengan cepat Asmoro memeluk Stella. hatinya sekarang menjadi lega. Jadi sesuatu dengan Asmoro. Stella sudah mengetahuinya. Bukankah pernikahan harus berkata jujur? Inilah yang dinamakan kejujuran dalam pernikahan. Asmoro tidak mau menutupi sifat iblisnya ini di hadapan Stella. Jika ia menutupinya, maka konsekuensinya berat. Kemungkinan besar Stella akan pergi dari hidupnya. Karena Stella tidak mau menerima sifat iblisnya itu.


"Aku mau menerima kamu apa adanya. Aku lebih senang kalau kamu berbicara dengan jujur. Jika kamu marah seperti iblis. Semoga saja aku bisa meredamnya. Aku lebih senang jika kita selalu berkomunikasi seperti ini. Karena inilah kunci utama dalam pernikahan,'' jelas Stella.


"Kamu benar. setelah ini kamu tidak akan meninggalkanku kan?" tanya Asmoro.


"Kalau kamu selingkuh aku akan meninggalkanmu. Jika kamu tidak selingkuh, aku bersedia disampingmu hingga akhir hayat," jawab Stella.


"Selamanya," bisik Stella.


"Aku harap kamu tidak meminum penunda kehamilan," sahut Asmoro.

__ADS_1


"Obat apa itu?" tanya Stella yang tidak tahu obat-obatan tentang reproduksi.


"Kamu nggak tahu obat itu?" tanya Asmoro balik.


"Aku nggak tahu. aku nggak paham obat-obatan seperti itu. Kamu tahu selama aku sakit tidak pernah meminum obat sama sekali," jawab Stella berkata dengan jujur.


"Bagaimana kalau kamu demam?" tanya Asmoro sambil mengerutkan keningnya.


"Aku nggak boleh demam. Bagaimana kalau aku demam? Sementara mereka menuntutku untuk on time?" tanya Stella yang tiba-tiba saja sedih.


Deg.


Jantung Asmoro berdetak dengan kencang. Asmoro tidak bisa membayangkan jika Stella demam pada waktu itu. Apakah keluarga Tutik memberikan obat buat Stella? Entahlah... Asmoro tidak mengetahuinya sama sekali.

__ADS_1


"Apakah mereka tidak pernah memberikanmu obat sama sekali?" tanya Asmoro.


__ADS_2