Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Stella Bertemu Dengan Patty di Apartemen.


__ADS_3

"Kakak sudah makan. Terima kasih sudah memperhatikan kakek," jawab Yamato dengan penuh senyum dan haru.


Yamato sangat terharu sekali mendapat perhatian dari cucunya itu. Kenapa tidak dari dulu Agatha mengatakan kalau dirinya sudah menikah? Jika saja mereka berkumpul sedari dulu, maka tidak ada kejadian seperti ini.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Yamato. 


"Aku sedang menunggu Kak Ian. Sebentar lagi dia akan balik ke sini," jawab Adelia. 


"Kalau begitu kakek undur diri dulu. Kakek harus beristirahat," ucap Yamato sambil berpamitan kepada mereka. 


Dengan cepat Adelia berdiri dan mengantarkan Yamato ke kamar. Alhasil Yamato semakin bangga terhadap cucunya itu. Sepanjang perjalanan menuju ke kamar, Adelia berkata, "Cepat atau lambat kita akan memiliki anggota baru."


"Maksud kamu apa?" tanya Yamato sambil tersenyum manis. 


"Kak Stella akan segera mengandung dari Kak Asmoro," jawab Adelia yang merasakan akan adanya anggota baru. 


"Apakah itu benar?" tanya Yamato. 


"Itu benar. Kakek akan mendapatkan cicit," jawab Adelia. 


Yamato akhirnya tersenyum dengan manis. Memang benar apa yang dikatakan Adelia. Cepat atau lambat setelah akan mengandung bayinya Asmoro. Betapa bahagianya Yamato saat ini. Setelah itu Yamato berpamitan untuk istirahat. Sedangkan Adelia mengucapkan selamat tidur dan mimpi indah. Kemudian Yamato menutup pintunya dengan pelan.


Saat ingin berbaring Yamato teringat dengan mendiang istrinya. Betapa tidak Adelia sangat mirip sekali dengan sang istri. Bahkan Yamato sendiri mengungkapkan kalau Adelia adalah istrinya yang sudah lama pergi. 


Yamato menghambatkan tubuhnya lalu berbaring di ranjang empuknya. Di sana Yamato berkata, "Jika saja kamu masih ada di dunia ini. Kamu bisa melihat kenakalan Agatha. Anak itu benar-benar sangat menjengkelkan sekali. Akan tetapi Agatha telah memberikan kita tiga cucu sekaligus. Mereka adalah anak-anak yang baik dan saling menyayangi. Terutama pada Adelia. Adelia sangat mirip sekali denganmu. Aku harap kamu bahagia di sana."


Setelah berkata seperti itu, Yamato memejamkan matanya. Tak selang beberapa lama datang Asmoro dan Stella. Jujur saat ini Stella meminta izin kepada Anita. Kalau malam ini ia tidak bisa tidur satu ranjang lagi. Stella dan Asmoro masuk ke dalam sambil menatap Anita. Wanita berparas cantik itu akhirnya duduk di samping Anita. 

__ADS_1


"Mama," panggil Stella dengan lembut. 


"Ada apa?" tanya Anita sambil menatap wajah sang putri. 


"Maaf ya ma. Malam ini aku tidak bisa tidur lagi sama mama," jawab Stella yang membuat Anita menahan tawa. 


Tak disangka jawaban Stella membuat Anita tertawa. Bagaimana bisa dirinya memiliki seorang putri yang sangat lucu seperti itu? Lalu Anita meminta Stella berhadap-hadapan. Kemudian Anita menjelaskan maksud dari Stella itu. 


"Bukankah kamu sudah menikah dengan suamimu itu?" tanya Anita sambil memegang kedua pipi Stella dengan memakai kedua tangannya. 


"Bener juga sih ma. Aku takut Mama nanti marah," jawab Stella. 


"Mama sih nggak takut. Tapi nanti suamimu yang marah sama kamu. Kenapa juga kamu menghindari suamimu itu?" tanya Anita yang membuat Stella tersenyum. 


"Ya sudah kalau begitu aku ingin pulang saja. Aku akan tidur bersama Kak Asmoro," jawab Stella dengan polos. 


Di dalam perjalanan menuju ke apartemennya, Stella melihat ada Patty yang sedang mabuk bersama seorang pria yang sudah berusia paruh baya. Asmoro memegang tangan Stella sambil membisikkan sesuatu, agar Stella tidak takut menghadapi orang-orang seperti itu. 


"Ayo kita pergi dari sini. Sepertinya kamu sudah mengantuk sekali," ajak Asmoro. 


"Tapi Kak?" tanya Stella. 


"Nggak pake tapi-tapian. Kalau kamu kayak gini terus menghindari dia. Dia akan senang dan mencarimu. Setelah itu dia akan menghubungi mamanya dan mengejarmu kembali. Apakah kamu mau jika mereka mengejarmu seperti itu?" Tanya Asmoro lagi. 


Stella menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dirinya tidak boleh takut menghadapi Petty. Dengan tarikan nafas sekali, Stella akhirnya melewati Patty.


Namun sepertinya Patty mengetahui atas Stella. Meskipun mabuk dirinya langsung menarik rambut Stella. Dengan cepat Stella memegang tangan Patty dan membalikkan badannya, "Jika kamu wanita terhormat. maka seharusnya kamu tidak melakukannya sama sekali."

__ADS_1


"Dasar j4l4ng!" bentak Patty. 


"Ck, ungkapan itu bukan ditujukan untukku. Namun ungkapan itu ditujukan hanya untukmu seorang. usia kamu masih terlalu muda untuk melakukan hal-hal beginian. Jika orang itu terhormat, maka orang itu tidak akan menyerang musuhnya seperti ini," jelas Stella yang sudah berani melawan Patty. 


*Dasar sialan lu!" bentak Patty lagi. 


"Terima kasih kamu sudah memberikan aku dua peluru yang bersarang di tulang ekorku dan jantungku. Gara-gara dua peluru itu, aku menjadi hidup kembali dan merasakan cinta yang tulus dari seseorang. Oh ya.. kenapa kamu nggak mengundang seluruh media? Jika kamu berhasil mendapatkan Kurumi Company," ejek Stella kepada Patty.  


Wajah cantik Patty yang semula ceria berubah menjadi muram. Ia tidak ingin diejek oleh siapapun. Namun sekarang Stella sangat berani sekali mengejeknya. Dengan kata lain dirinya menyerang Stella saat itu juga. 


Ketika terjadi penyerangan, Stella menghindari pukulan dari Patty. Bahkan dirinya menangkis tangan Patty sambil tertawa, "Kamu tidak akan mungkin bisa melawanku lagi. Karena aku sudah bangkit dari keterpurukanku dan membalaskan semua dendam keluargaku kepada kalian. Cepat atau lambat kalian akan mati di tanganku!" 


Asmara yang mendengarnya tersenyum manis. Diam-diam dirinya memuji kehebatan sang istri. Betapa tidak sang istri berani menghadapi musuhnya dengan nada tegas dan pemberani. 


"Awas aja kamu! Besok aku akan klarifikasi berita yang sebenarnya. Kurumi adalah milikku selamanya. Tidak akan ada lagi yang merebut Kurumi dari tanganku!" bentak Patty. 


"Coba saja kamu lakukan. Aku tidak segan-segan memutar keadaan. Jangan pernah bermimpi kamu mendapatkan Kurumi. Selamat tinggal adik sepupuku yang jahat,x balas Stella yang mendekati Asmoro dan meninggalkan mereka sedang menatapnya. 


Patty tidak sengaja melihat Asmoro. Matanya berbinar dan ingin mendapatkannya. Patty tahu kalau Asmoro adalah jajaran orang berduit. Cepat atau lambat dirinya akan merusak kebahagiaan milik Stella. Bisa dikatakan Patty tidak mau melihat kebahagiaan Stella. 


"Ingatlah Stella. Mulai saat ini aku akan merebut suamimu dari tanganmu. Cepat atau lambat kamu akan menderita lagi dan parah. Setelah mengambil suamimu itu, aku akan memperoleh Kurumi dengan mudah. Sekarang bersenang-senanglah sampai puas. nanti kamu akan merasakan akibatnya jika melawanku seperti ini," ancam Patty yang tertawa kecil sambil mengejek Stella. 


Bagaimana dengan tanggapan Stella? Stella percaya pada Asmoro. Dirinya tidak akan terkecoh dengan ucapan Patty. Stella akan menjalani hidup ini dengan indah bersama Asmoro.


Bagaimana dengan tanggapan Asmoro? Jujur setelah menikah, Asmoro semakin lama tidak bisa disentuh oleh wanita manapun. Bahkan Asmoro akan membunuhnya Jika ada yang menyentuhnya.


 

__ADS_1


__ADS_2