
Setelah berkumpulnya keluarga Kanagawa, keluarga Snowden bahagia. Mereka memutuskan untuk menyatukan dua keluarga itu menjadi satu. Di balik berkumpulnya keluarga itu, ada satu rencana terselubung yang di buat oleh Lampard.
Lampard memang sengaja membuat rencana itu untuk menghabisi Exodus dan manajemen Kurumi. Cepat atau lambat pria paruh baya itu pun akan bergerak.
Tepat dua Minggu. Stella sudah sembuh dari lukanya itu. Gadis itu sudah bisa berjalan kembali. Di sisi lain, sang Papa merawat Stella dengan penuh kasih sayang. Begitu juga dengan Stella, gadis itu berterima kasih karena sang papa masih setia bersamanya.
Sore yang cerah di mansion Gio, Stella duduk di taman belakang sambil memandang bunga mawar merah. Lalu Alexa dan Winda datang berkunjung. Alexa segera memeluk Stella sambil berbisik, "Kamu gadis yang hebat sekali. Kamu berani berjuang menghadapi rasa sakitmu itu."
Stella yang mendapatkan dua kalimat dari Alexa langsung air matanya menetes. Meskipun Alexa sangat sibuk dan jarang ke sini, Alexa sering sekali menanyakan kabar dirinya. Jujur Stella sangat bahagia karena mendapatkan tempat yang istimewa di hati Alexa.
Diam-diam Alexa sudah mengklaim kalau Stella dan Adelia adalah adik angkatnya. Kedua gadis itu sangat bahagia sekali. Bagaimana tidak seorang nyonya besar dan memiliki nama di dunia bisnis, mereka diangkat menjadi adik angkat. Bahkan mereka tidak canggung ketika berbicara.
Di mata mereka Alexa adalah wanita yang sangat baik. Banyak sekali orang-orang sangat mengagumi Alexa. Ditambah Alexa itu orangnya tidak pilih-pilih jika bertemu dengan orang. Dengan senang hati Alexa suka memeluk mereka jika ada yang memintanya.
"Terima kasih Kak. Kakak sudah memperhatikan aku meskipun sibuk," ucap Stella dengan wajah bahagia.
"Di mana Adelia?" tanya Alexa yang dari tadi tidak menemukannya.
"Adelia sekarang curang. Jika kedatangan Tuan Ian, aku ditinggal bahkan dibiarkan saja," jawab Stella sambil tersenyum lucu.
"Kamu tahu mereka sudah jadian lama. Bahkan Kak Ian berencana akan menikahinya. Tapi aku nggak tahu kapan? Semoga saja kak Ian bisa berubah dan tidak konyol lagi seperti dulu," celetuk Alexa yang membuat Stella tersenyum.
"Jujur saja kak, mereka sangat cocok sekali. Adelia juga memiliki sifat konyol. Setiap kami berkumpul selalu ada saja celetuk-celetukan yang aneh-aneh. Kami sering tertawa karena ulahnya itu," ujar Stella.
"Syukurlah... Memang Adelia sangat lucu. Bahkan anak-anakku sering tertawa karena ulahnya itu. Anak-anakku jarang sekali menangis ketika bersamanya."
__ADS_1
"Berarti Adelia?"
"Adelia dulu bekerja di tempatnya nyonya besar. Lalu aku sengaja mengambilnya untuk merawat si kembar. Jika tidak mengambilnya aku menjadi kerepotan sekali. Kamu tahu kan merawat anak kembar itu sangat susah. Kalau sendirian tidak bisa dipegang jika salah satu ada yang menangis. Begitu juga dengan Sean, Sean suka protes karena aku terlalu sibuk sama si kembar. Terpaksa aku memperkerjakan Adelia untuk menjadi babysitternya. Selain itu juga Adelia bisa menemani Sean dalam belajar."
"Aku tidak bisa membayangkan, Bagaimana jika aku memiliki tiga anak sekaligus. Mereka sedang tumbuh kembang. Jujur itu sangat menyenangkan sekali melihat mereka. Ditambah lagi dengan kelucuan-kelucuan yang dibuat mereka. Rasanya aku akan tersenyum bahagia."
"Apakah kamu sudah siap menikah? Jika ada seseorang melamarmu."
"Entahlah. Gara-gara mantan pacarku yang bernama Harlem, aku menjadi trauma untuk menjalin hubungan baru lagi. Aku sangka pria itu bisa membuat hidupku nyaman. Ternyata tidak. Harlem sedang mengincarku untuk dijual ke ketua mafia. Bayangkan saja kak hidupku sudah suram begini ditambah lagi dengan Harlem. Bisa-bisa aku mati berdiri."
"Jangan kamu katakan seperti itu. Aku tahu perasaanmu bagaimana? Jika kamu mengenalku ketika masih kecil, kemungkinan besar aku akan menggemblengmu saat itu juga. Aku ingin melihatmu menjadi wanita tangguh. Nggak gampang menangis dan nggak gampang menyerah pada keadaan. Jujur memang ini sangat sulit sekali menghadapi hidup sepertimu. Jangankan kamu, aku pun sama. Banyak tekanan-tekanan dari pihak lawan maupun kawan. Kamu tahu kan apa maksudku?"
"Ya aku tahu maksud kakak. Nggak semuanya hidup itu mulus seperti jalan tol. Jalan tol juga ada yang macet karena diguyur hujan terus-terusan."
"Nah itu dia. Kamu harus bertahan dalam keadaan ini. Memang yang kamu hadapi itu bukan orang lain. Melainkan keluargamu sendiri. Bisa dibayangkan jika suatu keluarga ada yang menikam dari belakang itu namanya musuh dalam selimut. Seharusnya kita bergandengan tangan untuk bekerja sama dalam segala bidang membangun bisnis keluarga yang besar. Itu rumit sekali menurutku."
"Semuanya itu karena perusahaan Kurumi. Mereka memang sengaja menyingkirkanmu dan kalau bisa membunuhmu. Jika tidak maka mereka tidak bisa menguasainya. Itulah kenapa mereka selalu berusaha untuk menyakitimu," seru Natalie yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.
"Kak Natalie?" pekik Stella.
"Iya ini aku. Maafkanlah jika aku tidak pernah datang ke sini," ucap Natalie sambil memeluk tubuh Stella.
"Tidak apa-apa Kak. Aku tahu Kakak sangat sibuk sekali dengan pabrik barunya di daerah Jawa," ujar Stella sambil tersenyum manis.
Kemudian Natalie melepaskan tubuh menghirup udara sambil menatap wajahnya. Natalie tersenyum lalu berkata, "Iya itu benar. Rencananya aku yang akan tinggal di sini dan mengolah pabrik ini. Kemungkinan besar pabrik ini akan bekerja sama dengan Taurus Corps."
__ADS_1
"Ternyata kakak hebat juga. Sudah mengenal bisnis dan seluk-beluknya. Aku juga ingin seperti itu Kak. Tapi," kata Stella yang menggantung.
"Kamu pasti bisa menjadi seperti kami. Tidak perlu belajar tinggi-tinggi asalkan ada kemauan saja. Banyak lho orang-orang seperti itu. Tanpa harus mengenyam pendidikan tinggi mereka mempunyai niat yang kuat. Kamu harus belajar dari mereka. Bagaimana sih caranya jadi orang sukses itu? Aku yakin kamu sanggup dan berani tantangan. Kalau aku saranin lebih baik kamu mengambil yang kecil-kecil saja dulu. Contohnya kamu bisa mendirikan Eo sendiri. Setelah itu kamu rekrut satu atau dua orang saja. Lalu kamu mengambil acara kecil-kecilan. Seperti ulang tahun anak-anak, pesta perpisahan anak sekolah atau apalah. Nanti kamu bisa mengambil lebih tinggi lagi," saran Alexa yang membuat Stella mengangguk paham.
"Aku setuju pendapatmu. Jika kamu ingin melakukannya aku akan memberikan modal. Bisa saja aku joinan sama kamu membuka wo. Sayang loh bakatmu itu mati di tengah jalan. Coba kamu asah secara terus-menerus," tambah Natalie.
"Suatu kehormatan besar jika Kak Natalie bekerja sama denganku. Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan kalian," ujar Stella.
"Tidak perlu membalas kebaikanku. Lebih baik kamu lakukan saja yang terbaik untuk hidupmu. Suatu Hari nanti kamu bisa kok melakukannya. Aku yakin itu. Ditambah lagi kamu sangat jago di bidang Eo. Siapa tahu kamu nanti bisa merambah ke wedding organizer. Aku yakin itu. Aku juga akan membantumu dan join sama kalian," seru Alexa dengan semangat.
"Ish... Kalian ini. Masa anak gadis ditinggal sendirian bersama boneka Barbie," protes Scarlett yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
Ketiga wanita itu terkejut mendengar suara imut Scarlett. Alexa bingung mau menjelaskan bagaimana. Sementara dirinya tidak mengajak Scarlett ke sini. Jujur Alexa tadi berangkat dari kantor. Lalu kenapa tiba-tiba saja ada satu kurcacinya itu muncul.
"Kenapa Mama tidak mengajakku? Kenapa juga mama meninggalkanku di rumah sendirian? Kenapa Mama tidak memberikanku makan siang ini? Dan kenapa Mama membiarkanku tidur sendirian?" protes Scarlett secara beruntun.
"Kamu berangkat ke sini sama siapa? Mama kan nggak ngajak kamu. Karena mama ada di kantor," tanya Alexa sambil memijit keningnya.
"Sama kakek tampan ke sini," jawab Scarlett yang memberikan kode kedipan mata untuk Stella.
"Lalu ke mana kedua kakakmu itu? Jangan bilang kamu meninggalkan mereka. Kalau kamu sampai meninggalkan mereka, mereka akan ngambek sama kamu," tanya Alexa balik yang pusing dengan urusan ketiga kurcacinya itu.
"Tenanglah. Mereka juga ikut. Nggak mungkin aku tinggal. Nanti kalau meninggalkan mereka bisa seluruh rahasiaku bocor kepada Mama," jawab Scarlett dengan polos hingga membuat Stella dan Natalie tertawa terbahak-bahak.
"Oh kamu punya rahasia banyak ya? Sepertinya Mama akan mengorek rahasia itu kepada mereka," ucap Alexa sambil tersenyum menakutkan bagi Scarlett.
__ADS_1
"Oh tidak. Matilah aku," gumam Scarlett sambil menutup mulutnya dan pergi meninggalkan mereka.
Kedua gadis itu masih tertawa terbahak-bahak. Karena mereka sangat terhibur sekali atas kedatangan gadis mungil itu. Entah kenapa Natalie menatap wajah Alexa sambil berkata, "Ketiga anakmu sangat mirip sekali sama kak Martin. Nggak ada yang buang sama sekali. Ditambah lagi dengan sifat konyolnya itu."