
"Iya itu benar. Bahkan mereka memiliki rencana yang akan membunuh Kakak kembar kita. Aku sekarang sedang gelisah memikirkan Kak Hatori. Bisa nggak ya papa dan kakek melindunginya? Karena Kak Hatori sendiri adalah kakak yang sangat menyenangkan sekali," tanya Stella yang penuh harap agar bapak dan kakeknya melindungi Hatori.
"Kita tunggu kabar saja dari mereka. Kita juga tidak akan bisa mendapatkan perintah secara langsung," jawab Adelia yang sebenarnya cemas setelah mendengar kabar itu.
Beberapa saat kemudian ponsel Ian berbunyi lagi. Adelia mengerutkan keningnya dan menatap ada sebuah nama yang berada di layar ponselnya itu. Adelia tersenyum sambil berbisik, "Ternyata gadis kecil yang menghubungi Kak Ian."
"Kenapa ya kok dilemparkan ke kamu?" tanya Stella.
"Karena yang menjadi pertanyaannya, Kak Ian maupun Kak Asmoro tidak akan betah mendengar suara dari Scarlett. Kakak harus tahu sebuah fakta dari ketiga anak-anaknya Kak Alexa," jawab Adelia yang menggeser icon hijau itu.
Dalam hitungan detik, Scarlett langsung berteriak kegirangan karena melihat Adelia. Ia tidak peduli dan melupakan Asmoro. Karena dengan Adelia sendiri, gadis kecil itu sudah merasakan hatinya damai.
Mereka akhirnya mengobrol satu sama lain. Bahkan Stella sendiri ikut gabung dengan mereka. Suasana yang dingin di kota Manchester berubah menjadi sangat hangat sekali. Oleh karena itu mereka tertawa terbahak-bahak. Untungnya para pengawalnya tidak memperdulikan kedua wanita itu. Bisa dilihat kalau kedua wanita itu sedang berbahagia.
Sementara Ian serius kali dalam bekerja. Banyak sekali email yang masuk ke dalam inbox-nya Asmoro. Berhubungan Ian sedang bebas. Maka dirinya yang membalas isi pesan-pesan tersebut.
"Kamu nggak jadi telepon-teleponan sama ketiga kurcaci milik Alexa?" tanya Asmoro.
__ADS_1
"Aku sudah melemparkan ponselku itu kepada Adelia. Biarkanlah mereka berbicara dengan Adelia maupun Stella. Soalnya perempuan itu mudah sekali memahami bahasa bayi," jawab Ian.
Asmoro terkejut mendengar pernyataan dari Ian. Bisa-bisanya sang asisten itu langsung menyimpulkan apa yang dikatakan oleh si kembar.
"Memang benar ya?" tanya Asmoro.
"Memang benar apa yang aku katakan itu. Pertama kali Adelia masuk ke dalam mansionya Alexa. Adelia sendiri tidak pernah sama sekali belajar memegang anak kecil. Dengan penuh kesabarannya, Adelia mulai belajar dan mengenal kata-kata mereka satu persatu. Nggak ada seharian Adelia menangkap ketika mereka sedang berbicara. Aku sendiri saja kebingungan ketika ditanya oleh Adelia," jawab Ian.
"Apakah ini adalah naluri seorang wanita?" tanya Asmoro.
Memang Ian sendiri sering mengobrol tentang masalah wanita. Bisa dikatakan dirinya sangat pandai sekali. Ketika memahami seorang wanita dengan cepat. Bahkan Gio sendiri sudah menobatkan dirinya sebagai pria yang penuh pengertian terhadap wanita.
"Kapan kakak pergi ke rumahnya kakek Al?" tanya Ian.
"Besok siang saja aku akan ke sana. Soalnya aku sendiri ingin bertemu dengan kakek Al. Wajahnya sangat mirip sekali dengan almarhum ayah. Bedanya kalau ayah itu adalah pria yang sangat bijaksana sekali. Beda dengan kakek Al. Beliau malah seperti anak remaja yang memiliki sifat yang menggebu. Bukan ambisi kalau aku mengatakannya. Tapi semuanya kalau sudah mendapatkan sedikit. Kakek Al nggak pernah protes sedikitpun. Beliau malah tersenyum bahagia dan membiarkan semuanya terjadi," jelas Asmoro. "Lalu kapan kamu ke Jogjakarta?"
"Kemungkinan besar Aku ingin mengambil cuti dalam beberapa hari," jawab Ian.
__ADS_1
"Tepatnya?" tanya Asmoro lagi.
"Setelah pulang dari sini. Aku harap kakak memberikan aku cuti dalam beberapa hari ke depan," jawab Ian.
"Kenapa kita tidak berangkat ke sana bersama-sama?" tanya Asmoro. "Stella pernah bercerita kalau dirinya ingin sekali ke Jogjakarta."
"Ya sudah kalau begitu. Kalian bisa menginap di losmen yang berada di depan rumahku," jawab Ian yang mengizinkan Asmoro dan lainnya ikut.
"Aku yakin rumahmu masih besar seperti dulu lagi. Aku akan mengajak ketiga kurcacinya Alexa untuk ikut. Berhubung seminggu ke depan Sean sedang libur. Maka aku akan mengajaknya mereka semua. Ditambah lagi aku memiliki rencana untuk mengajak mereka melihat Pantai ataupun melihat candi Borobudur dan candi Prambanan," jelas Asmoro.
"Sepertinya itu ide yang sangat bagus sekali. Kenapa tidak terpikirkan olehku untuk mengajak mereka semuanya agar bisa menikmati liburan bersama-sama," tanya Ian.
"Tapi aku akan koordinasi dengan Alexa. Aku tidak bisa seenaknya membawa mereka tanpa harus izin sama Alexa," jawab Asmoro.
"Kalau nggak bisa ya kita ajak saja Hatori dan juga mama Anita dan juga papa Agatha," celetuk Ian.
"Ide yang sangat bagus itu. Apakah mereka mau mengunjungi Yogyakarta?" tanya Asmoro.
__ADS_1