
"Hemmp... ini mobil sangat nyaman sekali. Aku merasakan ada sensasi luar biasa," jawab Stella.
"Kalau begitu mobil yang berada di samping mobil ini adalah untuk kamu. Anggap saja aku membelikan mas kawin mobil mewah untuk kamu," ucap Asmoro.
"Warnanya merah," ujar Stella.
"Kalau kamu mau berganti warna menjadi warna favorit. Nanti aku suruh Helman mengurus mobil ini untuk berganti cat," kata Asmoro.
"Apakah bisa?" tanya Stella.
"Semuanya bisa," jawab Asmoro. "Warna apa yang kamu inginkan?"
"Hmmp... warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu," jawab Stella.
"Amazing sekali. Jadi kalau disatukan seperti warna pelangi," ucap Asmoro yang menyalakan mobilnya.
"Hehehe iya. Tapi aku enggak mau warnanya seperti itu. Nanti aku pikirkan tentang masalah ini," ujar Stella.
"Kamu itu sangat lucu sekali. Kalau kamu mengganti warna mobil. Kamu harus bilang sekarang. Karena aku menyuruh Helman untuk mengurusnya. Nanti sebulan kemudian mobil kamu dikirim ke Indonesia," pinta Asmoro yang sengaja memberikan Stella untuk mengganti warna mobilnya.
"Nanti saja dech. Aku akan mencari warna yang bagus," ucap Stella.
Asmoro segera menancapkan gasnya. Asmoro sengaja tidak mengebut. Karena Asmoro sengaja membuat Stella nyaman berada dalam perjalanan.
Entah kenapa Asmoro sungguh sangat sabar sekali. Jiwa iblis yang bersemayam di dalam jiwanya juga sudah lenyap. Tapi terkadang jiwanya itu benar-benar muncul dengan sendirinya.
Jakarta Indonesia.
__ADS_1
Hatori bersama Akashi telah sampai di dalam hutan belantara. Hatori melihat di sekelilingnya yang agak menyeramkan itu. Ia mengerutkan keningnya sambil menatap Akashi.
"Tempat apa ini?" tanya Hatori.
"Ini tempat yang dipakai oleh pak Kevin dan juga Patty mengeksekusi korbannya. Bahkan yang lebih parahnya lagi, tubuh mereka dipotong menjadi banyak. Lalu tubuh itu dibuang di belakang tempat ini. Aku sudah mencari informasinya setelah Hamtaro menangkapnya," jelas Akashi.
"Jujur ini sangat menyeramkan sekali. Bagaimana bisa mereka menjadi orang yang tidak waras seperti itu? Bisa-bisanya mereka menentukan hidup dan matinya seseorang dengan cara mengeksekusi orang," kesal Hatori.
"Iya gitu deh. Tapi tuan muda belum tahu sebenarnya. Kalau mereka itu sangat jahat sekali. Jangankan di hutan belantara ini. Bahkan Patty ketika menjadi model suka mencari korbannya di luar negeri. Nanti saya kirimkan data-datanya buat tuan," ucap Akashi.
"Aku bersyukur adikku tidak kenapa-napa. Kalau saja adikku menjadi korbannya. Aku tidak akan membiarkan dirinya hidup. Aku akan mencabut nyawanya seperti yang dilakukan oleh adikku!" geram Hatori.
Namun hatinya sangat bersyukur sekali. Karena dirinya tidak menyangka sang adik Sampai detik ini masih hidup. Anda kenapa hatinya juga masih tidak rela. Apakah dirinya akan menyimpan dendam ini kepada keluarga Tutik?
"Apakah tempat ini pernah dijamah oleh manusia?" tanya Hatori.
"Ya sudah kalau begitu. Lalu aku harus ngapain?" tanya Hatori.
"Sebaiknya Tuan makan terlebih dahulu. Setelah itu Tuan muda harus pergi ke dalam sana," jawab Akashi.
"Kamu itu kok menyuruh aku ke sana. Sudah tahu aku penakut seperti ini. Malahan kamu menyuruhku masuk ke dalam. Ogah ah. Di sana ada hantunya," jawab Hatori yang membayangkan ada hantu di dalam sana.
"Tidak ada hantu di sana Tuan. Di sana tempatnya sangat bersih sekali. Orang-orang yang berjaga bukanlah orang-orang milik Pak Kevin. Karena orang-orang tersebut sudah ke Tokyo hari ini juga. Orang-orang itu adalah milik pengawal yang ditugaskan oleh Tuan Agatha untuk menjaga tempat ini," ucap Akashi.
Hatori pun memutuskan untuk turun dari mobil. Ia lalu melihat para pengawal yang berada di sana. Memang benar apa yang dikatakan oleh Akashi. Kalau orang-orang yang di sana sedang berjaga adalah orang-orang milik Agatha. Syukurlah masalah satu sudah selesai. Jadi tinggal masalah utamanya.
Hatori dan Akashi berdiam diri di tempat itu. Mereka duduk dengan santai sambil mengobrol tentang dunia bawah tanah. Untung saja Akashi memiliki banyak koneksi. Akashi memiliki otak yang sangat cerdas sekali. Bahkan Akashi sering dinobatkan sebagai pengawal yang memiliki strategi untuk berperang.
__ADS_1
"Bagaimana kalau tempat ini kita jadikan sebuah markas dari klan Kanagawa?" tanya Hatori.
"Sepertinya itu ide yang sangat baik sekali. Kalau boleh usul lebih baik bicarakan saja kepada Tuan besar. Sebab Tuhan besar harus mengetahuinya terlebih dahulu," jawab Akashi dengan serius.
Hatori pun menyetujuinya dan akan membicarakan hal ini dengan baik sama sang papa. Akhirnya Hatori menunggu waktu malam tiba..
Tepat jam 06.00 sore, Hatori sudah terikat. Namun tangannya tidak terlalu terikat dengan kencang. Malahan Akashi sendiri memberikan sebuah trik agar Hatori bisa lepas dari ikatan tersebut. Akashi segera meninggalkan tempat itu. Sedangkan Agatha bersama Gio dan Martin sudah sampai di lokasi tersebut. Mereka menunggu kedatangan pak Kevin bersama Patty.
Sembari menunggu mereka duduk di atas. Mereka juga bisa melihat keadaan Hatori. Sejam dua jam telah berlalu. Pak Kevin bersama Patty masuk ke dalam. Kedua insan itu pun membuka bajunya.
Tanpa mereka sadari, gerak-gerik mereka telah dilihat oleh Agatha dan juga lainnya. Agatha ingin tahu seberapa kejamnya kedua orang tersebut? Akhirnya Agatha dan lainnya matanya masih fokus ke dalam area tersebut.
Hatori yang berpura-pura tidur, tidak mengetahui kedatangan pak Kevin. Lalu Patty mengambil air mineralnya dan membuka tutup botolnya. Wanita itu menuangkan air ke kepala Hatori. Tanpa disadari Hatori, Patty tertawa terbahak-bahak.
Mendengar Patty tertawa terbahak-bahak, Hatori memutuskan untuk bangun dan melihat pak Kevin dan juga Patty. Hingga akhirnya ia tersenyum iblis dan membiarkan mereka menyiksanya terlebih dahulu.
"Oh ini ya yang dinamakan wanita terhormat dan pria terhormat. Ternyata kelakuannya seperti orang yang tidak pernah belajar sopan santun ya?" Tanya Hatori sambil menyindir mereka.
Merasa disindir pak Kevin langsung marah. Ia mengepalkan kedua tangannya lalu memukul perut Hatori. Untung saja, Agatha meminta para pengawalnya untuk melapisi tubuh Hatori dengan bahan khusus. Jika dipukul, Hatori merasakan nyeri saja. Jujur Hatori tidak mau sang Mama khawatir dengan keadaannya. Ia ingin pulang ke rumah dalam keadaan baik-baik saja.
Bugh!
Hatori pun hanya berpura-pura kesakitan sambil meringis. Namun dirinya bersorak kegirangan. Karena Hatori sendiri sedang menahan tawanya.
"Jaga ucapanmu anak muda! Kamu sendiri tidak sopan sama aku! Ketika Lampard tidak berada di tempatnya. Kamu harus menunduk dan menghormatiku. Segala perintahku harus kamu laksanakan! Tapi kamu mulai memberontak. Kebijakan yang aku keluarkan semuanya tidak ada artinya! Dan itu semua karena ulahmu!" bentak pak Kevin.
"Cuma itu saja ya pak. Ini kantor memang diserahkan kepada saya dan papa saya. Kami tidak berani mengubah peraturan demi peraturan yang sudah dibuat oleh sang pemilik perusahaan ini. Semua orang yang berada di sana juga patuh dengan peraturan yang tidak memberatkan ini," ketus Hatori.
__ADS_1
"Gara-gara kamu aku gagal menjadi seorang pemimpin di perusahaan tersebut!" bentak pak Kevin dengan menahan emosinya.