Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Keadaan Yang Mengkhawatirkan.


__ADS_3

Di lantai enam belas, Asmoro sudah sampai. Tangannya kekarnya mulai memegang daun pintu.Ia membuka pintu lalu melihat suasana sangat sepi. Di lantai ini jarang sekali dihuni. Hanya beberapa unit saja yang terisi. Hal itu dikarenakan unit apartemennya itu masih sangat sepi sekali. Walaupun terisi apartemen itu memiliki jarak berjauhan. 


Beda lagi dengan Ian. Ian sengaja ditinggal di lantai sembilan. Tempat itu sangat penuh dan tidak ada celah lagi bagi para penyewa maupun pembeli. Ditambah lagi apartemen itu sangat murah sekali. Selain itu juga Ian sengaja memisahkan diri dari Asmoro. Bisa dikatakan kalau Ian itu sangat bosan sekali jika harus melihat wajah Asmoro secara terus-terusan. 


Namun Ian itu sangat unik sekali. Setiap wanita yang didekatinya sel;aku bertanya kepada Asmoro terlebih dahulu. Jika Asmoro tidak menyukainya, maka Ian tidak akan melanjutkan hubungannya itu. Memang terbilang sangat unik sekali. Bahkan saking uniknya Ian bisa dikatakan wajahnya sangat mirip sekali. Bagai pinang dibelah dua bareng Asmoro. Mereka tidak memperdulikan apa kata mereka. 


Sesampainya di lantai enam belas, mereka berpapasan dengan Alexa dan Martin. Pasangan itu membawa makan malam buat banyak orang yang sudah menemani anak-anaknya. 


"Papa." 


Seru Alexa yang mendekati Asmoro. 


Asmoro tersenyum mendekati Alexa dan mengelus puncak rambut sang putri angkatnya. Ia merasa lega kalau sang Putri baik-baik saja. Lalu ia berganti melihat Martin. Ia juga memeriksanya hingga mendetail. Hingga akhirnya Asmoro mengucapkan syukur karena semuanya selamat. 


"Syukurlah kalian selamat." 


Ucap Asmoro tersenyum sumringah. 


"Aku masih shock dengan kejadian tadi." 


Sahut Martin yang tiba-tiba saja shock dan tidak bicara sama sekali. 


"Dia kurang pandai menyetir mobil. Aku suruh menyebut. Tapi dia malah bingung setengah mati." 


Alexa sangat kesal terhadap Martin. 


"Kamu itu?" 


Kesal Asmoro yang menggelengkan kepalanya karena melihat Martin masih shock. 


"Bukan begitu. Alexa memintaku untuk mengebut dengan kecepatan tinggi. Hingga akhirnya shock berat." 


Kata Martin yang benar-benar sahabat ketakutan. 


"Nggak perlu takut kali. Istrimu itu sudah pengalaman mengebut di jalanan tanpa hambatan. Sekalinya menyebut dari mansion ke apartemen ini hanya berdurasi dua puluh menit." 


Jelas Asmoro yang mengetahui jarak sebenarnya antara mention Alexa dan apartemennya ini.


"Bener juga ya. Kalau begitu aku harus mengurangi ketakutanku ini."

__ADS_1


Ujar Martin yang ingin mengurangi rasa takutnya itu.


"Ayo masuk! Lebih baik kita bahas aja di dalam."


Ajak Asmoro lalu membuka pintu dan melihat Anita bersama Adelia sedang duduk bersama.


"Maafkan aku ma."


Ucap Asmoro Yang menatap wajah Anita.


Anita mengulas senyumnya dan menggelengkan kepalanya. Ia tidak ada maksud untuk marah ataupun kesal terhadap menantunya itu. Ia sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk menjaga tiga kurcaci milik Alexa itu.


"Tidak ada masalah bagiku. Kamu sudah memberikanku pekerjaan yang sangat unik sekali. Biar aku tidak terlalu bosan di dalam apartemen. Ya sudah kalau begitu… kami akan pulang. Anak-anak bareng Stella dan semuanya bercanda habis-habisan."


Asmoro menganggukkan kepalanya sambil mengucapkan terima kasih. Mereka akhirnya berpamitan untuk pulang ke unit apartemennya itu. Begitu juga dengan Alexa dan sepasang suami istri itu juga mengucapkan  terima kasih. Mereka berharap kalau ketiga kurcacinya itu tidak membuat ulah sedikitpun. 


Ketika semuanya sudah pergi, Alexa menuju ke dapur. Alexa segera membagi-bagikan makanan itu ke setiap orang. Sedangkan Asmoro mengajak Martin dan Ian pergi ke ruangan kerjanya. Asmoro ingin menganalisis tentang kejadian ini. Maka dari itu, mereka akan berdiskusi kecil-kecilan.


"Sepertinya kamu harus memiliki pengawal." 


Ucap Asmoro dengan serius.


Sahut Martin yang menghempaskan bokongnya di sofa.


"Nggak gitu kali. Kamu harus waspada setiap saat. Aku yakin mereka adalah Exodus. Cepat atau lambat mereka akan mengetahui siapa kalian semuanya. Itulah beberapa hari ini hatiku merasa sangat gelisah sekali."


Tegas Asmoro sambil menumpuk bukunya.


"Aku tahu Kak. Sekarang aku benar-benar pusing setengah mati. Jika mereka sudah mengetahui keluargaku, anak dan istriku akan terancam semuanya. Aku harus bagaimana untuk saat ini? Akhir-akhir ini aku tidak begitu percaya dengan para pengawal. Derek memberitahukan kalau Blue Diamond ada penyusupnya. Makanya itu aku sendiri kebingungan. Karena musuh bisa masuk ke dalam selimut yang kita tidak pernah tahu kapan menyerangnya."


Jelas Martin.


"Kalau begitu ya sudahlah. Aku akan mengirimkan beberapa orang untuk menjadi pengawal pribadimu dan juga Alexa. Leonardo, William dan Rinto akan ikut bersamaku. Seminggu ke depan akan aku pilihkan pengawal yang benar-benar ingin mengawalmu."


Sahut Asmoro.


"Leonardo, William dan Rinto, Bukankah mereka adalah pengawal khusus untuk Alexa?"


Tanya Ian dengan serius.

__ADS_1


"Sekarang aku rubah posisinya. Mereka sekarang memiliki skill lainnya. Yang di mana skill itu membuat dirinya sangat istimewa di jajaran Black Horizon. Leonardo semakin hari bisa membantu pekerjaan Imron maupun Jacob dalam membackup data dan mencari para musuh seketika. William sudah bisa menganalisis keadaan dengan cepat. Dia sudah mulai memakai alat-alat canggih dan seorang sniper. Rinto, sering sekali Dia membantu pekerjaan di pabrik. Bahkan dia sangat cakap ketika bekerja."


Jelas Asmoro yang membuat Martin sangat terkejut sekali.


"Ternyata kamu?"


Tanya Martin yang menggantung. 


"Jika ada pengawal yang berkembang. Aku akan mengangkatnya dan menyekolahkannya lagi. Itu sudah jadi turun-temurun dari Kak Gio. Makanya jika pengawalku mulai berkembang maka aku akan memberikan dana agar mereka bisa memiliki hidup yang layak. Nggak selamanya pengawal akan menjadi pengawal. Siapa tahu nanti aku bisa menempatkan mereka di perusahaan yang sedang tidak baik. Mereka akan aku berikan keterampilan untuk menjadi mata-mata. Selain itu juga aku memang sengaja membiarkan mereka kesakitan terlebih dahulu."


Jelas Asmoro yang membuat Martin tersenyum.


"Aku setuju dengan pendapat kakak. Kalau begitu aku sangat berterima kasih sekali kepada kakak yang akan memberikanku beberapa pengawalan ketat."


Sahut Martin.


''Kalau begitu tunggulah mereka datang. Leonardo yang akan memilihkan beberapa kandidat lalu aku akan menyaringnya."


Ucap Asmoro dengan serius.


"Nggak usah buru-buru Kak. Nanti Derek juga akan mencarikan beberapa pengawal."


Kata Martin yang membuat Asmoro menganggukkan kepalanya.


"Sekarang bubarkan sementara Blue Diamond. Dikarenakan Exodus sudah melacak keberadaan kalian. Aku akan berusaha melindungi kalian semuanya."


Sahut Asmoro yang meminta Martin membubarkan Blue Diamond terlebih dahulu.


"Kenapa harus dibubarkan? Bisa nggak kita bekerja secara senyap bagaikan ninja?" 


Tanya Martin yang tidak ingin membubarkan gangsternya itu. 


"Aku tahu kamu sangat keberatan sekali. Kalau begitu buat seolah-olah gangstermu bubar. Namun ternyata mereka masih ada dan hidup. Kalau semuanya sudah oke, aku akan menyatukan kekuatan Black Horizon masuk ke Blue Diamond."


Perintah Asmoro agar Martin bersiap-siap untuk berperang.


"Sepertinya kakak ingin berperang?" 


Tanya Martin dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2