
"Pastinya. Makanya Exodus milik kita akan berpusat di negara ini. Itu Kurumi jangan sampai kamu lepas. Kamu tahu kan maksudku apa?" tanya Merry yang mulai meyakinkan John.
"Baiklah aku paham semuanya. Kita akan melakukannya mulai hari ini," jawab John.
Kedua insan itu hanya diam membisu. Meskipun Bella mencoba Merry, namun Merry tetap saja melakukan memecah belah Exodus.
Di tempat perkampungan, Patty bersama Tutik mencoba mencari cara. Agar mereka bisa kembali lagi ke status sosialnya yang dulu.
"Patty," panggil Tutik.
"Ada apa sih?" tanya Patty.
"Apakah kamu akan tetap begini?" tanya Tutik.
"Aku sudah muak tinggal di sini. Aku ingin mengambil semuanya dari tangan John!" geram Patty.
"Apakah kamu yakin bisa melakukannya?" tanya Tutik yang mengetahui siapa itu Merry.
"Aku yakin akan melakukannya. cepat atau lambat John akan mendapatkan balasannya dariku. Dengan terpaksa aku akan bergabung sama Aldo," jawab Patty yang membuat Tutik tersenyum manis.
"Lakukanlah. Sekalian kamu keruk semua asetnya," pinta Tutik.
"Dengan senang hati aku akan melakukannya. Setelah semuanya berhasil akan aku tendang Aldo dari hidupku," jawab Patty.
"Bagus itu ide kamu. Aku mendukung ide kamu," ucap Tutik.
"Aku akan mencari keberadaan Aldo. Aldo harus bertanggung jawab atas bayinya ini," ujar Patty.
Tutik pun menganggukkan kepalanya sambil mengacungkan jempolnya. Ia sangat percaya kepada putrinya untuk melakukan hal itu.
Apartemen Asmoro.
"Apakah ada info tentang Liam?" tanya Gio.
__ADS_1
"Belum ada. Leon sedang mencari informasi tersebut. Cepat atau lambat Leon akan mendapatkan informasi itu. Oh iya... Leon sekarang dibantu oleh Imron," jawab Martin.
"Kita berdoa saja agar tidak terjadi apa-apa. Biang keroknya yaitu John dan Tutik. Semakin hari mereka mengepakkan sayapnya untuk menaklukkan dunia ini. Kita nggak boleh lengah sedikitpun," perintah Asmoro.
"Justru itu. Aku ingin memancingnya," celetuk Gio.
"Jangan berbuat aneh-aneh seperti itu. Sekalinya kamu memancing dan belum ada persiapan sama sekali. Pengawal Liam sangat ganas sekali. Mereka tidak kenal yang namanya belas kasih kepada orang lain," ujar Asmoro yang mengetahui siapa pengawal Liam sebenarnya.
"Apakah kita harus menghubungi interpol untuk menangkapnya?" tanya Martin.
"Tidak semudah itu apa yang kamu bayangkan. Jika kamu menghubungi interpol itu hal yang sia-sia. Liam dapat bersembunyi di mana saja. Bahkan Liam bisa bersembunyi di samudra Hindia sekalipun. Atau juga di segitiga Bermuda di kawasan Amerika sana," jawab Asmoro yang memberitahukan Di mana tempat persembunyian Liam sebenarnya.
Kedua pria itu langsung ciut nyalinya. Bisa-bisanya Asmoro mengatakan seperti itu. Namun kenyataan itu dapat dibenarkan oleh Asmoro.
"Kita kalah saing sekarang," jelas Gio.
Beberapa saat kemudian datang Guntur melalui kaca jendela. Pria itu kalau datang memang sangat aneh sekali. Dia adalah pendamping Gio. Dia memang jago untuk menampakkan dirinya di keluarga Snowden. Bahkan dirinya tidak pernah minder ketika bertemu mereka.
Martin yang mengenal Guntur itu hanya bisa terkekeh. Ia sudah paham dengan kehadiran Guntur yang aneh itu. Martin memandang wajah Guntur sambil bertanya, "Baru saja kamu lewat mana?"
"Jangan-jangan Kamu naik dari bawah ke lantai atas ya?" tanya Martin dengan serius.
"Aku nggak naik dari bawah ke atas. Aku terbang dari langit ke tujuh hingga ke sini," jawab Guntur sambil tersenyum manis.
"Iya deh iya deh... Debat sama kamu nggak menghasilkan apa-apa. Aku malah kehilangan waktuku untuk bekerja," kesal Martin yang diiringi gelak tawa Guntur.
"Nanti akan ada seseorang yang aku kirim bernama Marvin. Dia akan mendampingi kamu hingga misi kalian selesai," ujar Guntur.
"Ketimbang kamu mengirimkan Marvin kepadaku. Lebih baik kamu mengirimkan sebuah ide untuk menghancurkan Exodus!" kesal Martin.
"Memangnya dia bisa mengirimkan ide buat menghancurkan kelompok mafia tersebut?" tanya Asmoro sambil menunjuk Guntur.
"Kuncoro," panggil Guntur.
__ADS_1
"Ngapain kamu manggil Kuncoro? Biarkanlah saja dia semedi bersama istrinya itu," kesal Asmoro yang tidak ingin diganggu oleh Kuncoro.
"Kuncoro dan Sheila keluarlah," panggil Guntur.
Seketika Kuncoro dan Sheila keluar dan tersenyum kepada Asmoro. Asmoro yang tidak sengaja melihat Sheila terkejut. Baru kali ini ia melihat wujud Sheila sang ratu Noe muncul.
"Siapa itu Sheila? Kenapa kamu manggil Sheila ke sini? Jangan macam-macam kau dengan kami," ancam Asmoro yang membuat Guntur tertawa.
''Kamu tidak bisa mengancamnya begitu saja. Hanya aku yang bisa memberikan perintah," ujar Kuncoro.
"Hidup sudah ribet. Eh malah kenal beginian," keluh Asmoro yang membuat Martin tertawa.
"Jangan mengeluh. Cepat atau lambat di dalam diri kamu sudah terpatri. Aku Dan Kamu akan menyatu sebelum masalah ini selesai. Kamu tidak boleh menyerah seperti itu. Kamu harus menjalani takdirmu," ucap Kuncoro yang memperingatkan Asmoro.
Tangan kekar Gio mendarat tepat di pundak Asmoro. Gio mengerti perasaan Asmoro. Bahwa hal ini berada di luar nalarnya. Bagaimana bisa dirinya hidup bersama orang-orang seperti itu?
"Jika kamu mengeluh terus. Aku Yang akan menggantungmu di atas sumur itu," ucap Kuncoro.
"Ngapain juga kamu gantung aku di atas umur itu. Kalau tahu sumur itu membawa bencana seperti ini. Aku tidak akan meminumnya," kesal Asmoro.
"Jangan kesel seperti itu. Aku sengaja mencari keturunanku Untuk menumpas kejahatan nenek sihir itu. John dan Liam adalah keturunan nenek sihir itu. Aku tahu nenek sihir itu masih hidup dan menjelma masuk ke dalam hati Liam dan John. Maka dari itu kamu harus bisa membunuhnya dan menghancurkan sumur tua itu," jelas Kuncoro.
"Itu benar Kak Asmoro. Kamu sudah tidak bisa mengelak. Aku adalah leluhurmu. Apakah suamiku sudah menceritakan asal muasal sumurku bangkit lagi?" tanya Sheila.
"Ya aku sudah tahu semuanya. Tapi kenapa kamu memilihku. Masih banyak lagi keturunanmu yang lainnya," tanya Asmoro sambil menatap Kuncoro.
"Oh ya aku belum bilang Kenapa kamu yang terpilih? Memang banyak keturunanku yang sudah menyebar di dunia ini. Tapi aku memang sengaja memilihmu. Karena kamu memiliki lahir di hari yang sama, bulan yang sama dan waktu yang sama. Selain itu juga kamu memiliki kekuatan yang berasal dari tubuhmu. Diam-diam kamu sudah mengolah dan bisa menghancurkan satu tempat ini," jelas Kuncoro.
"Apakah itu pengaruh dengan aku?" tanya Asmoro.
"Semuanya itu pengaruh. Kamu pernah merasakan satu energi yang tidak bisa diungkapkan. Di mana energi itu membuatmu menjadi kuat. Setelah kamu bercinta bersama Stella. Energi itu sudah mulai bangkit. Tapi kamu harus mengolahnya sedikit demi sedikit. Jika kamu mengolahnya secara bersamaan. Aku pastikan tubuhmu tidak bisa mengangkatnya," jelas Kuncoro.
"Apakah mereka sama?" tanya Asmoro sambil menunjuk Martin dan Gio.
__ADS_1
"Semuanya sama. Mereka berdua bisa mengendalikan kekuatan itu. Cepat atau lambat beberapa orang lagi akan bergabung dalam kelompok ini. Aku sudah memberikannya pendamping," tambah Kuncoro.
"Bagaimana caranya mengatur energi itu?" tanya Asmoro.