Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Gara-Gara Sumur Misterius.


__ADS_3

"Sudah tidak ada lagi Kak. Begitulah informasi yang aku dapatkan," jawab Leon.


"Kalau begitu Pergilah dari sini. Nanti aku panggil lagi jika sudah selesai," suruh Asmoro.


"Nggak usah pergi kali. Biarkan Leon di sini bersama kita," seru Ibra sambil menatap wajah Leon.


"Kenapa kamu nyuruhnya di sini?" tanya Asmoro.


"Masuklah terlebih dahulu!" perintah Ibra. "Nanti aku jelaskan!"


"Kalau begitu baiklah," balas Asmoro.


Asmoro mengajak Stella masuk ke dalam ruangan Raka. Di sana Raka dan Martin sudah menunggunya. Saat melangkah masuk kedua pria itu sungguh terkejut sekali. Mereka tidak menyangka kalau Asmoro berubah menjadi muda.


"Apakah ini Kak Lampard?" tanya Martin dalam hati.


"Sungguh sangat menakjubkan," puji Raka.


Tak lama Ibra dan Leon masuk ke dalam ruangan tersebut. Asmoro mengajak Stella duduk di sofa. Kemudian Asmoro duduk di samping Stella.


Sementara Ibra bingung menjelaskan karena ada Stella. Begitu juga dengan Raka, Raka tahu betul siapa itu Asmoro alias Lampard? Privasi hidupnya tidak boleh tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya.


"Bagaimana aku bisa menjelaskan tentang sumur tua itu? Soalnya aku juga berusia sama dengan Kak Lampard. Apalagi di sana ada Stella," batin Ibra.


"Bagaimana dengan jadwal pemeriksaan Stella?" tanya Asmoro.


"Okelah. Aku periksa dulu ya," jawab Raka.


"Dokter yang aku minta apakah sudah ada?" tanya Asmoro lagi.

__ADS_1


"Sudah ada. Dia bernama Frank," jawab Raka sambil beranjak berdiri.


"Frank? Bukankah Frank sudah meninggal?" tanya Asmoro dalam hati.


Melihat wajah Asmoro, Raka tersenyum sambil memberikan kode kepada Ibra. Lalu Raka mengajak Stella sambil berkata, "Ayolah ikut dengan kami. Kami akan memeriksa kamu di sebuah ruangan khusus."


"Apakah ruangan itu berdekatan dengan Patty?" tanya Stella ketakutan.


"Tidak. Ruangan pemeriksaan untuk tulang-tulang berada di lantai ini," jawab Raka yang tiba-tiba saja melihat wajah Stella dengan penuh ketakutan. "Memangnya Patty ada di sini?"


"Menurut informasi gadis itu berada di ruangan Kak Rinda," jawab Leon.


"Oh, ruangan Kak Rinda jauh dari Kak Rinda adalah seorang dokter kandungan. Ruangannya berada di bawah lantai ini sebanyak dua. Kamu nggak perlu ketakutan seperti itu. Di sini kamu sudah aman sekali," jelas Martin.


"Jujur aku masih sangat takut sekali," ucap Stella sambil berdiri dan meninggalkan mereka.


"Kalau begitu aku ajak salah terlebih dahulu," ajak Raka.


"Bukankah Frank sudah meninggal dalam kejadian itu?" tanya Asmoro.


"Ceritanya cukup rumit. Aku akan menceritakan intinya saja. Memang dalam penyergapan itu Frank berada di garda depan. Sejumlah musuh menembakinya. Lalu Frank ambruk saat itu. Kemudian Imron dan Jacob menolongnya lalu membawanya ke UGD. Syukurlah Frank masih bisa diselamatkan," jawab Ibra. "Tapi kita nggak sadar tentang Frank. Saat itu Frank memakai baju dan celana yang tidak bisa ditembus oleh peluru. Lukanya memang tidak parah. Dia memang gila dan sengaja melakukan kamuflase. Agar para musuh tidak melihat Frank. Sejak saat itulah aku menyembunyikannya. Dia memilih untuk kuliah mengambil jurusan dokter. Begitulah intinya."


"Sial. Gue ketipu juga ternyata," kesal Asmoro.


"Memang. Frank memang jago kamuflase. Makanya dia sangat cocok sekali menjadi mata-mata Black Horizon. Tahun lalu Frank dinyatakan lulus mengambil gelar S3 kedokteran. Kamu tahu kan kalau Frank itu suka belajar medis ketika kita menemukannya?" tanya Ibra.


"Iya itu benar. Syukurlah kalau dia masih hidup. Diam-diam sengaja membuat gebrakan agar hadir membawa ilmu baru. Untung saja kurang berhasil menjadi seorang dokter," ucap Asmoro sambil mendoakannya dengan tulus.


"Itulah kenapa Kak Gio memang menginginkannya," balas Martin. "Kakak berubah menjadi anak sekolahan."

__ADS_1


"Gara-gara seumur itu aku berubah menjadi seperti ini," jelas Asmoro.


"Okelah aku jelaskan tentang sumur itu. Aku juga seumuran denganmu. Saat itu aku nggak sengaja mengambil air di hutan. Tapi sumur itu berada di Tokyo. Kalau nggak salah aku kecapean dan kelelahan. Aku sengaja beristirahat di sana sambil melihat sebuah sumur yang berada di sana. Lalu aku nggak sengaja mengambilnya dan meminum air itu. Dan efeknya aku menjadi anak muda seperti ini. Setelah minum air tersebut, kita tidak bisa berubah menjadi tua lagi. Kita akan menjadi muda hingga abadi," jelas Ibra yang mengetahui sumur misterius itu.


"Kalau begitu aku sangat beruntung sekali bisa meminum sumur itu," ucap Asmoro.


"Kamu harus mengetahuinya. Ada pesan dibalik itu semuanya," ujar Ibra.


"Pesan apa?" tanya Asmoro yang mengerutkan keningnya.


"Jika kita meminum air di dalam sumber-sumur itu, kita sudah melakukan perjanjian. Yang di mana perjanjian itu untuk menumpas kejahatan di muka bumi ini. Contohnya saja aku dan kamu sudah ditetapkan oleh takdir untuk menumpas kejahatan di muka bumi ini seperti Exodus. Di sisi lain kita memiliki kekuatan yang berada di dalam tubuh kita," jawab Ibra.


"Lalu, apakah ada efek tersembunyi di dalam tubuh?" tanya Asmoro.


"Nggak ada efek apa-apa. Tapi kita hanya dikasih tugas untuk memburu orang-orang yang ingin berbuat jahat dan murka. Sepertinya kita adalah orang-orang terpilih," jawab Ibra.


"Bagaimana dengan Evan? Dia adalah seorang co pilot," tanya Asmoro.


"Evan juga sama. Dia adalah anggota Black Horizon. Lebih parahnya Evan adalah seorang Playboy dan sering bermain perempuan. Aku menjadi bingung jika bertemu dengan orang seperti Evan itu," jawab Ibra yang membuat Asmoro terkejut.


"Aku sangka dia bukan anggota Black Horizon," ucap Asmoro lagi.


"Dia adalah seorang veteran perang di negara Inggris sana. Jika dihitung-hitung umur Evan sekitar 120 tahunan. Dia juga tidak sengaja menemukan sumur itu. Jadi dia sengaja meminum air sumber itu dan menikmatinya. Hasilnya sangat mencengangkan sekali. Evan berubah menjadi muda," jelas Ibra.


"Berapa orang yang diminta?" tanya Martin.


"Aku nggak tahu. Aku nggak paham soal itu. Ketika aku meminum air itu, Aku pingsan di area sumur tersebut. Lalu aku bermimpi dengan kakek-kakek yang menjaga sumur itu. Kemudian aku bertanya pada kakek-kakek itu. Kenapa aku berada di sini? Kakak-kakak Itu menjelaskan bahwa aku adalah orang yang terpilih. Aku tanya sekali lagi terpilih maksudnya apa kek? Karena kamu ditugaskan untuk membasmi sebuah organisasi mafia yang ingin menguasai dunia ini. Nanti akan ada beberapa orang lagi sengaja aku pilih. Setelah itu aku akan memberikan air itu secara cuma-cuma kepada mereka," jelas Ibra.


"Mafia yang ingin menguasai dunia? Apakah itu Exodus?" tanya Leon.

__ADS_1


"Kemungkinan besar iya. Dari gelagatnya kita sudah mengetahui siapa itu Exodus. Ditambah lagi dengan rumor yang mengatakan kalau mereka ingin menguasai dunia dan membunuh banyak generasi baru. itulah kenapa kita adalah orang terpilih," jelas Ibra.


"Kalau dipikir-pikir sih iya. Mereka memang ingin menguasai dunia. Mereka sudah memproklamirkan diri sebagai organisasi bawah tanah yang hebat," Martin mulai menganalisis keadaan. "Bagaimana menurutmu?"


__ADS_2