Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Berdiskusi Bersama Sang Asisten Dan Istri.


__ADS_3

"Aku akan membayar saham sebesar tiga puluh persen. Jika kamu berhasil menyingkirkan Asmoro dari perusahaan cabangnya," jawab pria tua itu.


"Ternyata kamu sangat berambisi sekali ya? Padahal dia adalah keponakanmu sendiri," ucap wanita itu.


"Aku tidak memperdulikan akan hal itu. yang penting Lampard harus pergi dari kota ini. Setelah aku menduduki jabatan CEO di sana, aku bisa merebut kantor pusatnya yang berada di Den Haag," ujar pria tua itu yang tidak memperdulikan keselamatan keluarganya.


"Semuanya itu tidak jadi masalah. Aku yakin kamu bisa mendapatkannya. Apakah kamu memiliki dendam terhadap Lampard?''


''Awal kelahirannya aku tidak menyukainya. Karena semua orang sangat menyukainya," jawab pria tua itu.


"Terserah apa katamu. Setelah misi selesai aku akan pergi dari sini. Sungguh aku tidak mau terlibat lebih jauh lagi," ucap wanita itu yang berdiri meninggalkan pria tua itu.


Di sudut ruangan ada seorang pria yang sedang membaca koran. Namun otaknya fokus ke pria tersebut. Sebelum pergi ia ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan. Di sana ia menceritakan pertemuan antara pria tua tadi dengan wanita paruh baya.

__ADS_1


''Skakmat kalian berdua. cepat atau lambat kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang. Karena tuan Lampard tidak akan pernah membuat kalian bahagia," batin pria itu yang meraih kopinya dan menyesapnya pelan-pelan.


Sore yang dingin. Asmoro meraih ponselnya selalu membaca semua pesan masuk dari malam hingga detik ini. Tiba-tiba saja Asmoro tersenyum licik sambil memandang wajah Ian.


"Ternyata kamu sudah menugaskan Rio. Aku belum memberikan kamu tugas. Kamu sudah jalan duluan. Thanks," ucap Asmoro yang tidak tersenyum licik memandang foto wanita paruh baya dan pria berusia senja sedang duduk di cafe


"Aku tahu apa yang kamu maksud. Informasi tentang pamanmu itu, yang bernama James Howard sudah aku kirimkan melalui email. Ternyata di balik gonjang-ganjing perusahaan cabang Manchester itu adalah ulah Paman kamu sendiri. Aku nggak bisa berkata apa-apa. hanya kamu yang bisa memutuskannya bagaimana akhir hidupnya," sahut Ian.


"Awalnya aku tidak menjadi masalah sama dia. Terus semakin lama semakin ke sini Kok orang itu pengen membuat aku hancur. Diam-diam dia ingin merebut semua cabang Manchester. Sebenarnya aku sudah memiliki firasat ini beberapa tahun yang lalu. Yang namanya paman, tentu aku menghormatinya. hampir setiap bulan aku sering banget mengirimkan uang. Uangnya juga cukup besar buat kehidupan Paman sama Bibi. Terus salahku di mana coba?" tanya Asmoro.


''Aku tidak memiliki perusahaan apapun. Bisa dikatakan kalau aku hidup di bawah garis kemiskinan ketika masih kecil. Kalaupun punya aku tidak akan memegangnya. Aku bukan pria yang ingin menikmati hasil dari payah dari siapapun. Lebih baik aku bekerja dan membangun perusahaanku sendiri dari nol hingga saat ini. Kapan-kapan aku akan menemuinya untuk bertanya sesuatu yang penting," jawab Asmoro yang menegaskan dirinya adalah orang yang tidak memiliki apa-apa ketika masih kecil.


''Saranku Kak kasih saja apa yang diminta. Tapi aku tidak yakin itu. di belakangnya ada Bella dan juga Boni. Kakak tahu siapa Bella dan Boni sebenarnya? Mereka adalah saudara kembar. Mereka sama-sama jahat dan berambisi untuk mendapatkan sesuatu tanpa harus berjuang. Motifnya sama saja dengan keluarganya Tutik. Kalau bisa Stella harus bangkit dan melawan mereka. Karena kamu bisa melindungi suamimu dari orang-orang seperti itu. mereka adalah pelakor yang sangat kejam," pesan Ian kepada Stella sambil menjelaskan keraguannya itu.

__ADS_1


''Sepertinya aku butuh informasi yang valid. Agar aku bisa menyerangnya tanpa harus melukai orang-orang itu. Kalau nggak ya sudah,'' pinta Stella yang mulai tegas untuk melawan musuh Asmoro dan membela sang suami hingga darah penghabisan.


''Sebenarnya itu tidak perlu deh. aku masih belum minta bantuan kepada siapapun. Ini hanyalah masalah internal dalam keluargaku. Jika pamanku telah melakukannya dan berbuat curang kepadaku. Mungkin saja aku akan memiskinkannya. Seluruh pemberian yang aku berikan. Aku menariknya dan memberikan ke orang-orang yang tidak mampu di daerah konflik sana. Padahal banyak sekali yang membutuhkan uang untuk menyambung hidup. Apakah aku salah?'' tanya Asmoro kepada Stella dan juga Ian.


''Nggak ada yang salah dari kakak. Aku juga membetulkan apa kata Kakak. Bukan berarti kita mengungkit pemberian ke orang lain. Kita sudah memiliki hidup yang berbeda. Kita nggak bisa mencampuri urusan orang lain. Berhubung orang itu sudah melakukan kesalahan yang fatal. Dengan terpaksa mereka mendapatkan hukuman yang berat. lalu buat apa? Jika paman kakak diberikan uang sebanyak itu? Sekarang menjadi tanda tanya, kenapa sih kok pengen ngambil yang lebih? Aku yakin kakak menjamin seluruh hidupnya,'' jelas Stella.


''Nggak usah diambil Kak. Biarkanlah orang itu menikmati. Tapi hapus semua akses agar dia tidak masuk ke dalam cabang perusahaan Manchester, lainnya dan juga pusat. Jangan dipermudah masalah apapun di dunia ini. Anggap saja Kakak putus hubungan sama dia. siapa sih yang merawat dia? Itu sih saranku saja. Memang agak kejam kita ke orang yang sudah tua. Mau bagaimana lagi? Ini nggak sekali saja loh kak. ini berkali-kali. Banyak orang yang mengeluh karena ulahnya di perusahaan," jelas Ian.


"Tapi agak sedikit kejam. Lebih baik Kakak mencari alternatif lainnya. Jika tidak, nanti itu Paman akan bercerita ke publik dan mengungkit semua kejelekanmu. Nggak semuanya orang tahu bagaimana sifat asli kakak. Mereka itu tidak menyaksikan. Sedangkan mereka hanya mendengar keburukan dari orang lain. Lebih baik mengetahuinya terlebih dahulu lalu kita bisa membela apapun itu. Aku nggak mau image Kakak buruk di mata masyarakat. Aku sangat kagum Bagaimana Kakak bisa membawakan beberapa perusahaan dalam satu genggaman. Perusahaan itu sekarang menjadi sangat besar sekali. Kakak nggak boleh gegabah melakukannya. Yang penting santai dan berkarismatik," tambah Stella yang tidak ingin Asmoro menyerangnya terlebih dahulu.


"Dua masukan telah aku pertimbangkan. Aku juga tidak ingin gegabah melakukannya. Mengingat aku adalah seorang pengusaha sukses. Hanya karena paman karirku akan hancur berantakan. Aku tidak mau itu. Membangun karir dari nol hingga saat ini itu sulit. Apalagi yang dikatakan oleh Stella itu benar. Satu orang bisa membuat percaya dan mencemarkan nama baik seseorang. Lalu seluruh orang akan mengikutinya. Itu sangat sering sekali. Bagaimana menurutmu ian?'' tanya Asmoro.


"Benar yang dikatakan oleh Stella. Sekarang kita harus menyusun strategi. aku akan menghubungi Richard agar bersiap menangani kasus ini. Jika pamanmu melakukan pencemaran nama baik," jawab Ian.

__ADS_1


''Bukankah Richard berada di Turku Finlandia?'' tanya Asmoro.


__ADS_2