Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Wanita Tangguh.


__ADS_3

"Bagaimana pekerjaan papa?" tanya Hatori.


"Semuanya sudah beres. Uang yang dipakai oleh Pak Kevin bukan untuk mengobati sang istri," jawab Agatha yang membereskan banyak berkas yang sedang berserakan di meja.


"Lalu buat anak-anaknya?" tanya Hatori yang mengerutkan keningnya.


"Tidak. Uang itu memang digunakan untuk foya-foya bersama Patty," jelas Agatha.


"Keterlaluan sekali!" geram Hatori.


"Mau bagaimana lagi. Makanya perusahaan telah kehilangan uang sebanyak tiga triliun. Pak Kevin sengaja mengajak bekerja sama dengan manager keuangan terdahulu. Yang sekarang manager keuangannya di mutasi ke Surabaya," jelas Hatori.


"Bagaimana kasusnya sekarang?" tanya Hatori.


"Semuanya sudah diserahkan ke Gio. Tinggal Gio yang sekarang menangani semuanya,'' jawab Agatha.


Ceklek.


Pintu terbuka.


"Hey... kalian ini sedari sore hingga malam hanya berdiskusi! Kapan kalian akan makan malam?' tanya Anita yang benar-benar kesal dengan anak istrinya itu.


"Maaf ma. Kami hampir melupakan makan malam," jawab Agatha.


"Ayo kita makan. Kakek kamu itu sudah menunggu kalian untuk makan malam," ajak Anita.


Mereka segera membereskan semua pekerjaannya satu persatu. Ia langsung menuju ke dapur dan menyambut Yamato.


"Bagaimana pekerjaan kalian sekarang?" tanya Yamato.


"Lancar jaya pa. Semua masalah sudah bisa teratasi. Aku enggak habis pikir, kenapa ini bisa terjadi kepada perusahaan S&T Company?" tanya Agatha yang menghempaskan bokongnya di kursi.


"Ya begitulah. Yang namanya benalu tetaplah benalu. Jadi mereka tidak akan bisa berubah sama sekali," jawab Yamato.


"Ya itu benar," jelas Hatori yang membantu Anita untuk mempersiapkan makanannya.


"Terus kasus kamu bersama Hatori?" tanya Anita.


"Semuanya sudah beres ma. Patty memang sengaja membunuh Hatori demi mendapatkan surat kepemilikan dari Kurumi," jelas Agatha.


"Mana mungkin bisa. Untung kamu sudah mengurus surat asli perusahaan," ucap Yamato.


"Jadi sekarang bagaimana?" tanya Yamato.

__ADS_1


"Aku akan menghancurkannya. Aku tidak akan membangun bisnis makanan di sini. Sebab aku sengaja mempersilakan Gio bersama lainnya membesarkan perusahaan S&T hingga menapak ke langit. Kemungkinan besar aku membangun perusahaan ekspedisi kapal. Yang dimana negara akan semakin maju dengan adanya rute jalur laut," jelas Agatha.


Yamato dan Anita menganggukan tanda setuju. Mereka akan mendukung dengan apa yang akan dilakukan oleh Agatha.


"Hmmp... bagaimana dengan resep kue yang telah kita buat pada beberapa tahun silam?" tanya Anita.


"Lebih baik S&T membeli resep kue itu. Mereka akan mengolahnya kembali dalam bentuk makanan yang baik. Aku yakin kemampuan seluruh staff dan juga para petinggi perusahaan tersebut hebat," jelas Agatha. "Dan kamu Hatori."


"Aku lagi," decak Hatori yang memulai peperangan antara dirinya dengan Agatha.


"Ya... kamu harus mengikuti jejak adik ipar kamu itu," jelas Agatha.


"Di perusahaan aku sudah banyak belajar tentang perusahaan. Aku sendiri memang ingin bergabung dengan Ayashi," ucap Hatori.


"Lalu bagaimana dengan Tutik?' tanya Anita.


"Saatnya kalian balas dendam. Sudah seharusnya kalian balas dendam dan tidak boleh lemah di hadapan Tutik.Kamu tunjukkin diri. Masa kamu enggak kamu mau menunjukkan diri sih? Lagian kamu adalah istriku," jelas Agatha yang membakar semangat Anita.


"Aku ingin merebut apa yang telah menjadi hakku. Tapi untuk sekarang itu tidak mungkin. Karena mereka sudah jatuh miskin," kesal Anita yang ingin balas dendam namun sungguh sial.


"Dia tidak akan bisa berulah lagi. Aku sudah membuat sayembara di dunia bawah tanah dan atas tanah. Kalau ada para pengusaha jangan sampai berkenalan dengan kedua wanita ini. Aku sudah memberikan semua efek yang telah diciptakan semuanya," jelas Agatha.


"Wihh... papa memang dendam kesumat ternyata. Kalau begitu papa akan menimbulkan kedua wanita itu tidak bisa merasakan oksigen baik dengan benar," ledek Hatori.


"Memang benar ya. Apa yang mereka lakukan akan menerima karma. Sedari dulu memang mereka tidak bisa merubah sifat. Mereka ingin sekali menang di dunia ini. Mereka dengan mudahnya menginjak orang-orang yang tidak bersalah sama sekali. Jujur sampai sekarang aku tidak bisa memahami sifat mereka. bahkan aku sendiri adiknya juga enggak tahu apa yang dilakukan oleh mereka," jelas Anita.


"Ya begitu dech. Jadi kalau mau berubah juga percuma. Berubah pun hanya sementara," ucap Hatori. "Ayo ma... kita makan. Lupakan semuanya."


"Mama sudah lupakan semuanya. Mama juga tidak akan mengingat kejadian di masa lalu.Yang berlalu biarlah berlalu," ungkap Anita.


Hatori dan Anita menghempaskan bokongnya. Mereka sangat menikmati indahnya berkumpul. Bahkan mereka sendiri tidak ingin terpisah lagi.


Manchester Uk.


Stella yang selesai melayani Asmoro hanya bisa berbaring meringkuk. Bagaimana bisa tenaga Asmoro sangat kuat sekali. Ia dulu pernah meremehkan Asmoro karena usianya sudah memasuki kepala lima. Bahkan jika dirinya menikahinya, ia sudah memiliki perhitungan yang tepat. Dimana perhitungan itu tidak akan sering-sering berolahraga di ranjang. Namun nyatanya ia salah besar.


"Alu kira kamu tidak akan membuat menyerah. Nyatanya kamu berhasil membuatnya," celetuk Stella.


'Aku adalah perjaka yang baru saja merasakan cinta yang suci dari seorang wanita,' jelas Asmoro.


"Hemmmp... ya dech... baru sekali. Yang kemarin kemana saja?" tanya Stella yang membuat wajah Asmoro memerah.


Stella sadar melihat wajah Asmoro memerah seperti anak remaja baru saja pacaran.

__ADS_1


"Wah... wajah kakak memerah. Kakak memaang super hitz," seru Stella.


'Memangnya aku lagu ya?" tanya Asmoro.


"Sepertinya sih iya," jawab Stella masih nyaman dalam posisinya itu.


"Apakah kamu hamil?' tanya Asmoro.


"Enggak," jawab Stella.


"Katanya kamu datang bulan kamu enggak datang?" tanya Asmoro.


"Ya... memang. Kemungkinan aku kecapekan. Aku memang begitu. Terlalu stres dan capek memikirkan pekerjaan. Sampai-sampai aku datang bulan terlambat," jelas Stella.


"Aku agak kecewa dengan ceritamu itu. Aku berharap kamu bisa hamil," ucap Asmoro.


"Oh... jadi begitu," ujar Stella. "Sabar ya sayang."


"Aku akan selalu menunggu kamu," bisik Asmoro.


"Apanya yang ditunggu? Bukankah aku sendiri orangnya selalu berada di samping kamu?" tanya Stella.


"Hmmp... maksud aku bukan itu. Maksud aku sedang menunggu perut kamu gendut," jawab Asmoro.


"Eh," lirih Stella.


"Ya... memang. Memangnya aku salah?" tanya Asmoro.


"Tidak. Tapi kamu harus bersabar. Karena misi kita belum selesai," jawab Stella.


"Eh... masalah ini. Argh... aku memang benar-benar melupakan sesuatu," kesal Asmoro.


"Menunggu gerhana bulan itu lamanya minta ampun. Banyak sekali yang harus kita kerjakan semuanya," kata Stella.


"Bella sudah beres. Tinggal Patty dan Tutik. Aku akan membuatnya bertekuk lutut," kesal Stella.


"Setelah Bella sekarang Patty," bisik Asmoro yang tersenyum lucu.


"Kamu yang ajarin aku menjadi wanita tangguh. Sekarang kamu mengeluh habis-habisan," bisik Stella balik.


"Ya... aku memang salah membuat kamu menjadi wanita tangguh," elak Asmoro.


"Ngapain juga kamu salah? Seharusnya kamu benar membuat aku menjadi tangguh," tanya Stella.

__ADS_1


__ADS_2