
Secara tidak sadar, setelah memberikannya lampu hijau untuk Asmoro. Lalu Stella menatap wajah Asmoro sambil bertanya, "Apakah Aku mengatakan seperti itu?"
"Sepertinya kamu lupa. Padahal usiamu masih muda," jawab Asmoro sambil tersenyum manis.
"Aku lupa," ucap Stella dengan asal.
"Kapan berangkatnya kalau kalian berdebat di sini?" tanya Ian.
"Aku berangkat dulu," pamit Asmoro sambil menarik tangan Stella dan jatuh di dalam pelukannya itu.
Adelia tidak sengaja melihat adegan mesra antara asmara dan Stella hanya bisa mengelus dada. Ternyata Asmoro sudah mengklaim Stella sebagai kekasihnya sendiri. Padahal mereka pertama kali bertemu tepat sore kemarin.
"Rasanya baru kemarin kalian bertemu sudah main pelukan saja," ejek Adelia sambil menatap wajah Stella.
"Maafkan aku Adel. Aku sudah mengklaim kakakmu sebagai calon istriku. Beberapa hari lagi aku akan menikahinya. Kamu tenang saja. Tidak akan kubiarkan kakakmu yang cantik ini menderita," ucap Asmoro dengan tegas.
Stella berontak ingin melepaskan dirinya. Namun Asmoro tidak akan pernah melepaskannya. Hal ini membuat Ian kebingungan. Setelah berpamitan mereka keluar dari Mansion.
Bagaimana dengan Adelia dan Ian? Jujur mereka berdua sangat terkejut sekali dengan perlakuan Asmoro. Ditambah lagi Asmoro sangat lembut memperlakukan Stella. Pasangan kekasih itu pun saling memandang dan Adelia berkata, "aku sangka Asmoro tidak kejam seperti Tuan Lampard. Jujur Stella sangat ketakutan sekali jika bertemu dengan Tuan Lampard," kata Adelia dengan jujur.
Iya juga baru menyadari perubahan Lampard ke Asmoro. Lampard yang biasanya memiliki sifat kasar pada perempuan telah musnah. Sedangkan Asmoro memiliki sifat lemah lembut terhadap wanita. Akankah Ian curiga terhadap perubahan sifat Asmoro itu?
"Sepertinya aku merasa ada yang aneh dengan Kak Lampard. Sejujurnya dia tidak pernah seperti ini terhadap wanita. Jika ada yang mendekat, Kakak akan menghempaskannya ke udara. Apakah ini hanya pendekatan saja agar Stella tidak takut? Atau juga dia melakukan sesuatu agar Stella mau menikah dengannya? Jujur ini masih misteri buatku. Semoga kedepannya mereka baik-baik saja dan saling menikah," batin Ian sambil mendoakan pasangan baru itu hingga ke jenjang pernikahan.
"Kenapa kak Ian memandangi mereka seperti itu?" tanya Adelia.
"Enggak. Aku hanya memandangi mereka dengan perasaan membuncah.Semoga saja mereka bisa menikah dan menjalani hidup dengan baik," jawab Ian sambil mendoakan hubungan Asmoro dan Stella.
__ADS_1
"Amin," balas Adelia.
Di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Asmoro sedang membawa mobil. Lalu Sheila menatap wajah tampannya Asmoro membuat hatinya berdetak dengan kencang.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya Asmoro yang sedari tadi mendapat tatapan dari Stella.
"Kamu nggak apa-apa menyetir seperti ini?" tanya Stella balik.
"Memangnya kenapa? Ada yang salah?" tanya Asmoro lagi.
"Enggak. Wajahmu seperti anak sekolahan," jawab Stella. "Lagian juga seharusnya kamu masih sekolah."
"Kalau aku masih sekolah nggak boleh yang namanya pacaran?" Tanya Asmoro.
"Entahlah. Aku bukan ibumu," jawab Stella dengan asal.
"Rasanya ini sangat aneh sekali. Jika aku menikah denganmu, banyak yang mencibirku nanti. Karena aku menikahi anak sekolahan," ujar Stella sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa. Memang ada ya.. jodoh dipisahkan hanya karena status umur saja? Tidak usah bingung. Biarkan saja mereka mencibirmu apapun itu. Yang menjalani pernikahan ini adalah kamu bukan mereka. Mereka tidak tahu enak nggaknya menjalani pernikahan seperti kita," kata Asmoro. "Lagian aku masih bisa membiayai hidupmu kok. Ngapain juga kamu pusing-pusing mendengarkan mereka. Apakah mereka memberikanmu makan?"
"Ya nggaklah. Nanti wajahku awet muda," jawab Stella.
"Malah lebih bagus. Jika wajahmu awet muda, kemungkinan besar kamu pasti dikejar-kejar sama pria-pria yang berada di luar sana. Apalagi sudah menjadi ibu. Kamu bisa menjadi hot mother atau hot mami," ucap Asmoro yang membuat Stella terkekeh.
"Aish... Kenapa bisa menjadi hot mother? Setiap hari aku akan kepanasan," sahut Stella dengan polos.
Asmoro tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Stella. Asmoro sekarang memiliki hobi suka menggoda Stella. Yang digodanya itu sangat senang sekali. Apakah Asmoro jatuh cinta pada Stella? Atas baliknya Stella menyukai Asmoro?
__ADS_1
Dalam hati Asmoro berkata, "dulu aku sangat membencinya. Bahkan memakinya ketika berada di dalam mobilku. Tapi kenapa aku jatuh cinta sama gadis ini? Apakah Tuhan telah menjodohkanku dengan gadis ini? Jujur, gadis ini sangat polos sekali. Saking polosnya gadis ini sering dikerjain sama Tutik dan keluarganya. Bayangkan saja hidup gadis ini sangat menderita sekali. Aku akan mengubah hidup gadis ini menjadi bahagia dan banyak senyum. Rasanya aku sudah tidak sabar lagi untuk menikahinya. Semoga saja gadis ini tidak tahu kalau aku adalah kakek tua yang bernama Lampard."
Sesampainya di rumah sakit Asmoro memarkirkan mobilnya di tempat VVIP. Kemudian Asmoro menatap wajah Stella sambil berkata, "Jangan takut di muka umum. Karena aku ada untukmu."
"Aku masih takut soal kasus kemarin. Sepertinya banyak sekali yang mencariku," ucap Stella.
"Tenang. Rumah sakit ini sangat aman sekali bagimu. Ini adalah rumah sakit milik Alexa. Kamu bisa menikmati segala fasilitasnya tanpa harus kartu khusus pengunjung. Bisa dikatakan kamu dan Adelia sudah menjadi anggota keluarga Snowden," jelas Asmoro.
"Aku tidak tahu harus berkata apa-apa sama mereka. Mereka sudah memberikan aku kebaikan yang banyak sekali. Terutama pada ke Alexa. Kak Alexa menunjang hidupku dengan fasilitas yang mahal. Aku nggak tahu bagaimana harus berterima kasih," ucap Stella.
"Tidak usah dipikirkan. Tiga bulan dari sekarang Stella akan berulang tahun. Aku harap kamu hadir dalam perayaan ulang tahunnya itu," ajak Asmoro.
"Rasanya aku ingin menghadirinya. Tapi aku belum punya uang untuk membeli hadiah," keluh Stella.
"Sampai kapanpun kamu nggak bakalan punya uang sendiri. Soalnya kamu menikah denganku sudah tidak boleh bekerja. Boleh sih tapi kamu harus stand by di kantorku. Dengan syarat kamu akan menemaniku bekerja seharian," ujar Asmoro.
"Kalau begitu aku bisa mati mendadak. Lha wong aku nggak ngapa-ngapain. Kalau aku bosan bagaimana?" tanya Stella.
"Nanti deh aku dari alternatif lainnya. Atau kamu belajar mengurusi perusahaan sedikit demi sedikit. Siapa tahu nanti kamu bisa mengurusi perusahaan Kurumi bersama saudara-saudaramu itu. Gampang kan," jawab Asmoro yang memberikan alternatif lain.
"Ide yang bagus. Aku mau itu. Katanya Kurumi itu sangat besar sekali. Nggak mungkin aku yang mengerjakannya sendiri. Kemungkinan besar aku butuh mereka untuk membantuku," tegas Stella.
"Kamu benar. Aku harap kamu bisa menguasai pekerjaan itu. Adelia biar dia ajarkan oleh Ian. Kalau Hatori dia sudah memiliki skill sendiri," Asmoro membuka pintunya dan melihat mobil putih sedang parkir di sampingnya.
Beberapa saat kemudian Stella melihat mobil putih itu dan terkejut. Dengan cepat gadis cantik itu memegang tangan Asmoro sambil menggelengkan kepalanya, "Jangan keluar dulu."
"Kenapa?" tanya Asmoro.
__ADS_1