
"Sepertinya aku mengenal siapa itu Agatha Kanagawa,'' jawab Gio. "Tapi dimana ya?"
"Apakah kakak ingat akan sesuatu?" tanya Jacob.
Gio mulai mengingat siapa Agatha Kanagawa. Sambil mengingat nama Agatha Jacob berseru, "Kak... Agatha Kanagawa itu seorang owner pembuat makanan jenis roti yang mengandung bahan susu. Nah... Berkat keuletannya Agatha bisa mendirikan sebuah pabrik di Jakarta yang diberi nama Kurumi Company. Bukannya dulu kakak sering membawakan roti itu ke Alexa?"
"Oh.... Agatha asli orang Jepang. Semenjak SMA dia sudah menetap di Jakarta," jawab Gio.
"Ya... Itu benar. Kakak tahu dimana?" tanya Jacob.
Beberapa saat kemudian datang Winda membawa banyak berkas. Tak sengaja Winda memandang wajah Jacob yang sulit diartikan, "Kamu kenapa Jac?"
"Mumpung ada Winda disini. Kamu bisa tanyakan tentang Agatha Kanagawa," usul Gio.
"Apakah Kak Winda tahu siapa Agatha Kanagawa?" tanya Jacob yang masih penasaran.
"Oh... Aku mengenalnya. Kalau enggak salah dia adalah CEO Kurumi Company. Dia kalau enggak salah memiliki anak perempuan yang bernama Stella," jawab Winda. "Kenapa kamu menanyakan tentang Agatha?"
"Apakah dia masih hidup?" tanya Jacob.
"Semenjak ulang tahun Stella yang ke tujuh tahun. Agatha sudah tidak terdengar lagi. Kemungkinan besar Agatha kembali ke negaranya," jawab Winda.
"Kembali ke negaranya?" ucap Jacob yang membingungkan.
"Jika dia ke negaranya lalu bagaimana dengan perusahaannya?" tanya Jacob. "Sementara itu yang memegang Kurumi adalah John Smith."
"John Smith?" pekik Winda.
"Iya... John Smith. Seorang pria angkuh yang ingin menghancurkan Taurus Corps dan Snowden Groups akhir-akhir ini," jawab Jacob.
Gio memijiti keningnya sambil berkata, "Ingin menghancurkan Snowden Groups dan Taurus Corps. Kenapa dia tidak mengincar S&T sekalian?"
"Firasatku mengatakan cepat atau lambat S&T akan diincar juga," jawab Jacob.
"Ini sangat lucu sekali. Siapakah itu John Smith? Jujur saja aku tidak mengenalnya!" seru Gio.
"Apalagi aku," jawab Winda.
Jujur saja mereka tidak mengenal siapa John Smith. Mereka juga tidak paham siapa nama pembisnis itu? Gio menatap wajah Jacob sambil bertanya, " Kenapa kamu bertanya soal itu?''
"Aku kira kakak kenal siapa John?'' tanya Jacob.
__ADS_1
"Aku enggak kenal Jac,'' jawab Winda dan Gio secara bersamaan.
"Kalau begitu ya udahlah. Aku kesini hanya ingin mengorek keterangan kakak. Tapi hasilnya nihil,'' ucap Jacob.
"Ya... aku sudah jujur. Maafkan kami Jac. Aku memang tidak mengenalnya. Aku sendiri juga tidak paham," ungkap Gio dengan kecewa.
"Kamu tahu aku baru saja mendapatkan informasi dari Lampard kalau John telah memasukkan orang dari Meksiko ke sini. Aku enggak tahu tujuannya apa? Sepertinya dia akan membuat ulah,'' celetuk Jacob.
"Apakah itu benar?" tanya Winda.
"Rumit sekali. Jujur saja aku malas sekali berhubungan dengan kartel obat-obatan terlarang asal Meksiko. Mereka sangat bengis sekali. Untung saja aku mengenal beberapa dari mereka,'' ujar Winda.
"Apakah kakak berbisnis obat-obatan terlarang?" tanya Jacob.
"Tidak,'' jawab Winda. "Sebagian dari mereka adalah teman sekolahku dulu. Sampai sekarang kami saling bertukar informasi dan pesan."
"Kalau begitu kakak bisa menanyakan tentang Exodus,'' saran Jacob.
"Nanti aku coba tanyakan siapa mereka? Akhir -akhir ini aku penasaran dengan Exodus,'' ucap Winda.
"Kalau begitu aku mau pamit,'' pamit Jacob.
"Kenapa kamu tidak bertukar pesan saja sih?" kesal Winda.
"Benarkah itu?'' tanya Winda.
"Ya... itu benar. Aku memang menyuruhnya ke sini karena ada salah satu sistem perusahaan yang harus diperbaiki,'' ucap Gio.
"Pulang dulu bos,'' ucap Jacob.
Mereka menganggukan kepalanya secara serempak. Setelah itu Jacob melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
Giovanni Banderas seorang pria bule berkebangsaan Finlandia telah menetap cukup lama di Indonesia. Dia adalah seorang pembisnis yang berpengaruh di dunia sama seperti Lampard. Gio adalah papa kandung dari Alexa. Yang dimana Alexa adalah kaki tangan gangster. Sementara itu Gio adalah ketua umum kelompok mafia Black Horizon. Di dunia atas Gio memiliki sikap ramah dan konyol. Namun jika si bawah Gio adalah seorang pria bengis dan iblis.
Sedangkan istrinya Winda Banderas. Seorang wanita memiliki sejuta pesona kecantikan yang tidak pudar walau usianya sudah menua. Winda termasuk mama yang baik di mata Aexa. Ditambah lagi Winda memiliki IQ di atas rata-rata.
Lampard yang berada di dalam mobil sangat gelisah. Pasalnya Lampard mendapati John Smith menyambut orang-orang tersebut dengan ramah. Jiwa yang tenang dimiliki oleh Lampard sekarang terusik. Keingin tahuannya semakin besar. Lampard takut jika ada pertumpahan darah antar mafia.
"Sedari tadi malam diam saja,'' celetuk Ian.
"Jiwa tenangku terusik. Kamu tahukan kalau John tadi menyambut mereka dengan ramah,'' jawab Lampard dengan serius.
__ADS_1
"Ya... aku tahu itu. Mereka siapa?" tanya Rinto yang sedari tadi mengerti akan kegelisahan sang bosnya itu.
"Apakah aku harus mencari tahu?" tanya Ian.
"Sepertinya sih iya,'' jawab Lampard dengan tersenyum devil.
"Ah... kalau berhubungan dengan orang misterius seperti ini aku ingin menarik Imron saja,'' keluh Ian.
"Terserahlah apa kau kamu. Aku ingin laporan dua jam lagi!" perintah Lampard.
"Selalu saja begitu jika memberi perintah,'' keluh Ian yang berhasil membuat Lampard dan Rinto terkikik.
Sore ini Lampard terjebak macet. Jujur saja Lampard sangat menikmati suasana macet seperti ini. Lampard melihat suasana kota Jakarta yang sedang mendung. Lampard sepertinya memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Mansion Alexa.
Stella yang selesai membersihkan tubuhnya pergi ke dapur. Stella mendengar ada suara Alexa dan para pelayan tertawa lepas. Entah kenapa Stella sangat tertarik sekali dengan suara itu. Stella memutuskan untuk masuk ke dalam dan melihat keseruan Alexa bersama beberapa pelayannya.
Alexa menatap wajah Stella sambil melemparkan senyumannya yang manis. Lalu Alexa melepaskan pisau kemudian menghampiri Stella.
"Stella,'' panggil Alexa.
"Kak,'' panggil Stella balik.
"Ayo gabung bersama kami. Kita akan masak besar. Sebentar lagi kami kedatangan Kakek James dan Nenek Linda!" ajak Alexa.
"Siapakah mereka?" tanya Stella.
"Nanti aku perkenalkan,'' ucap Alexa.
"Baiklah kak,'' balas Stella yang tidak enak hati.
Alexa mengajak Stella bergabung bersama pelayan. Stella tidak pernah menyangka kalau Alexa memiliki hati seperti malaikat. Biasanya kalau orang kaya tidak mau bergabung dengan para pelayan ketika memasak. Namun sekarang yang dilihatnya berbeda. Bahkan sang tuan rumah sangat ramah dan bisa tertawa lepas.
Melihat Alexa yang tertawa lepas, Stella menjadi canggung. Stella tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun karena takut salah. Namun Alexa paham akan hal itu. Alexa segera memanggil Stella dengan lembut, "Stella.''
"Iya kak,'' sahut Stella yang masih canggung.
"Kenapa kamu diam saja sedari tadi?'' tanya Alexa yang mencairkan suasana.
"Aku bingung kak,'' jawab Stella dengan polos.
__ADS_1
"Bingung kenapa?" tanya Alexa.