Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Patty Mencoba Membalikkan Keadaan.


__ADS_3

"Memangnya kenapa sih ma? kok mama berharap banget tubuhku dilemparkan ke pria tua dan jelek?" tanya Patty.


"Itu sebagai imbalan. beberapa kasus yang kamu buat, semuanya sudah berhasil dilakukannya," jawab Tutik.


"Ada nggak versi lainnya?" tanya Patty yang membuat Tutik menggelengkan kepalanya.


"Nggak ada. Itu cara terbaik agar kasusmu selesai," jawab Tutik.


Mau tidak mau Patty akan melakukan cara yang terbaik. Ia tidak akan pernah menyerah untuk menyelesaikan masalah itu. Jujur Patty tidak mau kalau saing dengan siapapun. Patty akan membuat masalah ini cepat selesai dengan cara kotor sekalipun.

__ADS_1


Patty langsung menghubungi pria tua itu. Ia akan membuat janji kepadanya. agar dirinya bisa bertemu dengan pria tua itu. Ia berharap pria tua itu mau menemuinya.


"Apakah kamu sudah selesai membuat janji kepada pria tua itu?" tanya Tutik.


"Ya, aku sudah membuatnya. Kemungkinan besar kami akan bertemu besok dan membuat perjanjian. Aku yakin masalah ini akan cepat selesai. Aku tidak mau ditendang oleh agensi tersebut. masalahnya namaku sudah terkenal di dunia ini. Ditambah lagi aku adalah wanita tercantik di agensi tersebut. Bahkan sang pemiliknya kalah dari wajahku ini," ejek Patty sambil tertawa mengejek Niwa.


"Bagus itu. Semakin lama kamu semakin pintar sekali. Mama sudah memberikan kamu kepintaran. Kamu harus menggunakan sebaik mungkin," puji Tutik sambil meraih tasnya itu.


"Bagus itu," ucap Tutik sambil menepuk tangannya tanda bahagia. "Hari sudah malam. Lebih baik kita melakukan pertemuan dengan Tuan Liam. Aku sudah tidak sabar lagi bertemu dengan Tuan Liam."

__ADS_1


Mereka sangat bahagia lalu keluar dari rumah. Tidak sengaja para tetangga melihat mereka. Para tetangga itu pun langsung memandang baju bagus mereka. Salah satu dari mereka mendekatinya sambil bertanya, "Mau kemana teh?"


"Ih... Nggak level gue sama lu. ngapain lu tanya-tanya tentang gue mau kemana?" ketus Patty yang membuat para tetangga terdiam.


Para tetangga itu pun tidak melanjutkan untuk bertanya. Mereka sangat sakit hati kepada Patty. Memang, para tetangga itu sudah mengecap keluarga Patty adalah keluarga sombong. Jarang sekali mereka bertanya tentang keadaannya. Sungguh kesal mereka. mereka tidak akan lagi untuk bertanya kepada Patty maupun Tutik.


"Lain kali kamu jangan bertanya tentang keluarga itu ya? Semenjak tinggal di sini mereka tidak pernah bertegur sapa dengan kami. Mereka adalah keluarga yang sombong sekali. Aku saja yang tinggal di sampingnya, tidak pernah bertegur sapa," protes salah satu dari mereka.


"kesel juga sih Kalau digituin. bukankah kita itu sebagai tetangga harus saling menyapa?" ucap wanita itu.

__ADS_1


"itu prinsip kita kalau sedang bertetangga. tapi biarkan saja. mereka memiliki dunia sendiri kok. mereka adalah wanita terhormat. Kita, kita bukan wanita terhormat di matanya. coba saja mereka kalau melihat kita kayak apa? sudah kayak sampah saja," sahut yang lainnya.


Apa yang dikatakan oleh para tetangga benar adanya. Patty dan Tutik tidak pernah bertegur sapa kepada para tetangga. Mereka juga jarang sekali bertegur sapa. Kalau ada maunya mereka mendekati dan mengucapkan kata-kata manis seperti gula. Yang paling menyakitkan adalah mereka tidak pernah mengatakan terima kasih setelah selesai dibantu oleh para tetangga. Para tetangga pun sudah biasa dengan kebiasaan mereka.


__ADS_2