
Mereka akhirnya menuju ke hotel yang sudah ditentukan oleh Liam. Mereka sangat bahagia bisa bertemu dengan ketua mafia Exodus. Saat masuk ke dalam hotel, mereka disambut oleh para pengawal Exodus. Para pengawal itu langsung mengantarkannya ke ruangan Liam.
"Selamat datang nyonya. Mari kami antarkan ke ruangan Tuan Liam," jelas sang ketua pengawal itu.
"Baiklah," ucap Tutik sambil tersenyum manis.
Sepanjang perjalanan menuju ke ruangan Liam, mereka melihat beberapa ornamen-ornamen yang sangat indah dari hotel itu. Mereka membayangkan jika seandainya pemilik Hotel itu, Bagaimana reaksi para tetangga yang berada di kampung itu? Memang, mereka suka sekali dengan kemewahan dan memamerkan segala miliknya. Yang lebih parahnya lagi mereka tidak mau membantu kalau ada tetangga sedang kesusahan.
Sesampainya di sana, salah satu pengawal yang menjaganya membukakan pintu. Pengawal itu mempersilahkan masuk. kemudian mereka masuk dengan anggunnya. Tidak sengaja Tutik melihat kamar mewah yang dimiliki oleh Liam. dengan senyum simpulnya, Tutik berkata, "Memang sedari dulu tuan Liam tidak pernah berubah sama sekali. Bahkan Tuan Liam pun seleranya masih sama dengan yang dulu."
"Apakah itu benar ma?" tanya Tutik.
"Itu benar. Kamu memang pandai sekali memujiku Tutik," jawab Lian yang baru saja keluar dari toilet.
__ADS_1
"Apa kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja selama aku tinggal di Indonesia?" tanya Tutik yang membuat Patty terkejut.
"Jadi?" tanya Patty.
"Kamu belum tahu ya siapa tuan Liam sebenarnya?" tanya Tutik.
"Memang aku belum tahu ma," jawab Patty.
"Benarkah itu Tuan Liam?" tanya Patty.
"Itu benar. seharusnya Kurumi itu menjadi milik mamamu. Untuk sekarang ini Kurumi jatuh ke tangan orang yang tidak tepat. Aku akan membantu kalian. Tapi ada beberapa syarat yang harus kalian penuhi. Jika semuanya berhasil, aku bisa merebut Kurumi dan mengatasnamakan namamu atau nama mamamu. Ditambah lagi kamu sangat ambisi sekali untuk menjadi sang CEO. Jika kamu setuju maka kita harus melakukan perjanjian secara cepat," jelas Liam sambil tersenyum manis.
"Apa perjanjiannya Tuan?'' tanya Tutik.
__ADS_1
"Jadilah kamu istri rahasiaku. Aku bisa menjamin hidupmu dan putrimu itu," jawab Liam yang meminta Tutik untuk menjadi istrinya.
"Lalu bagaimana dengan Bella?" tanya Tutik yang tiba-tiba saja teringat dengan Bella.
"Dia adalah seorang penghianat. Dia bekerja sama dengan putrinya untuk mendapatkan seluruh aset milikku. Bahkan organisasi hitamku ingin dipecah menjadi dua. Aku harus mencari cara agar Bella mau tunduk denganku," jelas Liam yang tiba-tiba saja kebingungan.
"Oh Merry. dia sekarang bersama John," celetuk Tutik.
"Bukankah wanita itu yang telah merusak rumah tangga mama?" tanya Patty.
"Kamu harus tahu fakta sesungguhnya. Beberapa tahun yang lalu, Merry pernah bertemu dengan John ketika berada di Kuala Lumpur Malaysia. Mereka saling berkenalan dan diam-diam menjalin cinta. Aku mendapatkan informasi itu dari asistenku sendiri. Memang saat itu asistenku sengaja aku tugaskan untuk menghandle pekerjaanku sementara di Kuala Lumpur. Dia tidak sengaja melihat Merry bersama John," jelas Liam.
"Oh, jadi selama ini John telah berkhianat kepadaku?" tanya Tutik.
__ADS_1