Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Natalie Membuat Ulah.


__ADS_3

"Ya... mereka sangat menakutkan. Saking menakutkan mereka akan bisa memakan kamu secra lahap. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," jelas Asmoro.


Mata Stella membelalak sempurna. Ia membayangkan banyak pria yang lapar karena melihat tubuhnya. Memang benar tubuh Stella mungil. Namun ia memiliki sejuta pesona. Pesonanya itu bisa membuat seorang pria bertekuk lutut di hadapannya.


"Itu tidak boleh. Aku sudah memiliki seorang suami. Suamiku memang keren sekali. Gara-gara terlalu keren, aku membatasi setiap wanita untuk memandanginya," jelas Sascha yang membuat Asmoro tersenyum bahagia.


"Sepertinya kamu mulai bucin?' tanya Asmoro.


"Memangnya aku enggak boleh bucin? Upz... wanita enggak boleh bucin kan?" tanya Stella yang keceplosan ngomong.


"Tapi aku akan bucin sama kamu," bisik Asmoro yang melihat tubuh indah Stella saat berganti baju. "Apakah kamu tidak akan bucin sama kamu?'


"Memangnya aku harus bucin ya?" tanya Stella.


'Ya itu harus," jawab Asmoro yang sudah merasakan sesuatu yang mulai panas. "Cepatlah... kamu ganti baju!"


Disaat tubuhnya mulai memanas tidak karuan, Asmoro memutuskan untuk keluar. Asmoro hanya menghela nafasnya dan menunggu Stella di luar.


"Ternyata kalau sudah menikah, hasratku selalu bergejolak. Apakah ini yang dinamakan seorang pria sempurna?" tanya Asmoro yang memejamkan matanya.


Plakkkk!


Asmoro terkejut dengan pukulan lembut dari seorang pria. Ia langsung menatap wajah yang memukulnya sambil mengerutkan keningnya.


"Papa," pekik Natalie. "Papa sangat keterlaluan sekali!"


"Apanya yang keterlaluan?" tanya Asmoro.


"Waktunya pagi tadi Mama Stella belajar menembak. Malah mengajak main tembak-tembakan di dalam kamar," jawab Natalie dengan kesal.


"Enggak usah kesal begitu," celetuk Asmoro sembari tersenyum manis. "Apakah kamu enggak mau memiliki seorang adik bayi yang sangat lucu sekali?"


"Ah... sepertinya itu sangat mengasyikkan sekali," sahut Natalie sambil tersenyum kegirangan.


"Hmmmp... kamu mau berapa?" tanya Asmoro sambil merayu Natalie.


"Sebelas ditambah dua belas," jawab Natalie yang berkedip genit.


"Apanya yang sebelas ditambah dua belas?" tanya Stella yang baru saja datang.


"Begini mama Stella yang manis. Papa Asmoro ternyata menawarkan begini ke aku. Kamu ingin memiliki adik berapa? Aku jawab sebelas ditambah dua belas. Jadinya semua dua puluh tiga. Aku ingin membangun kelompok kesebalasan sepak bola," jawab Natalie sambil berkedip menatap Asmoro.


"Astaga!" pekik Stella. "Kenapa kalian menyiksaku seperti ini?"

__ADS_1


"Kami tidak menyiksa kamu. Aku hanya menginginkan anak banyak. Supaya aku ingin memiliki banyak keturunan," jawab Asmoro yang menebarkan senyuman yang manis kepada sang istri.


"Hmmmp... sepertinya mama harus memiliki banyak anak," ucap Natalie. "Supaya aku bisa memiliki adik banyak."


Natalie terus saja merayu Stella agar memiliki anak. Jujur dirinya memang sangat menginginkan banyak adik. Namun sang mama tidak pernah memberikannya.


"Ayolah ma.... berikan aku adik!" rengek Natalie yang memegang lengan Stella.


"Tanyakan pada Asmoro sana!" perintah Stella yang menatap tajam wajah Asmoro seperti ingin melemparkan pisau lipat tajam.


"Sepertinya aku harus menuruti keinginan putriku satu ini," ucap Asmoro yang segera berlari amsuk ke dalam mobil.


Brakkkk!


Asmoro sengaja menutup pintunya dengan kencang. Ia mulai berkeringat dingin dan tubuhnya bergetar. Dirinya seakan mendapatkan ancaman dari sang istri. Sungguh ia sangat takut sekali.


"Menyeramkan sekali. Tatapan istriku lebih mengerikan sekali ketimbang tatapan musuh," keluh Asmoro yang tidak sadar atas kehadiran Stella di sampingnya.


"Siapa yang menyeramkan?" tanya Stella dengan suara horornya.


"Istrikulah," jawab Asmoro.


"Apakah tatapan musuh kamu tidak menakutkan?' tanya Stella.


"Tidak!" tegas Asmoro.


"Karena aku takut sekali jika jatah olahraga malam dikurangi," jawab Asmoro.


"Terus?' tanya Stella.


"Aku enggak akan mendapatkan belaian dari istriku ini," jelas Asmoro.


"Terus?" tanya Stella.


"Aku tidak bisa merasakan teh hijau penuh cinta dari tangan istriku," jawab Asmoro yang baru saja sadar karena berbicara dengan Stella.


Asmoro langsung terdiam dan tidak ingin berbicara apapun. Ia juga menelan salivanya berkali-kali. Dirinya langsung mendekat sambil memegang tangannya sambil berkata, "Maaf."


"Tiada maaf bagimu," kesal Stella.


"Ya... harus memaafkan aku," ucap Asmoro.


"Jangan menyentuhku!" tegas Stella.

__ADS_1


"Aku ingin menyentuh kamu," bisik Asmoro.


Tak lama datang Leon bersama Ian yang sedang masuk mobil secara bersamaan. Lalu mereka merasakan ada suasana yang sangat menakutkan. Leon sengaja menyenggol tangan Ian sambil melihat kaca spion.


"Hareudang euy," seru Ian yang ikut-ikutan menatap Asmoro sedang berbuat sesuatu kepada Stella.


"Ada yang bucin nich? Bener-bener bucin ternyata," celetuk Leon.


"Lepaskan tangan kamu!" tegas Stella yang menatap tajam ke arah Asmoro.


"Kenapa aku disuruh melepaskan tanganku?" tanya Asmoro.


"Kamu enggak lihat? Kalau ada Kak Ian bersama Kak Leon sudah masuk ke dalam," tanya Stella.


Asmoro tersadar akan hadirnya Ian dan Leon. Ia segera memisahkan diri ke Stella, "Jalan!''


Leon segera menyalakan mobilnya dan melesat jauh pergi ke perusahaan Asmoro. Sedangkan Natalie sedari tadi hanya melihat mobil itu mulai pergi.


"Andaikn kalau Papa mendapatkan anak banyak dari mama Stella. Aku sangat beruntung sekali. Aku tidak perlu meminta ke mama mendapatkan adik baru lagi," ucap Natalie yang sengaja tidak sadar didengarkan oleh Jacob.


"Lebih baik kita membuat produksi anak yang banyak. Agar kamu tidak kesepian lagi seperti ini," ucap Jacob.


"Apakah kamu serius?" tanya Natalie. "Apakah kamu ingin memiliki seorang anak dariku?"


"Iyalah. Aku tidak ingin menundanya. Kamu tahu kalau uasiaku sudah menua. Sebentar lagi usiaku sudah mencapai kepala empat. Aku tidak ingin seperti Kak Asmoro," jawab Jacob.


"Tapi aku sudah meminta Mama Stella membuat adik bayi sebanyak dua puluh tiga," ucap Natalie yang penuh senyum kemenangan.


"Hmmmp... itu bukan ide yang sangat buruk sekali," celetuk Jacob yang sengaja memegang tangan Natalie.


"Tapi papa Asmoro sangat takut sekali mama stella," sahut Natalie.


"Why?' tanya Jacob yang menyipitkan matanya.


"Mama enggak mau memiliki banyak anak. Bayangkan saja, Mama Stella disuruh memproduksi banyak anak seperti itu," jawab Natalie dengan serius.


"Disini yang salah kamu," beber Jacob yang mengajak Natalie masuk.


"Salahnya gimana?" tanya Natalie yang menurti keinginan Jacob masuk ke dalam.


"Salah besar. Lagian kamu malah menyuruh mama angkatmu untuk memiliki anak angkat sebanyak dua puluh tiga," jelas Jacob


"Aku nggak salah. Jujur aku memang menginginkan adik yang banyak. Aku selalu meminta kepada Mama. Tapi mama menolakku terus-terusan. Lalu apa salahnya aku mau minta kepada Mama angkatku sendiri?" tanya Natalie sambil menatap wajah Jacob.

__ADS_1


"Ya salah. Kamu udah gede. Masak minta adik bayi ke mama angkat. Harusnya kamu minta adik bayi kepadaku. Aku akan memberikannya secara cuma-cuma," jawab Jacob yang mau apa Natalie lalu duduk di sofa.


"Berarti aku salah selama ini. Ya sudah kalau begitu. Bagaimana kamu caranya memberikan aku adik bayi yang banyak?" tanya Natalie.


__ADS_2