Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Gara-Gara Asmoro.


__ADS_3

Asmoro beranjak bangun lalu berdiri. Ia memutuskan untuk pergi ke toilet. Ia membuka bajunya dan melihat tubuhnya yang masih kekar seperti dulu. Asmoro sadar ketika dirinya telah meminum air di sumur tua itu. Tubuhnya tidak bisa menua sesuai dengan umurnya. Ia sangat bingung dan menatap dirinya di depan kaca.


"Gara-gara sumur itu, tubuhku tidak bisa menjadi tua lagi. Tapi ada untungnya juga. Stella tidak akan meninggalkanku selamanya," batin Asmoro.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Asmoro. Ia tidak mau menua ketika menikah dengan Stella. Sebab dirinya tidak mau sang istri mendapat bahan gunjingan oleh masyarakat. Namun Stella sendiri tidak memperdulikannya. Cinta Stella untuknya sangat tulus dan tidak meminta apapun darinya.


Stella terbangun dari tidurnya. Stella melihat kalau ranjangnya berantakan sekali. Hampir setiap hari mereka selalu menyalurkan hasrat biologisnya itu. Mereka juga sangat menyukai akan kegiatan malamnya itu.


Semakin hari cinta mereka semakin kuat. Stella tidak akan membiarkan Asmoro sendirian di dunia ini. Ia sadar kalau dirinya memang mencintainya.


"Aku sendiri bingung dengan kenyataan ini. Bertemu dengannya ketika terluka. Bertemu dengannya ketika rasa takut itu mendarah daging di dalam hatiku. Aku sangka dia adalah pria yang sangat sombong sekali. Aku sangka dia adalah pria yang kurang ajar. Melihat wajahnya seperti orang brengsek. Tapi aku salah besar. Aku tidak sengaja menilai dia sangat buruk. Ternyata diam-diam dia adalah pria yang sangat lembut sekali. Memperlakukanku sebagai seorang wanita dengan tulus. Tanpa meminta apapun dariku Aku selalu memberikannya. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati? Padahal yang dinamakan cinta sejati itu hadir ketika usia sudah menua. Aku tidak terlalu memikirkan itu. Aku hanya memikirkan masa depanku dan juga suamiku," batin Stella.


Semakin hari Stella semakin bahagia. Dirinya benar-benar menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya itu. Ia sebenarnya tidak memperdulikan status sosial pria yang akan menjadi suaminya. Namun Tuhan berkata lain. Tuhan memberikan Asmoro secara cuma-cuma agar bisa menjaganya.


Masa lalu yang kelam membuat dirinya menjadi wanita sederhana. Hidupnya juga berubah drastis. Memang Tuhan telah menyiapkan ini buat Stella. Stella sudah melewati banyak rintangan dan juga tantangan yang sudah diberikan oleh Tuhan. Stella mengikrarkan dirinya agar bangkit dan bisa menghajar semua musuhnya.


"Aku sangat beruntung sekali hari ini. Aku sudah mendapatkan semuanya. Apa yang harus aku cari untuk kedepannya? Aku sekarang bingung dan mencari cara agar kebingunganku menghilang dengan cepat. Lebih baik jalani saja hidup ini bersama keluarga dan juga teman-teman," batin Stella.


Stella membuka pintu toilet dan tidak sengaja melihat Asmoro masih berdiam diri di depan kaca. Dirinya sangat terkejut dan hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar.


"Kamu kenapa seperti itu?" tanya Stella.


"Kamu tahu kalau aku merasakan efek ketika meminum air di sumur tua itu? Tubuhku tidak bisa menua sama sekali. Kulitku serasa kencang ketika berusia sekolah dulu. Aku harus menangis atau apa? Karena aku sendiri bingung," jawab Asmoro.

__ADS_1


"Apakah kamu keberatan akan hal itu?" tanya Stella balik.


"Ya nggak sih. Nanti banyak orang yang mengatakan kalau aku memakai obat-obatan untuk mempererat kulitku ini. Apalagi mukaku bertambah glowing saja," jawab Asmoro.


Dengan cepat Stella memeluknya dari belakang. Terlihat jelas roti sobeknya milik Asmoro terpampang indah. Bagaimana tidak? Stella selalu mengelus-ngelus roti sobeknya itu. Bahkan ia sangat bahagia bisa memiliki seorang suami yang sangat seksi itu.


"Kamu itu sangat seksi sekali," ucap Stella.


"Aku memang seksi dari dulu. Tapi sebelum meminum air di sumur tua itu. Aku tidak terlalu seksi. Karena penuaan di dalam tubuhku ini," ujar Asmoro yang mengakui.


"Sepertinya kamu salah mengatakan itu. Tanpa buka baju aku bisa melihat tubuh kekarmu itu," ledek Stella.


"Sepertinya kamu orang yang pertama kali memujiku seperti itu. Kenapa ya nggak dari dulu aku menikahimu?" tanya Asmoro yang membuat Stella terkejut.


"Kak Asmoro sangat aneh sekali. Dulu kan kita nggak saling kenal. Kenal pun juga nggak pernah saling menyapa. Kamu dulu pernah melihatku seperti hantu yang berada di atas pohon itu. Kamu langsung kabur dan membiarkan aku kesakitan sendirian," kesel Stella.


"Dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang. Gara-gara kamu aku memiliki keberanian yang luar biasa. Dulu aku tidak pernah mau bertemu dengan siapapun dan mengurung diri ketika tidak ada pekerjaan. Karena rasa trauma ku sangat berat sekali pada waktu itu," ucap Stella.


"Yang namanya istri mafia harus menjadi kuat. Yang namanya istri mafia harus memiliki keberanian. Seperti tadi malam keberanianmu sungguh luar biasa. Kamu berani menghempaskan pelakor itu tanpa aku," puji Asmoro.


"Sesungguhnya aku tidak berani melawan yang namanya Bella. Tapi dia sangat kurang ajar sekali sama kamu," kesal Stella.


"Kenapa?" Tanya Asmoro. "Bukannya kamu sudah berani melawannya?"

__ADS_1


"Aku tidak berani Kak. Wajahnya dia sangat menyeramkan sekali. Mau nggak mau aku harus mengusir dia dari sampingmu. Jika dia tidak pergi, dia akan merebutmu dari aku. Oh itu tidak bisa. Kamu adalah milikku selamanya. Memang aku sengaja mengklaim kamu untuk menjadikan suamiku selamanya," jawab Stella dengan blak-blakan.


Betapa bahagianya pria tua itu. Ia tidak menyangka kalau dirinya menjadi pria yang sangat spesial. Saking spesialnya Stella tidak akan membiarkan dirinya jatuh ke tangan orang lain.


"Aku sangat menyukai tubuhmu itu," jelas Stella.


"Aku juga menyukai tubuh mungil kamu itu," jawab Asmoro.


"Apa yang kamu suka dari aku ini?" tanya Stella.


"Hehehe.. aku sangat menyukai semuanya. Terutama pada yang menggantung di dada kamu itu," jawab Asmoro dengan jujur.


Stella menganggukan kepalanya tanda setuju. Stella pernah berdiskusi akan hal ini ketika bersama Adelia, Natalie dan Dilla. Meskipun mereka sangat polos, mereka sangat berani membicarakan hal ini dengan jujur. Apalagi Natalie sangat berpengalaman sekali di atas ranjang bersama Jacob.


"Memang benar apa yang dikatakan oleh mereka. Yang disuka oleh pria itu adalah itu ya?" tanya Stella.


"Enggak juga kali. Itu hanya pendapatku," jawab Asmoro.


"Tapi sebagian pria banyak kok menyukai barang itu," ucap Stella.


"Berarti semakin lama semakin kesini kamu sangat pintar sekali mengetahui seluk beluk seorang pria?' tanya Asmoro.


"Bukannya kamu yang mengajari akan hal itu?" tanya Stella balik.

__ADS_1


"Aku merasa tidak mengajari kamu. Kamunya saja yang sudah paham tentang seorang pria," jawab Asmoro.


"Tapi kamu yang mengajari aku kan?" tanya Asmoro.


__ADS_2