Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kerinduan Agatha Kepada Anita.


__ADS_3

Tanpa perlu aba-aba Hamtaro segera menangkap pria itu. Lalu yang lainnya segera memberikan tali. Kemudian Hamtaro membawa pria itu ke rumah Anita. Di tengah jalan pria itu memberontak dan menghajar Hamtaro. Untung saja Hamtaro dengan cepat bisa mengelak pukulan demi pukulan. Mau tidak mau Hamtaro mengerahkan teman-temannya agar mereka membantu menghajarnya.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Tiga kali Hamtaro memberikan bogem mentah ke arah pria itu. Lalu pria itu berteriak kesakitan. Pria itu tahu siapa yang menghajarnya. Kemudian pria itu berteriak memanggil nama Hamtaro.


"Hamutarō, watashidesu," teriak pria itu.


(Hamtaro ini aku).


Hamtaro terkejut karena mengenali suara pria tersebut. Alangkah kagetnya Hamtaro melihat siapa pria itu sebenarnya? Hamtaro dan lainnya segera membentuk barisan melingkari pria tersebut. Lalu mereka membungkuk sambil memberi salam.


"Kon'nichiwa agasa-san," sapa mereka serempak.


(Salam Tuan Agatha).


Dan ternyata pria yang dipukulinya itu adalah Agatha Kanagawa.yang di mana Agatha adalah bos besarnya. Jujur mereka melakukan kesalahan fatal terhadap bosnya itu. Andaikan Agatha tidak melakukan kesalahan seperti itu, kemungkinan besar mereka tidak akan menyerang begitu saja.


"Kono itamashī dageki o ataete kurete arigatō. Sorede, tsuma no ie wa dokodesu ka?" tanya Agatha.


(Terima kasih sudah memberikan aku pukulan yang menyakitkan ini. Jadi di mana rumah istriku?).

__ADS_1


Mata Hamtaro dan lainnya membulat sempurna. Bisa-bisanya Agatha mengucapkan terima kasih. Mereka menundukkan wajahnya dengan ketakutan. Mereka takut Agata marah dan menghabisinya sekarang. Namun Agatha malah tersenyum dan memukul pundak Hamtaro. Jujur Agatha sangat berterima kasih kepada pengawalnya agar Anita merawatnya.


Melihat Hamtaro dan lainnya ketakutan, Agatha mengulas senyum sambil berkata, "Ochitsuite, watashi wa genkidesu. Watashi wa genki. Kono panchi ni tsuite watashi wa totemo kansha shite imasu. Koi ni tsuma no ki o hikou to shite itakaradesu. Sorekara watashi o tsuma no ie ni tsureteitte kudasai."


(Tenanglah, aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. soal pukulan ini aku sangat berterima kasih. Karena aku memang sengaja mencari perhatian istriku itu. Kalau begitu bawalah aku ke rumah istriku).


Mereka masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh Agatha. Namun Agatha memberikan penjelasan sekali lagi. Dengan mata berbinar, mereka akhirnya tersenyum dan berlutut untuk mengucapkan terima kasih.


Memang yang dilakukan Agatha itu adalah sengaja. Sebelum pergi ke Surabaya, Agatha sudah membuat rencana ini. Bagaimanakah caranya dirinya dipukuli sama pengawalnya itu? Setelah dipukuli Agatha akan meminta Anita untuk merawatnya. Sungguh luar biasa rencana Agatha itu. Diam-diam Agatha mencari perhatian kepada istrinya.


"Sorenara watashitachi to issho ni kite kudasai. Aijin ga ie ni itakaradesu. Shōjikina tokoro, madamu, anata ga yūkai-han ya suri no yō ni mieru no ga totemo kowakattadesu. Kore wa, kono chiikide wa suri ga ippan-tekidakaradesu," jelas Hamtaro.


(Kalau begitu ikutlah dengan kami. Karena nyonya sedang berada di dalam rumah. Jujur saja Nyonya sangat ketakutan sekali melihat anda seperti tukang culik orang dan tukang copet. Sebab daerah sini sering terjadi aksi pencopetan).


Setelah mendapatkan penjelasan dari mereka, Agatha paham dan sangat memakluminya. Memang kalau dipikir-pikir wanita mana sih yang mau diikuti seperti itu? Apalagi banyak sekali rawan penjahat berkeliaran di mana-mana. Ditambah wajah Anita masih kelihatan cantik dan muda. Meskipun usianya sudah paruh baya Anita sering dikejar-kejar oleh pria brondong maupun duda. Alhasil Anita menjadi trauma berat.


"Watashi wa shitte iru, naze anata wa watashi o son'nani zankoku ni kōgeki shita nodesu ka? Watashi no tsuma wa mada totemo utsukushī karadesu. Dakara, ōku no dansei ga torauma ni naru made oikakeru no wa tōzen no kotodesu," jelas Agatha yang membuat mereka mengangguk.


(Aku tahu, Kenapa kalian menyerangku secara brutal? Karena istriku masih sangat cantik sekali. Jadi wajar banyak pria yang mengejar hingga membuatnya trauma).


''Sōdesu. Anita fujin wa, kayui otoko-tachi ni owa reru koto ga ōkatta. Madamu wa saikin totemo kowagatte imasu," jawab Hamtaro.


(Itu benar tuan. Nyonya Anita sering dikejar-kejar sama pria-pria gatal. Jadi nyonya akhir-akhir ini sangat ketakutan sekali).


"Sorekara watashi o anata no aijin ni tsureteitte kudasai. Watashi o nagutta nante iwanaide. Sō sō,-ka ni tsuitara omaera ga sakida. Tabemono o takusan kau. Anīta e no koi o tebanasukara. Wakarimasu ka?" perintah Agatha.

__ADS_1


(Kalau begitu antarkan aku ke nyonyamu itu. Jangan bilang kalau kalian menghajarku. Oh iya.. setelah sampai rumah, kalian Pergilah dahulu. Belilah makanan yang banyak. Karena aku akan melepaskan rindu ke Anita. Apakah kalian paham?)


Mereka mengangguk serempak dan tersenyum bahagia. Untung saja Agatha tidak melakukan pemukulan terhadap mereka. Mereka mengucapkan terima kasih karena terhindar dari masalah besar. Lalu Hamtaro mengantarkan Agatha pergi ke rumah Anita.


Setelah sampai sana, Agatha tidak lupa memberikan beberapa lembar uang merah kepada mereka. Memang Agatha adalah pria yang bermurah hati kepada pengawalnya.


"2-Jikan no jiyū jikan o sashiagemasu. Tanoshinde itadakereba saiwaidesu. Sonogo, anata-tachi wa koko ni modotte kimasu!" titah Agatha sambil melambaikan tangannya supaya Hamtaro pergi.


(Aku memberikan kamu waktu bebas selama dua jam. Aku harap kalian bisa menikmatinya. setelah itu kalian kembalilah ke sini).


Hamtaro menuruti keinginan Agatha. Lalu dirinya pergi meninggalkan rumah itu hanya untuk dua jam saja.


Kemudian Agatha melangkahkan kakinya menuju ke dalam. Saat menuju ke dalam jantung Agatha berdetak kencang. Dirinya tidak kuasa menahan sesak di dalam dada. Sebelum masuk kakinya berhenti sambil menatap rumah tersebut. Rumah ini adalah pemberiannya ketika sebelum terjadi huru-hara dalam rumah tangganya.


Agatha sengaja membeli rumah itu karena untuk tempat tinggalnya ketika di Surabaya. Di kota ini Agatha mendirikan dua pabrik sekaligus. Betapa bahagianya saat itu mengingat momen-momen indah bersama Anita yang sedang mengandung bayi kembar tiga.


Tak sengaja Agatha masuk ke dalam hingga melihat beberapa foto putrinya. Diam-diam Agatha menahan air matanya. Kenapa saat itu dirinya sangat bodoh sekali? Kenapa hanya Hatori saja yang diselamatkan? Kenapa mereka terpisah seperti ini?


Pertanyaan-pertanyaan itu mulai muncul dalam benaknya. Andai saja kalau Agatha tidak mengangkat dan menafkahi Tutik, kemungkinan besar rumah tangganya tidak hancur berkeping-keping. Yang lebih parahnya lagi Agatha mengingat cerita dari Lampard.


Waktu Stella berbaring air mata Agatha tidak berhenti. Ia sangat sedih ketika tahu Sang Putri sangat menderita sekali. Jika Anita mendengarnya kemungkinan besar akan murka. Namun Agatha harus mencegahnya. Agar Anita tidak masuk ke dalam perangkap mereka.


Satu paragraf buat Anita. Maafkanlah Aku karena kejadian itu sangat mendesak. Banyak berbagai pihak mereka mendukung atas masuknya Tuti ke dalam perusahaan. Namun siapa sangka Tutik benar-benar membuat hancurnya rumah tangga Agatha.


Perih.

__ADS_1


Satu kata itu membuat hatinya memiliki luka dalam yang tidak bisa sembuh. Mau tidak mau Agata akan mengajak Anita tinggal di Jakarta. Bukan berarti Agatha membuat Anita dalam bahaya. Bukan itu maksud Agatha, Agatha ingin keluarganya berkumpul kembali.


Klontang.


__ADS_2