Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Keinginan Tahuan Stella.


__ADS_3

Mendengar pernyataan dari kedua tawanan itu, Stella hanya bisa tertawa meledek. Stella memandang wajah itu sambil menggelengkan kepalanya. Baru kali ini ia melihat anak buah John sangat ketakutan. Jujur ini sangat aneh sekali.


Begitu juga dengan Asmoro dan Ian. Mereka juga tidak menyangka jika kedua tawanan itu menjadi ketakutan. Asmoro menggandeng untuk menjauh dari mereka.


 Ketika menjauh pintu utama pun terbuka. Yudi bersama para pengawalnya langsung menangkap mereka. Para pengawal itu memutuskan untuk pergi dari sana.


Sebelum pergi Stella mengingatkan kalau mereka harus digantung di atas pohon. Mereka pun menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan Stella.


Akhirnya kasus ini pun ditutup. Bukan berarti Asmoro diam dan membiarkan mereka merajalela. Asmoro akan mencari celah agar mereka tertangkap satu-satu. Namun dirinya tidak mengetahui kalau masalah ini bisa menjadi besar.

__ADS_1


Melihat kepergian mereka, Asmoro dan Ian menatap wajah Stella. Mereka menyuruh Stella untuk duduk sebentar di mesin-mesin. Ian yang masih bingung hanya bisa terdiam. Ia ingin bertanya namun niatnya diurungkan terlebih dahulu. Alhasil Asmoro menggandeng tangan Stella untuk kembali ke apartemen.


Ian yang mengetahui pasangan suami istri muda itu pergi, hanya  bisa menarik rambutnya. Ia sangat kesal dan tidak diajak pulang bersama. Diam-diam Ian mengumpati Bosnya itu.


“ Coba deh dulu sebelum nikah gue diajak pulang. Sekarang gue ditinggal begitu saja. Tega amat lu Bos ninggalin anak buah sendiri di sini,” kesel Ian yang keluar dari tempat gudang makanan itu untuk menuju ke kantor.


Jika ada orang berada di situ, kemungkinan besar Ian akan ditertawakan. Memang benar apa yang dikatakan oleh Ian. Jika sahabat sudah menikah pasti akan lupa dengan dirinya. Rasanya Ian ingin cepat-cepat menikahi Adelia. Setelah menikah dengan Adelia, Ian akan membalaskan dendamnya.


Sebelum pergi dari sana, Ian melihat para karyawan yang memutuskan untuk meninggalkan pabrik tersebut. Jujur bagi Ian ini sangat merugikan untuk perusahaan. Ian ingin mengajak Stella berdebat. Namun Ian mengurungkan niatnya. Ian memilih mendinginkan kepalanya ketimbang harus berdebat panjang dan sengit.

__ADS_1


“Syukurlah kalau begini caranya. Jika sampai barang itu keluar semua. Bisa dipastikan S&T company akan bangkrut. Ada-ada saja. Entah kenapa masalah ini tidak ada hubungannya dengan Stella. Aku juga tidak akan menyalahkan Stella untuk saat ini," ucap Ian dalam hati sambil membuka pintu mobil.


Masalah satu sudah selesai. Syukurlah masalah yang sungguh berat ini sudah mulai teratasi. Asmara yang sedang mengendarai mobil tak habis pikir. Apa maksud dan sebenarnya? Kenapa John ingin menghabisi perusahaan itu? Sebelum S&T berdiri, Kurumi sudah bangkrut terlebih dahulu. Di dalam perjalanan menuju ke hutan belantara. Tiba-tiba saja Stella mengerutkan keningnya sambil mengingat sesuatu. Tidak sengaja Asmoro menatap wajah sang istri melalui kaca spion. Mumpung jalanan masih macet Asmoro memandang wajah Stella dengan jelas.


“Memangnya ada apa?” tanya Asmoro.


“Aku lupa sesuatu. Kapan Kurumi company bangkrut?” tanya Stella balik.


“Yang pasti Kurumi bangkrut sebelum ada pabrik ini. Aku memiliki teman dan memberitahukan kenapa Kurumi bangkrut begitu saja?’’ jawab Asmoro sambil meraih air mineral dan meminumnya.

__ADS_1


“Lebih tepatnya kapan ya?” tanya Stella.


 


__ADS_2