Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ternyata Merry Adalah Ratu Sihir.


__ADS_3

"Aku tidak pernah cerita jika minum seperti ini. Bisa-bisa Adelia akan marah kepadaku. Soalnya dia tidak mau memiliki suami seorang pemabuk seperti ini," jawab Ian dengan jujur.


"Kalau begitu aku tidak ikut-ikutan jika Adelia tahu," ucap Willi dan Rinto secara bersamaan.


"Salah satu dari kalian nggak bilang sama Adelia. Maka Adelia tidak akan pernah tahu jika aku pemabuk berat seperti ini," ujar Ian yang mulai membuka botol itu.


"Bukankah hari ini Kak George datang?" tanya Willi.


"Itu benar. Dia akan menginap di sini," jawab Ian yang menuangkan Vodka itu ketiga gelas yang berada di depannya.


Mereka akhirnya menikmati Vodka hingga menjelang pagi. Untung saja Ian orangnya sangat kuat sekali. Ia jarang sekali mabuk ketika menenggak minuman Vodka itu. Padahal kadar alkoholnya cukup tinggi.


Selang satu jam kemudian, datang George dan Leon. Kedua pria berbeda generasi itu mendekati Ian, Willy bersama Rinto. Mereka segera bergabung sambil meraih gelas kosong dan menuangkan Vodka tersebut.


"Kalian ini... Selalu saja mabuk-mabukan terus seperti ini," seru George kepada mereka.


"Kami sudah lama tidak mabuk Kak. Kurang lebih enam bulan," sahut Willi.


"Okelah... Memang aku lagi apes melihat kalian sedang mabuk seperti ini," ucap George yang meminum vodka tersebut.


Mereka menyambut kedatangan George dengan meminum vodka. Lalu mereka bercanda dan bercerita kejadian-kejadian di masa lalu. Meskipun sudah lama tidak bertemu, mereka memiliki segudang kenangan yang sangat indah sekali.


Pagi menjelang, Asmoro dan Stella akhirnya terbangun. Mereka saling memandang dan memikirkan sesuatu. Kemudian mereka mendekatkan wajah sambil tersenyum.


"Terima kasih untuk malam tadi. Ternyata ular pitonku masih berfungsi dengan baik," ucap Asmoro tanpa disaring.


"Sepertinya kamu sangat lihai sekali melakukan itu," celetuk Stella.


"Aku nggak lihai sama sekali. Aku juga nggak pernah lihat video hot itu. Aku memang memakai naluriku untuk biasa memuaskan kebutuhan biologisku," jawab Asmoro.


"Bolehkah aku keluar untuk membeli bahan-bahan makanan?" Tanya Stella sambil menatap wajah Asmoro.


"Kalau kamu mau ya nggak apa-apa. Kenapa juga kamu harus meminta izin kepadaku. Lagian kamu memiliki kaki dan juga tangan. Apakah aku harus mengecam mu agar tidak ketemu orang-orang sialan seperti tadi malam?" tanya Asmoro.


"Aku sudah tidak takut lagi melawan mereka. Aku adalah aku. Mereka adalah mereka. Aku nggak tahu pasti apa yang dilakukan mereka sekarang," jawab Stella.


"Kamu harus hati-hati. Jangan sampai lengah sedikitpun. Meskipun kamu bepergian jauh. Aku akan memberikanmu beberapa orang untuk menjadi pengawal bayanganmu," ucap Asmoro.

__ADS_1


"Apakah itu sangat penting bagiku?"


"Ya itu sangat penting sekali bagimu. Aku memiliki firasat yang sangat kuat sekali. Coba tata lambat mereka akan bergabung dengan Liam."


"Lalu aku harus bagaimana?"


"Kamu harus pandai-pandai mencari titik kelemahannya. Sepertinya kamu harus belajar dari Alexa untuk menemukannya itu."


"Apakah Kak Alexa tahu semuanya?"


"Ya... Alexa sangat cerdas sekali. Di usianya yang masih belia. Dia sudah berani mengobrak-abrik bandar obat-obatan terlarang terbesar di dunia. Ditambah lagi dirinya membakar beberapa markas obat-obatan terlarang. Coba deh kamu belajar dari Alexa. Nanti kamu tahu bagaimana cara menghadapi musuh sesungguhnya."


"Bagaimana dengan Kak Natalie?"


"Dia juga boleh. Kalau Natalie dan Alexa bergabung menjadi satu. Maka tidak ada yang berani mengusiknya. Mereka adalah lady mafia yang sangat kejam sekali."


"Kenapa kak Alexa lebih dikenal sebagai orang dermawan? Begitu juga dengan Kak Natalie. Beliau juga sering dikenal sebagai seorang model yang berbakat."


"Masalah identitas mafia itu sangat sulit. Jika kamu membicarakan ini di media sosial atau di manapun. Hidupmu tidak akan tenang. Mereka akan tahu identitasmu secara keseluruhannya. Kamu bisa menjadi sasaran empuk bagi mereka. Mereka akan memburumu hingga dapat. Lebih baik kamu harus memburu ketimbang diburu. Kalau itu nanti aku ajarin secara pribadi."


"Kamu belum tahu kalau papamu itu adalah ketua gangster yang terkenal di Jepang. Dia termasuk ketua gangster paling mematikan. Nama gangsternya adalah Kanagawa. Atau lebih disingkat sebagai klan KG. Jika kamu bertanya malahan Papa menarikmu ke dalam dunianya. Dia tidak peduli jika anaknya wanita maupun pria."


"Begitu juga Dengan suamiku ini."


"Ada apa denganku?"


"Suamiku adalah seorang ketua mafia. Jadi aku harus mengimbangimu untuk menjadi lady mafiamu."


"Sepertinya kamu tahu banyak tentang mafia?"


"Iyalah. Aku belajar dari ratu Noe. Pelan-pelan dia mengajariku tentang seluk beluk dunia bawah tanah. Apalagi tentang cairan berwarna biru itu."


"Apakah kamu tidak takut dengan dunia bawah tanah?"


"Aku tidak takut sama sekali Kak. Mereka sudah melakukan kesalahan besar. Kakak tahu yang namanya Merry, dia adalah jelmaan dari ratu sihir."


"Ratu sihir?"

__ADS_1


"Iya. Kakak tahu kan kerajaan Deep yang hancur karena ratu sihir?"


"Iya aku tahu itu."


"Ternyata Ratu sihir sudah menjelma menjadi manusia biasa. Ratu sihir itu akan membuat kekacauan di masa ini hingga masa mendatang."


"Kenapa aku tidak mengetahuinya?"


"Akhir-akhir ini aku banyak semedi. Yang di mana Aku sering mendapatkan petunjuk dari ratu Noe. Ratu nue sudah menjodohkan Ratu sihir itu di masa lalu maupun di masa sekarang. Cepat atau lambat Merry akan membuat ulah."


"Jadi selama ini."


"Itu benar. Kalau kita tidak bisa mengantisipasinya. Maka dunia akan hancur."


"Apakah tadi sore kamu mendengarkan percakapanku dengan Rinto?"


"Aku memang mendengarnya. Jadi kesimpulannya Merry sengaja memecah belah Exodus dan menghabisi Liam. Kalau itu terjadi maka bagi kita sangat mudah sekali."


"Mudah bagaimana?"


"Liam akan kayak telat dari Merry. Begitu juga dengan Bella. Bella juga kalau telat dari Merry. Jika dia berkuasa. Kita bisa menghancurkannya."


"Bagaimana caranya?"


"Tenanglah. Jangan terburu-buru seperti nanti akan ada masanya jika harus terjadi. Untuk sekarang kita tidak boleh gegabah. Jika gejabah, maka kita sendiri yang hancur."


Asmoro menganggukkan kepalanya dan mulai mencerna dan apa yang dikatakan oleh sang istri. Memang benar perkataannya itu. Sebab sumber masalahnya sekarang adalah Merry.


Asmoro pernah mendiskusikan tentang hal ini. Namun Kuncoro belum mengetahui, di mana ratu sihir itu akan menjelma sebagai manusia. Kebetulan sekali sang istri sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Cepat atau lambat Ratu sihir itu akan berada di genggamannya.


"Tapi kita tidak bisa seenaknya mencapai Ratu sihir itu," ucap Stella.


"Yang kamu katakan itu benar. Kita tidak bisa seenaknya menuju ke sana. Cepat atau lambat kita akan mengalami rintangan demi rintangan maupun tantangan demi tantangan untuk menghadapi Merry. Kalau begitu kita harus bersabar untuk ini semuanya," terang Asmoro. "Persiapkanlah dirimu sebaik-baiknya. Agar kamu tidak kaget jika kita berperang melawan mereka."


"Aku sudah siap itu. Jadi jangan khawatir tentang keadaanku ini. Begitu juga dengan Adelia. Adelia dan Kak Hatori akan bergabung dalam pihak kita."


"Apakah kamu tidak memperhitungkan papamu itu?"

__ADS_1


__ADS_2