
Mereka pergi dengan wajah ceria. Sesampainya di area parkir, Martin sengaja menggendong Scarlett agar mempercepat langkah kakinya. Sebab ia tahu kalau sang putri memiliki sifat tidak sabaran. Mereka langsung menuju ke area toko baju anak-anak.
"Kamu pilih sendiri gih. Mana yang kamu suka," ucap Martin yang sengaja mencium sang putri sebelum melepaskan Scarlett.
"Bolehkah aku meminta dua baju lagi yang seperti princess?" tanya Scarlett.
"Apapun itu. Papa akan berikan ke kamu," jawab Martin yang menurunkan Scarlett.
Martin meminta salah SPG di toko tersebut untuk menemani putrinya itu. Jujur ia sendiri tidak tahu dengan selera Scarlett. Martin malah membebaskan sang putri belanja.
Sejam berlalu, Scarlett sudah menemukan beberapa pakaian yang disukanya itu. Ia langsung pergi menuju ke ruang tunggu. Scarlett segera mendekati Martin sambil berkata, "Papa. Aku udah membeli baju."
"Oh... apakah kamu tidak membelikan baju buat kedua kakakmu?" tanya Martin.
"Apakah itu harus?" tanya Scarlett balik sambil tersenyum manis.
"Apakah kamu tidak menyayangi mereka?" tanya Martin tersenyum.
Scarlett memutuskan untuk berburu pakaian anak laki-laki. Ia sudah sangat menyukai fashion sejak kecil. Bahkan pakaian kedua kakaknya ia yang memilihkannya.
Kemudian Scarlett kembali lagi untuk berkeliling mencari baju milik kedua kakaknya. Jujur seluruh pelayan toko di sana sangat gemas melihat Scarlett yang lucu.
Hampir satu jam mereka berada di area itu. Ketika ingin membayar Alexa sudah membayar terlebih dahulu. Martin pun tersenyum.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat itu. Scarlett yang bersemangat ingin mencoba baru tidak sengaja...
Brugh!
Scarlett menabrak seorang wanita. Yang dimana Scarlett saat tidak sengaja. Akhirnya ia menatap wajah sang korban tersebut.
"Maafkan saya kak," ucap Scarlett dengan penuh ketakutan.
"Maaf! Maaf! Kamu enggak tahu kalau menabrak seseorang akan masuk penjara!" bentak wanita itu sambil memegang rambut Scarlett dan menjambaknya deengan kuat.
Scarlett yang ditarik rambutnya langsung menangis dengan kencang. Lalu ad seorang pengunjung datang untuk menolongnya. Akan tetapi wanita itu langsung mengancam dan melaporkan ke kantor polisi. Ya... wanita itu mengaku kalau Scarlett adalah anaknya dengan senyum yang sangat jahat sekali.
Martin dan Alexa yang melihatnya bergegas mendekati Scarlett. Alexa sangat geram sekali dan menarik Scarlett dengan kuat. Hingga Alexa menatap tajam dan memukul tangan wanita itu.
"Kamu kenapa menyakiti putriku! Kamu enggak tahu kalau dia sudah ketakutan meminta maaf! Seharusnya kamu sadar kalau dia tidak melakukan apapun kepadamu! Kenapa kamu menarik rambutnya!" bentak Alexa dengan sangat kesal dan mengeluarkan emosinya.
__ADS_1
"Kamu tahu! Dia menabrak aku! Aku ingin meminta ganti rugi! Kamu harus menggantinya sebesar tiga milyar!" geram wanita itu dengan nada meninggi.
Alexa tidak sengaja melihat wajah wanita itu. Ia baru mengetahui, kalau wajah wanita itu ternyata sudah tidak asing lagi.
"Kamu Patty kan? Seorang model yang memiliki catatan hitam di dunia modeling!" bentak Alexa dengan nada meninggi.
Semua orang yang berada disana terkejut. Mereka baru sadar kalau wanita yang diajak berdebat adalah Patty. Seluruh pengunjung memakinya dan bilang, kalau permintaan Patty itu tidak masuk akal. Mereka berbalik dan mendukung Alexa.
Martin yang sedang menggendong Scarlett langsung menandai Patty. Dirinya akan mengunci Patty dan membiarkannya untuk Alexa. Jujur selama ini, sang putri tidak sengaja menabrak orang itu. Kalau pun sengaja Scarlett akan meminta maaf. Namun yang menjadi korbannya Scarlett berlutut dan memaafkannya.
Flashback Off.
"Kok parah banget ya? Scarlett adalah model fashion baju anak yang sedang happening banget. Jika Scarlett kemana-mana lalu menabrak orang tidak sengaja. Orang itu langsung memaafkan Scarlett. Bahkan yang lebih lucunya lagi, orang itu malah meminta foto bersama," ungkap Winda yang membeberkan sebuah fakta.
"Kalau menurut aku sih enggak segitunya. Hanya tabrakan saja kok malah meminta uang tiga miliar? Mana ada cerita seperti itu? Padahal tubuh Scarlett sangat mungil sekali dan tidak ada efek apa-apa," sambung Agatha.
"Berarti kamu sudah bertemu dengan cucuku?" tanya Gio.
"Ya... aku memang sudah pernah bertemu dengan cucu kalian. Mereka sangat lucu dan menggemaskan," jawab Agatha yang merasa terhibur jika kedatangan tiga kurcaci milik Alexa.
"Semuanya itu enggak masuk diakal. Jujur saja aku merasa kesal dan geram. Baru ada orang yang memeras aku seperti itu. Jujur sampai saat ini aku masih sakit hati dengan apa telah terjadi kalau itu," ucap Martin.
"Aku akan membawa kasus ini ke kepolisian," jawab Martin.
"Apakah itu mungkin? Bagaimana kalau jadinya dia meminta tolong pada sekutunya?" tanya Gio yang dimaksud adalah Liam.
"Memangnya ada ya tentang sekutu bersama Patty?" tanya Agatha yang lupa.
"Ada. Namanya Lian Knock," jawab Martin.
"Liam Knock itu adalah musuh bebuyutan aku. Saat di Tokyo, Liam pernah membantai seorang sniper yang berasal dari Klan Kanagawa," ucap Agatha. "Sampai saat ini aku masih dendam kesumat.''
"Hmmp... baiklah. Aku akan membantu kamu untuk mendapatkannya," sahut Gio.
"Tidak perlu. Kemungkinan besar beberapa Klan akan membantuku untuk menghabisinya," jawab Agatha yang membuat mereka terkejut.
"Jadi selama ini, Liam menjadi incaran para gangster?" tanya Gio.
"Ya... itu benar. Masalahnya adalah Liam sering banget membuat masalah di Tokyo. Seluruh klan di Tokyo mengejarnya. Maka sampai saat ini Liam tidak pernah pergi ke Tokyo ataupun ke Jepang," jelas Agatha.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita memburunya?" tanya Martin.
"Ini ide sangat bagus sekali," jawab Agatha.
"Lebih baik kita membicarakan ini dengan Asmoro. Sepertinya Asmoro harus ikut dalam misi ini," ucap Gio sambil tersenyum manis.
"Ya... lebih baik begitu," ujar Martin yang mengerutkan keningnya sambil memandang wajah Gio sedang tersenyum manis.
"Iyalah," sahut Gio.
"Sepertinya ada udang dibalik rempeyek?" tanya Martin.
"Ada satu fakta yang belum kalian tahu disini. Kamu tahukan istrinya Liam siapa?" tanya Gio balik.
"Bella," jawab Martin.
"Mungkin saja Bella," ucap Agatha. "Jujur aku tidak menyukai wanita itu. Wanita yang memiliki harga diri murah sekali."
"Dia adalah seorang wanita yang sangat galak sekali," ujar Martin.
"Sama seperti Patty," sahut Gio. "Ada yang harus aku beri tahu tentang Bella. Bella adalah mantan pacar dari Asmoro."
"Apa?" pekik mereka secara bersamaan.
"Iya... ini fakta yang harus kalian tahu. Aku yakin semuanya past terkejut. Kecuali istriku sendiri. Asmoro terluka karena dia," jawab Gio.
"Makanya dia menutup hati. Enggak salah berarti. Tapi Kak Gio kok baru memberitahukan ke aku?" tanya Martin.
"Dan kenapa kamu enggak bertanya kepada istri kamu?" tanya Gio yang sengaja menatap tajam ke arah Martin.
"Bukannya kamu tahu? Nama mantan pacar Asmoro?" tanya Winda yang curiga.
"Mungkin aku lupa," jawab Martin.
"Kalau kamu bukan menantuku. Aku pasti melemparkannya ke kawah gunung," kesal Gio.
"Akhirnya aku selamat," ledek Martin yang sengaja membuat Gio marah.
"Nggak!" tegas Gio.
__ADS_1
"Apanya yang enggak?" tanya Martin.