Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Gangster Sejati.


__ADS_3

"Aku sudah selesai. Baru saja aku menghubungi papamu melalui virtual. Kami sedang berdiskusi tentang kejadian di sana. Papamu telah membocorkan rencana Patty," jawab Asmoro yang mengambil piring itu dan menaruhnya di atas meja.


"Semuanya udah biasa buat aku. Aku memiliki firasat kalau dia sedang membuat rencana untuk menghancurkan kebahagiaanku. Aku sudah tidak kaget lagi. Soalnya aku dulu sering memergoki mereka untuk menghancurkan hidupku. Contohnya saja ketika aku dijual ke tangan mafia. Makanya aku memilih kabur. Agar tidak menjadi masalah besar," jelas Stella.


"Tapi dia ingin membunuh kakakmu," ucap Asmoro.


"Dia belum tahu kakek Yamato siapa? Dia juga belum tahu kalau papa marahnya bagaimana? Kalau keduanya sedang disatukan dalam bentuk amarah yang menggelegar. Mereka tidak akan selamat sama sekali. Aku yakin itu. Meski aku tidak melihatnya secara langsung. Tapi Sheila telah memberitahukan bagaimana papa dan kakek marah bersamaan," sahut Stella yang sudah mengetahui semuanya.


"Syukurlah kalau kamu sudah tahu. Aku kira kamu belum tahu semuanya. Aku harap kamu nggak boleh marah sama mereka," jelas Asmoro.


"Kata siapa aku nggak marah sama mereka? Justru aku sangat bangga dengan kakek dan papaku. Mereka adalah pria yang sangat menyayangi keluarganya. Contohnya saja kakek Yamato seorang gangster sejati. Mau menerima kami apa adanya. Bahkan hampir setiap jam kami selalu bertukar pesan dan menanyakan kabar," kata Stella.


"Syukurlah kalau begitu. Aku berharap semuanya akan baik-baik saja. Aku juga tidak ingin mengadakan peperangan. Tapi kalau semuanya terjadi maka habislah mereka," gumam Asmoro.

__ADS_1


Yang dikatakan Stella itu memang benar. Stella sudah mengetahui amarah sang kakek maupun Sang papa. Semuanya itu kalau disuruh bersamaan. Tidak akan ada yang selamat sama sekali.


"Oh ya... Kamu belum tahu ya... Mafia mana yang akan menerima tubuhmu itu?" tanya Asmoro.


"Yang menerima tubuhku ini adalah ketua dari Black Horizon. Meskipun usianya sudah bisa dikatakan paruh baya. Namun tenaganya sangat kuat sekali. Aku sangat menyukainya. Dan aku tidak akan pernah berpaling dari dia," jawab Stella yang membuat Asmoro terbang melayang ke atas.


"Benarkah itu? Padahal aku sendiri orangnya belum pernah melakukan hal-hal seperti itu di atas ranjang," ucap Asmoro dengan jujur.


"Tapi aneh ya. Kok Kamu sangat pandai sekali melakukan hal itu. Inilah yang menjadi pertanyaanku sebenarnya. Sebenarnya usia di atas kepala lima. Sudah memiliki jam terbang tinggi di atas ranjang dengan wanita manapun. Aku telah membaca artikel ini dari internet maupun majalah. Jujur aku sangat terkejut sekali," ujar Stella yang membuat Asmoro tersenyum.


Tanpa banyak bicara, Stella memutuskan untuk keluar. Sungguh penjelasan ini sangat menyeramkan baginya. Memangnya ada ya jika wanita berganti baju di hadapan seorang pria. Akan membuat pria itu menjadi semangat untuk melakukannya. Entahlah.


Asmoro yang melihat sang istri keluar hanya diam menganga. Sepertinya ia sangat jujur sekali mengatakannya. Bahkan dirinya kebingungan ketika istrinya kabur dengan cepat. Sebenarnya ada apa ini?

__ADS_1


Beberapa saat kemudian datang Ian. Pria itu sungguh masih mengantuk. Akan tetapi ia memutuskan pergi dari kamarnya. Sebab masalahnya ia tidak sengaja melihat siluet bayangan Adelia memakai handuk. Jujur baginya ini sangat menyeramkan sekali. Ia akhirnya menemui Asmoro dan membahas tentang pekerjaan.


"Sepertinya kamu mengantuk sekali ya? Kalau begitu pergilah tidur. Biarkanlah aku mengerjakan tugas-tugas ku sendiri," perintah Asmoro.


"Mengantuk sih mengantuk. Tapi aku sudah tidak bisa tidur lagi. Oh ya Kak pekerjaan dari Hatori sudah aku cek semuanya. Tinggal kakak yang belum menandatanganinya," ucap Ian.


"Bagaimana menurutmu tentang Hatori selama di kantor?" tanya Asmoro.


"Hatori adalah pria yang sangat sederhana sekali. Meskipun dirinya sudah bertemu dengan kedua orang tuanya maupun sang kakek. Dia tidak pernah melupakan tentang asal-usulnya itu. Aku salut sama dia. Soal pekerjaannya tidak pernah mengecewakan sama sekali. Dia memang jago dalam dunia bisnis. Meskipun dia hanya lulusan SMA saja," jawab Ian dengan jujur.


"Iya baguslah. Aku juga merasakan hal yang sama. Sebenarnya di perusahaanku tidak ada patokan tentang lulusan apa? Aku sendiri mendukung keras orang-orang yang memiliki kemauan untuk maju. Berhubung Hatori memiliki jiwa bisnis dari sang papa. Maka dia harus bisa melakukannya sendiri. Sudah dua minggu kita tinggal. Hatori bisa memberikan kontribusi besar pada perusahaan. Cepat atau lambat Hatori akan diajak oleh sang Papa untuk membangun perusahaan Ayashi," jelas Asmoro.


"Memang seharusnya Hatori memegang kekuasaan tersebut. Aku menyetujuinya akan hal itu," ucap Ian.

__ADS_1


"Patty memiliki rencana ingin membunuh Hatori," kata Asmoro.


"Apakah itu benar?" tanya Ian.


__ADS_2