
"Karena Aku mengantuk sekali. Sepertinya aku tidur sudah lama dari malam hingga pagi. Kenapa aku ingin pergi ke kamar dan tidur lagi ya?" tanya Asmoro yang meninggalkan dapur lalu menuju ke kamar.
Mereka yang masih di atas meja mulai merasakan hal yang sama. Mereka memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur lagi. Obat yang diberikan oleh Natalie memiliki dosis yang sangat tinggi. Perhitungan Natalie mereka akan tertidur hingga sore hari.
"Buang semuanya di kantong plastik. Aku tidak ingin memakannya. Dan kalian semua nggak boleh memakan sandwich itu," pinta Natalie.
Stella dan Adelia pun menurut dan membuang semua makanan itu. Begitu juga dengan Dila, wanita berparas cantik juga turut membantu membuang makanan itu. Untung saja mereka tidak memakan sisa milik kekasihnya masing-masing. Jika tidak mereka akan menyusul para kekasihnya tertidur terlelap.
Tepat jam 08.00 pagi, sebelum berangkat mereka mengecek para kekasihnya di dalam kamar masing-masing. Mereka sangat bahagia karena sang kekasihnya itu tidak bergerak sama sekali. Bahkan mereka menggoyang-goyangkan tubuhnya tidak ada yang bangun sama sekali. Ternyata obat itu sangat manjur.
Akhirnya mereka berkumpul di suatu ruangan dan berdiskusi. Di dalam diskusi itu, Natalie sendiri sudah menemukan keberadaan Boni. Sedangkan Stella sudah menghubungi Tetsuya agar segera ke sini. Sembari menunggu Tetsuya, Stella akhirnya memberikan ide untuk penyerangan ke mansion Boni. Dengan begitu Natalie akhirnya menyetujui strategi penyerangan tersebut.
"Fix semuanya oke. Di ujung jalan sana sudah ada Tatsuya sambil membawa banyak pengawal. Kita akan menyerangnya hari ini juga. Aku tidak akan berlama-lama membiarkan Boni menikmati hasil jarahan dari perusahaannya Kak Asmoro," jelas Stella.
Mereka pun menyetujui dan langsung keluar dari mansion itu. Mereka menuju ke ujung jalan lalu bertemu dengan Tetsuya dan Klan Kanagawa lainnya. Tetsuya bersama para pengawal lainnya langsung membungkukkan badannya sambil memberi hormat. Kemudian mereka bergegas menuju ke kediaman Boni.
Di dalam perjalanan Tetsuya satu mobil bersama para wanita tersebut. Para wanita itu menceritakan misi untuk membuat Boni takut. Tetsuya tidak setuju akan misi tersebut. Klan Kanagawa adalah Klan yang sangat kejam terhadap para musuh. Mau tidak mau Stella akhirnya menuruti keinginan Tatsuya.
Jarak mansion Asmoro ke mansion Boni kurang lebih sepuluh kilo meter. Mereka sangat menikmati perjalanan menuju ke sana. Stella yang diam pun sudah mewanti-wanti Adelia untuk tidak takut akan penyerangan ini.
__ADS_1
Ketika sampai para Klan Kanagawa langsung memutari mansion itu. Untung saja pengawal Red Immortals juga bergabung dengan mereka. Sehingga mereka tidak berkekurangan para pengawal. Natalie memprediksikan jika Klan Kanagawa dibawah seratus orang kemungkinan besar akan kalah. Karena Boni sendiri juga adalah ketua mafia penjualan senjata.
Mereka pun akhirnya turun dari mobil dan bar ke seluruh mansion itu. Mereka membunuh para pengawal milik Boni dengan cepat. Sedangkan Stella dan lainnya bersama Tatsuya turun dari mobil. Mereka berjalan dengan anggunnya sekaligus angkuh untuk memasuki mansion mewah itu.
Sesampainya di dalam Stella berteriak mencari keberadaan Boni. Otomatis Boni yang sedang sarapan terkejut. Hingga akhirnya Boni keluar dan melihat keberadaan empat wanita dan satu pria dari Jepang. Tanpa basa-basi Boni tersenyum mengejek Stella.
"Siapa kamu? Bisa-bisanya datang ke rumah ini tanpa ada janji sedikitpun?" tanya Boni sambil memutari tubuh Stella yang mungil itu.
"Berikan semua data-data milik perusahaan Wolf Group sekarang juga. Aku memintanya sekarang juga!" tegas Stella tanpa berbasa-basi sedikitpun.
"Cih, ada hubungan apa kamu dengan Lampard Snowden?" tanya Boni sambil tertawa mengejek.
Dengan cepat Stella menyerang Boni dan membantingnya ke lantai. Stella sudah tidak mau lagi berbaik hati kepada orang-orang seperti Boni. Sedangkan Tetsuya dan lainnya langsung bergidik ngeri. Mereka baru sadar kalau Stella adalah wanita yang sangat kejam sekali.
"Kalau aku tidak mau?" tanya Boni yang meremehkan Stella.
"Kalau kamu tidak mau aku akan mengulitimu. Aku tidak segan-segan ingin menghabisi orang sekarang juga. Terserah kamu pilih yang mana. Aku juga bisa menghancurkan mansion ini dalam waktu sekejap. Ada juga perusahaanmu itu aku akuisisi ke dalam perusahaan Papaku yang bernama Ayashi Groups. Apakah kamu mau jatuh miskin dalam waktu sekejap? Aku sudah memberikanmu banyak pilihan. Kamu tinggal pilih yang mana?" tanya Stella mulai geram terhadap Boni yang tidak mau diajak kerjasama.
Namun Boni tidak bergeming sama sekali. Boni akhirnya bangun dan melawan Stella. Stella yang tidak bisa memakai ilmu di beladiri pun akhirnya dengan ngasal memukuli Boni dengan brutal. Hingga Boni pun berteriak ketakutan dan meminta salah satu dari mereka menolongnya.
__ADS_1
"Tolong aku! Aku tidak mau wanita ini menghajarku seperti ini," ucap Boni sambil meminta tolong kepada mereka.
"Mereka tidak akan menolongmu sama sekali Jika kamu tidak akan pernah memberikan surat tersebut kepadaku," bisik Stella.
Mau tidak mau Boni akhirnya menuruti Apa keinginan Stella. Boni sangat ketakutan sekali dan masuk ke dalam ruangan kerjanya. Di sana Boni mengambil berkas-berkas yang berhubungan dengan Wolf Group. Dengan begitu Boni tidak akan mau lagi mengganggu ketentraman Asmoro dan juga lainnya.
Beberapa saat kemudian, Boni akhirnya menyerahkan surat-surat itu kepada Stella. Ia meminta maaf dan tidak akan lagi mengganggu ketentraman Asmoro. Boni juga akan memberitahu dengan siapa ia bekerja sama untuk merusak bisnis Asmoro di Eropa. Dengan senang hati Stella menerimanya dan meninggalkan mansion milik Boni. Untung saja kejadian itu tidak sangatlah parah. Jujur Boni dengan mudahnya mau menyerahkan surat-surat itu.
Selesai mendapatkan surat itu, Stella melihat jam dan meminta mereka untuk berhenti sejenak. Lalu Stella memikirkan caranya agar si Paman tidak mengganggunya lagi. Mumpung berada di luar mansion itu, Stella berdiskusi sama mereka.
"Bagaimana?" tanya Stella. "Aku ingin pergi ke rumahnya Paman Asmoro. Aku akan mengajaknya berdebat hingga mau menyerahkan perusahaan itu. Aku sudah muak dengan orang-orang seperti itu. Jika perlu aku membawa polisi ke rumahnya agar sekalian ditangkap."
"Sepertinya itu tidak perlu deh. Tidak perlu memanggil polisi. Aku yakin pamannya itu tidak bisa dipenjara karena usianya sudah tua. Kamu buat perjanjian saja. Kamu buat hidupnya berada di Klan Kanagawa. Biarkanlah ketua Klan Kanagawa distrik Manchester yang akan mengikutinya. Kamu setiap hari bisa mendapatkan laporannya. Kalau dia masih saja melakukan hal itu. Kamu bisa membunuhnya. Ini sangat mudah sekali menurut aku. Kamu perlu susah payah untuk membawa pihak kepolisian ke sini," jelas Natalie yang memberikan saran kepada Stella.
"Tuan Tatsuya," panggil Stella.
"Maaf Nyonya kecil. Jangan panggil saya tuan. Panggil nama saya saja. Karena mulai saat ini aku adalah bawahanmu. Aku yang diperintahkan oleh kakekmu untuk mengurus pekerjaan Anda di dunia bawah tanah," sahut Tetsuya yang tidak ingin dipanggil Tuan oleh Stella.
"Aku tidak mau itu. Kita memiliki usia yang sangat jauh sekali. Mau tidak mau aku harus memanggilmu tuan," ucap Stella.
__ADS_1
"Tidak nyonya. Panggil saya dengan Tetsuya. Jika Tuan Yamato mengetahuinya, saya akan mendapatkan teguran dari beliau," ujar Tetsuya.
"Apakah itu benar?" tanya Stella.