Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kecurigaan Lampard.


__ADS_3

“Oke, siap,” balas Lampard. “Di mana Scars?”


“Scars berada di kolam renang. Dia bersama Alexa akan berenang. Aku harap kamu tidak akan ke sana. Jika ke sana maka aku yang menghabisimu,” jawab Martin yang sangat posesif pada istrinya.


“Aku pengen numpang tidur. Kalau aku pulang sudah tidak ada waktu. Tolong jauhkanlah anak-anakmu dariku. Dan Ian matikan seluruh ponsel dan jangan pernah balas seluruh email dari manapun. Aku tugas dan ingin tidur!” tegas Lampard.


“Tidurlah di lantai tiga sana.. Jika kamu tidur di lantai dua maka aku tidak akan bertanggung jawab,” perintah Martin. “Lalu bagaimana dengan dirimu?”


“Sepertinya aku ingin mengajak kencan Adelia,” ucap Ian.


“Sejak kapan kamu berpacaran dengan asisten rumah tanggaku?” tanya Martin yang menatap curiga.


“Dari setahun yang lalu. Aku berencana ingin menikahinya,” jawab Ian secara terang-terangan.


“Apa?* pekik Martin.

__ADS_1


Lampard dan Martin sangat terkejut. Baru kali ini Ian jujur mengatakan kalau Adelia adalah kekasihnya. Mereka berdua hanya bisa menatap wajah Ian dengan serius. Martin tidak menyangka kalau sang asisten milik Lampard menjalin hubungan dengan pelayan.


“Apakah kamu serius?” tanya Martin sekali lagi.


“Iya aku serius. Aku memang ingin menikahinya. Tapi aku sudah berjanji dalam diriku sebelum aku menikah Kak Lampard harus menikah,” jawab Ian.


Martin menganggukkan kepalanya sangat menyetujui Ian. ia memandang wajah Ian sambil mengucapkan sesuatu.


"Tolong jaga dia baik-baik. jauhkan dia dari segala bahaya mengintai. Kamu tahu kan muncul seperti apa?" pesan Martin.


"Ia... akan aku lakukan," jawab Ian.


kemudian Martin meninggalkan mereka berdua. Lampard yang sudah mengantuk akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Sedangkan Ian menunggu kedatangan Adel.


Adel yang masih berada di dalam kamar merasakan jantungnya berdetak kencang. Ia tersenyum sambil menunggu pesan dari Ian. Namun Adel hampir melupakan tugas hari minggunya. Ia memutuskan turun ke bawah agar bisa bertemu sang tukang buah itu.

__ADS_1


"Hampir saja aku melupakan tugas utama untuk mengambil buah," Adelia merutuki kesalahannya itu.


Sesampainya di bawah, Adelia berlari tanpa melihat Ian yang sudah rapi. Mata Lampard tidak sengaja menangkap Adelia sedang berlari. Pikirannya melayang dan teringat akan Stella. Ia langsung memandang Lampard sambil bertanya, "Apakah kamu tidak mengetahui kalau cara berjalan Adelia sangat mirip sekali dengan Stella?"


"Dari segi wajah Adelia dan Stella sangat mirip. Namun aku tidak pernah melihat cara berjalan Adelia?" jawab Ian dengan jujur.


"Firasatku mengatakan kalau Adelia adalah saudara kembarnya Stella," jawab Lampard serius.


"Dari mana kamu menyimpulkan itu?" tanya Ian.


"Apakah kamu nggak sadar sikap Adelia dan Stella memiliki wajah yang sama persis," tanya Lampard balik.


"Iya... Lalu kenapa? Bukannya di dunia ini banyak sekali orang yang mirip? Mereka sebenarnya tidak sadar kalau mirip. andaikan saja wajahmu berada di mana-mana. Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Ian balik lagi


"Aku tahu itu. Tapi kenapa kamu bahas orang yang berada di dunia ini sangat mirip. Saking miripnya mereka bingung ketika bertemu," jawab Lampard.

__ADS_1


"Bos, Jika kamu sudah tidak tahan untuk pergi tidur, maka pergilah tidur," pinta Ian.


"Lalu, Kamu ngapain di sini?" tanya Lampard.


__ADS_2