Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Apa Yang Mereka Rencanakan?


__ADS_3

Setelah mendapatkan gaun, mereka memutuskan untuk kembali ke mansion. Keempat pria itu memang sengaja membiarkan para wanitanya berdandan sendiri. Kenapa mereka tidak berjalan-jalan terlebih dahulu? Keempat wanita itu menolaknya dengan sangat cepat sekali. Sebab keempat wanita itu sedang membuat rencana untuk melindungi Asmoro.


Bagaimana pendapatnya keempat pria tersebut? Mereka tentu saja mengalah. Mereka tidak akan menyuruh atau memaksa demi keinginan masing-masing. Namun mereka tidak mengetahuinya sama sekali. Apa yang dilakukan oleh para wanitanya itu?


Stella, Adelia, Dila dan Natalie memutuskan untuk berkumpul di tempat biasanya. Mereka sangat senang sekali mendapatkan beberapa gaun yang sangat indah. Namun Natalie menatap wajah Stella. Ia menghempaskan dan bokongnya dan duduk di hadapan Stella.


"Untung saja kita langsung menolak keinginan pria kita untuk berjalan-jalan," celetuk Natalie.


"Sebenarnya mengasyikkan kalau kita berjalan-jalan," ucap Stella.


"Memang mengasyikkan. Tapi kamu harus tahu. Kalau ketua hidupnya dalam bahaya," sahut Dila.


"Yang dikatakan Dila benar Kak. Nanti malam kan ulang tahunnya temannya Kak Asmoro yang sialan itu. Otomatis temennya itu pasti akan mengundang mantan pacarnya Kak Asmoro. Jadi kalau kita nggak berkumpul seperti ini. Mantan pacarnya itu bisa menggoda Kak Asmoro dengan riang gembira. Kamu tahu kan pelakor itu bagaimana? Ciri-cirinya sangat menonjol sekali ketimbang istri sahnya. Kakak nggak boleh lemah dari pelakor itu. Karena Kakak sendiri adalah wanita terhormat," jelas Adelia.


"Yah aku tahu itu. Aku akan membawa seluruh klan Kanagawa. Mereka akan berjaga di suatu tempat tersembunyi. Jika saja si pelakor itu mendekati Kak Asmoro. Maka akulah istri sahnya akan menghancurkan si pelakor itu dengan tangan sendiri," ucap Stella yang melirik Adelia maupun lainnya.


Tiba-tiba saja mereka bergidik ngeri. Jujur baru kali ini, Stella yang akan mengendalikan pesta tersebut. Lalu bagaimana dengan sang pemilik pesta? Kita tunggu saja kejutannya dari Stella sendiri.


Tepat jam 06.00 sore, keempat gadis itu bersiap-siap. Mereka memakai gaun yang sudah dipilihkan oleh pasangannya masing-masing. Ternyata oh ternyata, keempat pria itu memiliki selera tinggi. Mereka sangat senang sekali dengan gaun yang dipilihkannya itu.


"Bagaimana dengan gaun itu? Apakah pas untuk tubuh mungilmu itu?" tanya Asmoro.


"Ya sangat pas sekali. Tapi agak kegedean sedikit. Bahannya sangat lembut bagaikan sutra. Untung saja aku tidak masuk angin," jawab Stella dengan jujur.

__ADS_1


"Lagian kamu memilih pakaian serba terbuka. Kami sebagai pria yang terhormat tidak akan membiarkan para wanitanya memakai gaun seperti itu. Lebih baik kamu memilih gaun yang tertutup dan sopan. Karena tubuhmu itu adalah milikku selamanya," ucap Asmoro sambil memperingatkan Stella agar memilih baju atau gaun.


"Iya iya. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku akan mencari baju sesuai dengan keinginan kamu," ujar Stella yang menurut pada Asmoro.


"Kak," panggil Stella.


"Ada apa memangnya?" tanya Asmoro.


"Bolehkah aku mengendalikan pestanya Joe Malti?" tanya Stella balik sambil merias wajahnya.


"Kamu itu sangat lucu sekali deh. Mana ada orang lain bisa mengendalikan pesta yang bukan miliknya itu," jawab Asmoro.


"Nanti ya. Kakak tunggu saja nanti," ejek Stella sambil tersenyum devil.


"Sebenarnya aku malas sekali bertemu dengan mantan pacarku itu. Aku ingin mengajakmu pergi ke Liverpool untuk melihat Liga Champion," kesal Asmoro.


"Ide bagus itu. Kok kamu tahu sih kalau aku suka bola?" tanya Stella.


"Ya tahulah. Bahkan aku sendiri sudah mengetahui klub bola favoritmu di negara ini," jawab Asmoro.


"Tapi nggak sekarang ya. Masalah ini akan aku selesaikan dengan cepat. Setelah ini aku akan menagihmu untuk melihat bola," pinta Stella.


Alih-alih ingin mengajak Stella melihat bola. Demi menghindari pesta sialan itu. Ternyata Asmoro tidak bisa melakukannya. Jujur kali ini Stella yang akan memegang kendali hidupnya. Asmoro sekarang kalah telak dari masalah besar ini. Mau tidak mau Asmoro harus menurut keinginan Stella.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu. Kita pergi ke pesta saja sekarang," ucap Asmoro sambil mengeluhkan masalah ini.


"Ayolah sayangku. Jangan pernah kamu menyerah pada keadaan. Kita temui saja Bella sialan itu. Kalau kamu tidak menemuinya. Biar aku saja yang menemuinya dan menghancurkan saat itu juga," ujar Stella.


"Oh Tuhan habislah aku. Ternyata istriku berubah menjadi sangat drastis sekali. Aku harus bagaimana ini Tuhan?" keluh Asmoro di dalam hatinya.


"Jangan pernah mengeluh sama sekali. Sebab istri sah harus menang dari pelakor. Kalau tidak maka aku bisa menghancurkan pelakor itu dalam hitungan detik," ucap Stella sambil membaca isi hati Asmoro.


Asmoro mengirimkan pesan kepada grup rahasianya itu. Yang di mana grup rahasianya itu terdiri dari Ian, Jacob dan Imron. Di sana Asmoro curhat tentang Stella yang berubah drastis. Mereka pun sengaja mengirimkan emoticon tertawa. Mereka mendukung keputusan Stella untuk saat ini.


Jujur sebenarnya mereka juga sangat malas untuk pergi ke pesta. Tapi undangan itu selalu saja berbunyi di ponselnya. Sang pemilik pesta itu menyuruhnya untuk datang. Mereka akhirnya mengalah dan bersiap-siap untuk pergi ke sana.


Sebelum pergi Stella mengirim sebuah pesan untuk Tetsuya. Yang di mana Tetsuya akan hadir dalam pesta tersebut. Untung saja pesta itu dibuka untuk umum. Jadi siapa saja boleh yang datang. Sebab nama Joe Malti adalah nama Seorang pebisnis yang hebat di Eropa.


Asmoro tidak mengetahuinya, kalau Stella sudah memiliki rencana yang sangat epic. Asmoro tenang dan tidak memikirkan hal-hal lainnya. Dengan Ian, Jacob dan Imron? Mereka tetap tenang untuk pesta tersebut.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Asmoro.


"Ya aku sudah siap Kak. Aku berharap semuanya berjalan lancar. Aku ingin melihat Bella Bagaimana sih? Apakah dia berani mengganggu kamu?" jawab Stella sambil bertanya balik.


"Apa yang akan kamu lakukan jika dia menggangguku?" tanya Asmoro.


"Dia harus tahu siapa aku sebenarnya. Dia tidak boleh merebut milik orang lain. Karena barang yang sudah dibuang telah diambil oleh seseorang yang tulus merawatnya. Mana ada barang sudah jelek lalu dirawat hingga tampan seperti ini. Diambil dan minta balikan lagi? Aku bisa marah. Aku adalah wanita yang merawat kamu. Seenaknya saja dia memintamu kembali ke sana. Bila bisa aku akan menghancurkan dia dalam waktu beberapa detik saja!" tegas Stella.

__ADS_1


Asmoro hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Memang benar, dirinya itu diibaratkan sebagai barang. Bella sudah membuangnya ke jalanan. Lalu mencoba bertahan hidup sendiri. Ketika usianya sudah tua, ia malah mendapatkan jodoh yang sangat baik sekali. Jodohnya itu memiliki kepribadian yang sangat kuat. Dia yang merawatnya hingga seperti ini.


__ADS_2