Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Masalah Sudah Selesai.


__ADS_3

"Maksud kakek apa? Kami nggak bermaksud untuk memasukkan kakek ke dalam penjara. Kakek tahu nggak, selama ini Tuan Lampard sangat baik sama kakek. Kenapa kakek ingin sekali merusak bisnisnya di kota Manchester ini. Memangnya ada apa sih kek? Padahal Tuan Lampard sudah memberikan kompensasi buat kakek. Dan itu sangat banyak sekali. Kakek bisa merawat rumah ini, memanggil orang untuk menemani kakek. Kakek bisa belanja sepuasnya, makan dengan enak dan itu terserah apa yang kakek lakukan. Tapi kenapa kakek Kok jahat sama Tuan Lampard? Masalah ini harus diselesaikan. Biar Tuan Lampard memiliki hidup dengan tenang dan damai. Tanpa ada beban sedikitpun," jelas Stella yang membuat kakek Al menangis.


"Selama ini kamu nggak tahu. Sama ini Kamu nggak merasakan bagaimana aku kesepian. Hampir setiap hari aku menunggu anak nakal itu kembali ke rumah. Tapi nyatanya dia tidak pernah kembali lagi. Aku di sini sudah tidak memiliki siapa-siapa. Istriku sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Anak-anakku sudah menikah dan melupakan aku. Jadinya aku ingin mencari teman untuk diajak mengobrol. Sedari dulu aku sudah cocok dengan anak nakal itu. Aku tidak ingin menyakitinya. Tapi apa daya dia pergi dari rumah ini dan tidak pernah kembali lagi," jelas kakek Al yang merasa kesepian di dunia ini.


Mereka pun terkejut atas penjelasan kakek Al. Jujur apa yang dikatakan oleh kakek Al itu ternyata tidak bohong. Kakek Al sengaja mencari cara dan merusak perusahaan itu agar Asmoro kembali. Menurut kakek Al dengan cara itu Asmoro akan kembali ke rumah ini.


"Lalu kenapa kakek melakukan kecurangan di dalam perusahaan milik Tuan Lampard?" tanya Stella dengan baik-baik.


"Sebenarnya masa di perusahaan itu tidak ada. Aku memang memanipulasi data-data itu agar Lampard pulang ke rumah. Nyatanya dia tidak pulang ke rumah. Dia malah tinggal di istana mewahnya itu hingga membuat aku kesal. Seluruh berkas-berkas memang dibawa Boni. Boni pun tidak akan bekerja tanpa aku suruh. Perusahaan itu baik-baik saja. Tidak ada masalah sedikitpun dan semuanya berjalan dengan aku melakukannya hanya demi menarik perhatiannya. Agar Lampard pulang ke sini dan memelukku," jelas Kakek Al yang membuat mereka tercengang dan mengedikkan bahunya masing-masing.


"Oh Tuhan. Jadi selama ini kakek melakukannya agar Tuan Lampard pulang ke sini. Baiklah nanti aku akan menyuruhnya ke sini dan meminta untuk memeluk kakek dan mengajaknya ke Indonesia. Di sana Tuan Lampard sudah memiliki keluarga. Di sana beliau juga sedang kerepotan mengurus perusahaan barunya yang bersektor pada makanan ringan. Kalau begitu sebagai gantinya aku akan memeluk kakek agar tidak kesepian," jelas Stella yang membuat kakek Al tersenyum bahagia.


Stella merentangkan kedua tangannya lalu memeluk kakek Al. Mereka yang melihatnya sangat terharu sekali atas kebesaran hati Stella. Adelia bersyukur kalau Stella adalah kakak yang sangat baik. Begitu juga dengan Natalie, tidak bisa terbayangkan olehnya kalau ada orang yang sangat tulus bisa berbuat kebaikan. Inilah yang membuat Natalie tersenyum bahagia.

__ADS_1


Masalah sudah clear. Yang tadinya rumit buat Asmoro, bagi Stella itu adalah masalah mudah. Bagaimana tidak? Saat Boni memberikan surat-surat itu, Boni tidak berkomentar apapun. Wanita paruh baya itu ternyata sudah lelah untuk menyuruh Asmoro pulang ke rumah. Namun nyatanya Boni menyerahkan surat-surat itu agar terbebas dari amukan Klan Kanagawa. Begitulah kisahnya kakek Al dan juga Boni.


Mau tidak mau Stella meminta beberapa orang untuk menemani kakek Al sementara waktu ke Tetsuya. Tetsuya pun setuju lalu memilih beberapa orang untuk tinggal di sini sambil menemani kakek Al. Mereka akhirnya mengobrol panjang lebar. Kakek Al sangat bahagia sekali dan tidak kesepian. Bahkan mereka pun tersenyum bahagia dan mendengar cerita dari kakek.


Tepat jam 04.00 sore, Stella akhirnya berpamitan untuk kembali ke mansion. Sesampainya di mansion mereka melakukan hal yang sama sebelum pergi ke rumah kakek Al. Setelah itu Stella akhirnya duduk di sebelah Asmoro yang masih terlelap tidur. Untungnya saat kembali Asmoro masih terlelap tidur. Akhirnya Stella memutuskan untuk bermain game online di ponselnya itu.


Senja datang di langit kota Manchester. Entah kenapa senja itu sangat indah sekali. Sangking indahnya Stella menuliskan kata-kata mutiara di status media sosialnya. Dengan jahilnya, Stellla meraih tangan kekar Asmoro lalu mengambil foto jari manis Asmoro yang berhiaskan cincin berwarna emas putih. Sungguh sangat bahagia Stella saat ini. Maka dari itu dirinya berjanji akan merawat Asmoro hingga akhir hayatnya.


Tak lama Asmoro terbangun dari tidur panjangnya. Asmoro membuka mata dan melihat Stella yang sangat cantik sekali. Ia tidak mengetahui kalau istri kecilnya itu telah berbuat banyak di perusahaannya itu. Ia akhirnya bangun lalu mendekati Stella dan memeluknya.


"Aku baik-baik saja. Aku hari ini telah merajut baju hangatmu. Aku ingin kamu memakainya ketika musim dingin telah tiba," jawab Stellla yang sengaja berbohong atas kejadian tadi pagi.


"Baguslah kalau kamu di rumah. Kamu nggak bikin kue atau apa?" tanya Asmoro yang merasakan perutnya kelaparan.

__ADS_1


"Aku sudah membuat kue rasa coklat. Lalu aku sengaja membuat kue favoritku yang bertaburkan keju di atasnya. Aku nggak yakin kalau kamu menyukai keju. Karena kue itu mengandung banyak keju," jawab Stella.


Mendengar nama keju, Asmoro mengerutkan keningnya. Ia bingung dengan pernyataan Stella yang dirinya tidak menyukai keju. Dari mana Stella tahu kalau dirinya memang tidak menyukai keju? Bahkan ia sangat alergi sekali pada keju.


"Dari mana kamu tahu kalau aku nggak suka keju?" tanya Asmoro yang mulai curiga kepada Stella.


"Masa kamu nggak tahu sih? Kalau di sini ada Kak Natalie. Dia kan paham tentang kakak. Makanya aku bertanya sama Kak Natalie agar memberitahukan makanan apa yang tidak disukai oleh kakak?" tanya Stella balik yang membuat Asmoro menganggukkan kepalanya.


"Kamu benar. Kalau Natalie memang sudah tahu aku semuanya. Karena dulu aku pernah merawat Natalie dan Alexa secara berbarengan di mansion ini. Mereka berdua memang adalah gadis kecil yang sangat lucu. Ketika masih kecil. Mereka sekarang sudah menjadi dewasa dan sudah mengenal cinta. Bahkan Martin sudah merebutnya dari aku untuk dijadikan seorang istri," jelas Asmoro yang membuat Stella tersenyum manis.


"Kakak ini ada-ada saja. Ya sudah kalau begitu. Bangunlah jangan tidur terus. Masak dari tadi tidur terus? Kakak tahu nggak sampai aku boring begini," kesel Stella yang memajukan mulutnya beberapa senti.


Cup.

__ADS_1


Asmoro langsung mencium mulut itu dan lari ke toilet. Lalu Stella merajuk dan tidak ingin berbicara kepada Asmoro. Kemudian Stella bangun dan membereskan ranjang tersebut. Meskipun agak kesal sedikit sama Asmoro, Stella ingin menghajarnya habis-habisan.


__ADS_2