
"Kakak memang sengaja melakukannya. Karena Kakak sendiri sudah belajar tentang hal-hal psikolog dari Kak Ibra. Semakin orang banyak belajar semakin orang tahu atas kelemahan mereka masing-masing. Maka dari itu kamu harus banyak-banyak belajar untuk mengarungi hidup bersamaku," jelas Ian.
""Cih, pakai panggil-panggil nama kakak-kakak segala," kesal Imran yang sengaja meledek Ian.
"Kamu hidup gitu ya sama aku. Kenapa kamu nggak selalu mendukungku jika aku berpacaran dengan Adelia?" kesal Ian sambil membuang wajahnya.
"Sudah malam. Lebih baik kita tidur di kamar masing-masing. Besok atau lusa penentuan kita tinggal di sini berapa hari lagi. Aku sudah rindu pada si kembar. Mereka selalu menyuruhku pulang pulang dan pulang. Karena aku tidak mengajaknya ke Manchester," jelas Ian sambil membubarkan mereka semuanya agar tidur lebih awal.
Mau tidak mau mereka akhirnya bubar. Mereka juga sangat lelah karena pesta sialan itu. Untung saja Stella sudah mengambil alih investasi alam tersebut. Dan ternyata pesta itu tidak jadi membosankan seperti dalam pikirannya masing-masing.
__ADS_1
Keesokan paginya, Asmoro sudah terbangun dari tidurnya. Pria itu sangat bersemangat dan menyambut hari ini dengan hari yang sangat deras sekali. Jujur sekarang dirinya sangat spesial di mata sang istri. Tambahkan sang istri mengatakan kalau dirinya sangat tampan tanpa memakai baju apapun.
"Sayangku cepat bangun ya. Soalnya aku sangat lapar sekali. Semalam kamu tidak mengijinkan aku tidur. Kok tidur sih maksudku makan. Kamu bilang di makanannya itu banyak racunnya. Makanya aku sendiri tidak makan apapun hingga tidur," Ucap Asmoro dengan manja seperti anak kecil yang sedang kelaparan.
Ia hanya bisa tersenyum dan tertawa mendengar suara manja dari Asmoro. Bahkan dirinya tahu kalau Asmoro tidak makan semalam. Ia membuka mata sambil berkata, "Di kulkas masih banyak bahan makanan. Kita masak apa hari ini?"
''Kamu itu ada-ada aja sih. Bisa nggak tanpa harus memuji aku? Aku takut nanti kepalaku besar dan menjadi sombong hanya karena pujianmu itu," suruh Stella agar Asmoro tidak memujinya terus-menerus.
"Kamu itu adalah perempuan yang sangat aneh sekali. Setiap wanita itu perlu banget dipuji sama prianya masing-masing. Sekarang kamu tidak mau dipuji sama sekali," ucap Asmoro.
__ADS_1
''Nanti kalau kepalaku besar bagaimana?" tanya Stella. ''Seharusnya aku yang memuji kamu.''
"Selesai sarapan Aku akan mengajakmu pergi ke perusahaan terlebih dahulu. Aku ingin mengecek beberapa dokumen-dokumen di sana dan mengadakan meeting rutinan," ajak Asmoro.
"Aku nggak jadi masalah soal itu. Yang aku pikirkan adalah mencari kelemahan kamu. jika aku sudah menemukannya. aku akan memulai permainan terlebih dulu," ucap Stella yang berdiri dan meninggalkan Asmoro.
Asmoro hanya terkekeh dan melihat yang masuk ke dalam toilet. Ia tersenyum sambil wajahnya memerah. Baru kali ini sang istri menggodanya habis-habisan. Jadinya Asmoro semakin semangat untuk menjalin hubungan ini bersama Stella.
"Aku sangat bahagia sekali ketika bersama dengan Stella. Rasa cintaku sekarang semakin besar. Aku sekarang sudah mendapatkan segalanya. Hanya satu yang belum buat aku. Yaitu memiliki seorang anak,'' batin Asmoro.
__ADS_1