Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Stella Hamil?


__ADS_3

"Kamu belum tahu apa maksudku. Ada jebakan tersembunyi dari pesta itu. Kamu tahu kan dia siapa sebenarnya?" tanya Asmoro balik.


"Dia masih berhubungan dengan Liam," jawab Leon.


"Nah itu dia. Kamu sangat cerdas sekali. Kamu bisa menebaknya dengan cepat dan tepat. Lebih tepatnya dia itu adalah adik dari Bella. Kamu tahu kan apa yang terjadi nanti kalau kita datang ke sana?" tanya Asmoro.


"Bella akan meminta kakak untuk kembali ke dalam pelukannya. Tapi Kakak nggak mau sama sekali," jawab William. "Terus kenapa Kakak mengkonfirmasi kalau ke sana?"


"Aku akan mengajak Stella datang ke sana. Stella sudah tahu masa laluku bagaimana. Jadi aku berhak melakukannya," jawab Asmoro yang memberikan kode buat mereka agar paham sesuatu.


"Jangan-jangan kakak ingin menjebak mereka?" tanya Leon.


"Iya itu benar. Aku berharap rencanaku kali ini berhasil," jawab Asmoro penuh dengan percaya diri.


"Berapa persen tingkat keberhasilannya Kak?" tanya William dengan jujur.

__ADS_1


"Kurang lebih delapan puluh persen. Tapi kalian harus ikut denganku. Dan aku akan mengajak 10 pengawal terbaikku untuk mengawalku dalam pesta itu. Aku yakin mereka akan melakukan hal yang licik agar bisa menjebakku," jelas Asmoro yang membuat mereka paham.


"Sepertinya Kakak sangat ahli untuk jebak menjebak. Ah rasanya aku ingin sekali hadir di dalam pesta itu," puji William dengan senyum iblisnya.


"Ya kamu benar. Kamu harus ikut denganku. Aku tidak ingin kamu ketinggalan berita sama sekali. Aku yakin rasa itu akan sangat meriah sekali," jelas Asmoro dengan semangat.


Beberapa saat kemudian Asmoro teringat akan Stella. Asmoro menarik rambutnya dengan gemas. Bayangkan saja sampai saat ini sang istri masih belum bangun sama sekali. Dengan penuh senyuman, Asmoro bangun sambil berkata, "Meeting kali ini sudah selesai. Kita tidak akan melanjutkannya lagi. Oh... Ya... Aku teringat pada istriku yang sedang pingsan itu."


"Maksud kakak apaan?" tanya Ian yang tidak paham karena Stella pingsan.


"Aku sendiri nggak tahu," jawab Ian. "Memangnya kenapa Kak, Stella pingsan? Apakah Stella sedang mengandung?"


"Baru kemarin nikahnya. Kok tiba-tiba saja mengandung. Bukankah wanita mau hamil itu memiliki proses yang cukup panjang. Apakah kalian tidak pernah belajar tentang biologi? Apalagi mengarah tentang reproduksi wanita," kesal Asmoro terhadap Ian.


"Bukannya itu Kak. Kalaupun pingsan itu juga tanda-tandanya orang hamil. Kalau hamil pun kakak kan nggak susah-susah mendapatkan seorang bayi yang lucu," celetuk William.

__ADS_1


"Kalian ini... Memang sangat unik sekali. Aku tidak menyangka kalau mendapatkan banyak asisten yang kocak seperti kalian. Doakan saja biar istriku itu cepat hamil. Aku akan segera menjadi ayah. Seorang ayah ya. Bukan seorang kakek. Karena aku belum memiliki anak sama sekali," udah Asmoro dengan penuh kebahagiaan jika benar-benar Stella mengandung.


"Sepertinya Kakak sangat beruntung sekali. Ya sudah Kak. Kami doakan supaya kakek mendapatkan bayi secepatnya. Aku ingin lihat bayi itu. Apakah mirip Kakak atau Stella?" ledek Leon sambil menahan tawanya.


"Kalian ini ada-ada saja. Meskipun mirip Stella... Dia juga anakku. Stella juga sangat cantik dan imut ditambah menggemaskan," ucap Asmoro sambil memuji kecantikan Stella.


"Tapi apakah Kakak tahu? Kalau Stella itu adalah wanita yang masih polos sekali," tanya William.


"Tidak apa-apa. Meskipun polos aku sangat menyukainya. Aku malah lebih menyukai wanita polos ketimbang pura-pura polos. Dia hanya mementingkan keinginannya saja. Tahu apa yang aku maksud itu," jawab Asmoro sambil bertanya balik kepada mereka.


"Paham Kak," seru mereka dengan serempak.


Asmoro melambaikan tangannya lalu keluar dari ruangan kerjanya itu. Asmara segera mencari keberadaan istrinya. Ia Hampir lupa kalau Stella sedang dijaga oleh Adelia. Saat keluar, Asmoro melihat mereka berdua. Asmoro segera mendekatinya dan mendekat pundak Stella.


"Kamu sudah tidak apa-apa?" tanya Asmoro.

__ADS_1


__ADS_2