Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kecemburuan Asmoro


__ADS_3

“Karena


kamu selalu membela papa kamu itu. Aku kan menjadi kesal pada papamu itu,”


jawab Asmoro.


“Hmmp...


kamu cemburu sama papa?” tanya Stella yang sengaja tertawa kecil.


Meski


tertawa kecil, suara Stella masih bisa didengarkan. Ia hanya bisa tersenyum dan


merasakan kebahagiaan dari Stella.


“Kamu


tahu, semenjak kamu hadir dalam hidup, kamu selalu membuat aku menjadi ceria.


Masa lalu aku yang suram membuatku terpuruk dan tidak akan mau mengenal cinta.


Meskipun kita memiliki usia berbeda jauh, tapi kamu selalu saja menjadi istri


yang baik. Mungkin ini yang dinamakan takdir. Yang dimana takdir tidak akan


bisa dilawan. Kamulah hidupku selamanya. Kamulah cinta sejatiku. Jangan pernah


bersedih lagi. Sebab kamu adalah seorang bidadari yang Tuhan sengaja dikirim


buat aku,” kata Asmoro dalam hati.


“Kenapa


juga kamu menggendongku seperti ini?” tanya Stella yang bertepatan dengan suara


lift pertanda membuka pintu.


“Kamu


akan segera mendapatkan hukuman dariku. Karena kamu sudah bekerja sama dengan


kakek Agatha meledekku,” jawab Asmoro yang masuk ke dalam lift.


Bukannya


marah, Stella malah menantang Asmoro. Ia ingin mengetes amarah Asmoro, namun


nyatanya Asmoro tidak mau marah.


“Hanya


mengetes saja. Tapi ujung-ujungnya aku terkena hukuman,” Stella berpura-pura


kesal namun hatinya bersorak kegirangan.


Mansion


Snowden.


Jacob


yang selesai membersihkan tubuhnya langsung keluar dari kamar. Ia membawa


ponselnya dan mencari keberadaan James. Jujur ia sangat merindukan kedua orang

__ADS_1


tuanya. Dirinya sekarang tidak bisa meninggalkan kedua orang tuanya terlalu


lama. Ia bersama Martin adalah anak yang sangat berbakti dan menyayangi orang


tuanya.


Tak


sengaja Jacob bertemu Linda yang sudah memakai baju yang sangat rapi. Ia


mengerutkan keningnya sambil mendekatinya lalu bertanya, “Mama kok sudah rapi


begini?”


“Anak


asuh mama yang bernama Agatha mengundang makan malam di restoran. Kamu juga


diundang. Agatha ingin mengadakan reuni dadakan. Kata Agatha mumpung ada Tuan


Yamato berada di Jakarta, kenapa tidak?” jawab Linda yang penuh dengan


senyuman.


“Sepertinya


aku mengenal mereka. Bukankah mereka adalah anggota gangster?” tanya Jacob.


“Memang


benar. Mereka adalah anggota gangster dari Klan Kanagawa,” seru James yang


berjalan memakai tongkat.


“Seperti


sangat kejam di dunia?” tanya Jacob.


“Semenjak


kapan ilmu pengetahuan kamu berkurang secara drastis?’ tanya James yang


memandang wajah Jacob. “Apa jangan-jangan otak kamu selalu dipenuhi oleh


Natalie?”


“Bukan


begitu pa. Aku sering lupa dengan cerita bawah tanah. Sekarang aku lebih fokus


ke perusahaan baru. Yang dimana nantinya perusahaan itu akan masuk ke dalam


Snowden Groups. Apalagi sekarang aku lebih fokus kepada kalian. Kak Martin


sudah disibukkan dengan banyaknya pekerjaan dan si kembar yang semakin pandai


berkata-kata. Enggak mungkin aku menyuruh Kak Martin untuk menjaga mama


disini,” jawab Jacob yang benar-benar fokus pada perusahaan barunya.


“Benar


juga apa yang kamu katakan,” puji James. “Maaf papa menuduh kamu yang


bukan-bukan. Sekarang kamu menjadi lebih dewasa.”

__ADS_1


“Hehehe...


iya pa. Harus itu. Bukankah semakin bertambahnya umur, kita dituntut menjadi


dewasa?” tanya Jacob.


James


menganggukan kepalanya tanda setuju. Ia sangat bangga kepada putranya itu.


Jujur saat Jacob menjadi ahli IT, jarang sekali para keluarga besar Snowden


tidak menyetujuinya. Bahkan pekerjaan seperti itu tidak memiliki untung yang


banyak. Namun Jacob sendiri membuktikan kalau dirinya menjadi seorang ahli IT


yang berkualitas.


“Ganti


pakaian sana. Tuan Yamato mengundang kamu dalam acara reuni makan malam!”


perintah James yang menyuruh Jacob berganti pakaian.


Di


kediaman Alexa sangat ada kehebohan karena si kembar sedang berceloteh dengan


riang. Tiba-tiba saja Alexa datang dengan membawa ponsel. Ia segera


menghempaskan bokongnya lalu menatap  wajah anak-anaknya menggemaskan itu.


“Apakah


kalian sedang sibuk?” tanya Alexa.


“Ya...


kami seang sibuk. Tapi kami sedang mencari cara untuk merayu Kak Sean yang


sedang ngambek,” jawab Edward.


“Kenapa


Kak Sean marah? Apakah kalian sedang mengganggu kakak kamu yang sedang


belajar?” tanya Alexa.


“Kami


enggak mengganggu kakak sedang belajar. Semenjak tadi pulang dari sekolah, Kak


Sean tidak keluar kamar,” jawab Scarlett.


“Kenapa


bisa begitu?” tanya Alexa yang mengerutkan keningnya.


“Kami


enggak tahu ma. Di pintu masuk kamar ditulisi kami enggak boleh masuk,” jawab


Scarlett lagi yang membuat Alexa penasaran sekali.


“Apakah

__ADS_1


kakak kamu sakit?” tanya Alexa yang penasaran dengan keadaan Sean.


__ADS_2