
“Karena
kamu selalu membela papa kamu itu. Aku kan menjadi kesal pada papamu itu,”
jawab Asmoro.
“Hmmp...
kamu cemburu sama papa?” tanya Stella yang sengaja tertawa kecil.
Meski
tertawa kecil, suara Stella masih bisa didengarkan. Ia hanya bisa tersenyum dan
merasakan kebahagiaan dari Stella.
“Kamu
tahu, semenjak kamu hadir dalam hidup, kamu selalu membuat aku menjadi ceria.
Masa lalu aku yang suram membuatku terpuruk dan tidak akan mau mengenal cinta.
Meskipun kita memiliki usia berbeda jauh, tapi kamu selalu saja menjadi istri
yang baik. Mungkin ini yang dinamakan takdir. Yang dimana takdir tidak akan
bisa dilawan. Kamulah hidupku selamanya. Kamulah cinta sejatiku. Jangan pernah
bersedih lagi. Sebab kamu adalah seorang bidadari yang Tuhan sengaja dikirim
buat aku,” kata Asmoro dalam hati.
“Kenapa
juga kamu menggendongku seperti ini?” tanya Stella yang bertepatan dengan suara
lift pertanda membuka pintu.
“Kamu
akan segera mendapatkan hukuman dariku. Karena kamu sudah bekerja sama dengan
kakek Agatha meledekku,” jawab Asmoro yang masuk ke dalam lift.
Bukannya
marah, Stella malah menantang Asmoro. Ia ingin mengetes amarah Asmoro, namun
nyatanya Asmoro tidak mau marah.
“Hanya
mengetes saja. Tapi ujung-ujungnya aku terkena hukuman,” Stella berpura-pura
kesal namun hatinya bersorak kegirangan.
Mansion
Snowden.
Jacob
yang selesai membersihkan tubuhnya langsung keluar dari kamar. Ia membawa
ponselnya dan mencari keberadaan James. Jujur ia sangat merindukan kedua orang
__ADS_1
tuanya. Dirinya sekarang tidak bisa meninggalkan kedua orang tuanya terlalu
lama. Ia bersama Martin adalah anak yang sangat berbakti dan menyayangi orang
tuanya.
Tak
sengaja Jacob bertemu Linda yang sudah memakai baju yang sangat rapi. Ia
mengerutkan keningnya sambil mendekatinya lalu bertanya, “Mama kok sudah rapi
begini?”
“Anak
asuh mama yang bernama Agatha mengundang makan malam di restoran. Kamu juga
diundang. Agatha ingin mengadakan reuni dadakan. Kata Agatha mumpung ada Tuan
Yamato berada di Jakarta, kenapa tidak?” jawab Linda yang penuh dengan
senyuman.
“Sepertinya
aku mengenal mereka. Bukankah mereka adalah anggota gangster?” tanya Jacob.
“Memang
benar. Mereka adalah anggota gangster dari Klan Kanagawa,” seru James yang
berjalan memakai tongkat.
“Seperti
sangat kejam di dunia?” tanya Jacob.
“Semenjak
kapan ilmu pengetahuan kamu berkurang secara drastis?’ tanya James yang
memandang wajah Jacob. “Apa jangan-jangan otak kamu selalu dipenuhi oleh
Natalie?”
“Bukan
begitu pa. Aku sering lupa dengan cerita bawah tanah. Sekarang aku lebih fokus
ke perusahaan baru. Yang dimana nantinya perusahaan itu akan masuk ke dalam
Snowden Groups. Apalagi sekarang aku lebih fokus kepada kalian. Kak Martin
sudah disibukkan dengan banyaknya pekerjaan dan si kembar yang semakin pandai
berkata-kata. Enggak mungkin aku menyuruh Kak Martin untuk menjaga mama
disini,” jawab Jacob yang benar-benar fokus pada perusahaan barunya.
“Benar
juga apa yang kamu katakan,” puji James. “Maaf papa menuduh kamu yang
bukan-bukan. Sekarang kamu menjadi lebih dewasa.”
__ADS_1
“Hehehe...
iya pa. Harus itu. Bukankah semakin bertambahnya umur, kita dituntut menjadi
dewasa?” tanya Jacob.
James
menganggukan kepalanya tanda setuju. Ia sangat bangga kepada putranya itu.
Jujur saat Jacob menjadi ahli IT, jarang sekali para keluarga besar Snowden
tidak menyetujuinya. Bahkan pekerjaan seperti itu tidak memiliki untung yang
banyak. Namun Jacob sendiri membuktikan kalau dirinya menjadi seorang ahli IT
yang berkualitas.
“Ganti
pakaian sana. Tuan Yamato mengundang kamu dalam acara reuni makan malam!”
perintah James yang menyuruh Jacob berganti pakaian.
Di
kediaman Alexa sangat ada kehebohan karena si kembar sedang berceloteh dengan
riang. Tiba-tiba saja Alexa datang dengan membawa ponsel. Ia segera
menghempaskan bokongnya lalu menatap wajah anak-anaknya menggemaskan itu.
“Apakah
kalian sedang sibuk?” tanya Alexa.
“Ya...
kami seang sibuk. Tapi kami sedang mencari cara untuk merayu Kak Sean yang
sedang ngambek,” jawab Edward.
“Kenapa
Kak Sean marah? Apakah kalian sedang mengganggu kakak kamu yang sedang
belajar?” tanya Alexa.
“Kami
enggak mengganggu kakak sedang belajar. Semenjak tadi pulang dari sekolah, Kak
Sean tidak keluar kamar,” jawab Scarlett.
“Kenapa
bisa begitu?” tanya Alexa yang mengerutkan keningnya.
“Kami
enggak tahu ma. Di pintu masuk kamar ditulisi kami enggak boleh masuk,” jawab
Scarlett lagi yang membuat Alexa penasaran sekali.
“Apakah
__ADS_1
kakak kamu sakit?” tanya Alexa yang penasaran dengan keadaan Sean.