Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Bermain Bersama Anak-anak.


__ADS_3

Sore yang cerah di kediaman Alexa. Anita, Stella dan Adelia sedang bercanda dengan ketiga kurcaci milik Alexa. Jujur ketiga anak Alexa sangat menghibur sekali.


"Mereka sangat lucu sekali ya," puji Anita sambil tersenyum manis.


"Iya itu benar. Mereka memang suka Membuat acara ramai. Ditambah lagi sifat dari Scarlett. Usia sedini itu sudah berbicara mengikuti kata-kata orang dewasa. Kalau mama mendengar kata-kata dewasa dari mulut mungilnya itu. Mama jangan marah. Karena gadis itu sudah diracuni oleh para manusia yang berada di sini," tunjuk Adelia ke arah para pengawal itu.


"Benarkah itu?" tanya Anita yang tidak percaya sama sekali.


"Itu benar ma. Kak Alexa dan Tuan Martin bingung mau menghentikannya. Scarlett sendiri sering berkumpul dengan mereka. Jadi dimaklumkan saja. Apalagi scarlet bertemu dengan Tuan Roth dan Kak Ian. Malah semakin parah kedua orang itu kalau mengajarkannya," jawab Adelia.


Anita pun mengangguk tanda setuju. Memang yang namanya anak kecil sering terkontaminasi dengan orang dewasa. Anita sudah paham akan kejadian seperti ini. Apalagi anak-anak yang berada di kampungnya dulu lebih parah dari ini.


Beberapa saat kemudian datang Alexa dan para pelayan. Mereka menata makanan di meja sambil tersenyum melihat Anita. Jujur Anita memiliki wajah yang sangat cantik dan teduh. Jadi mereka sangat senang sekali melihat wajah Anita.


Di saat pelayan melihatnya, Anita menyunggingkan senyumnya dan mengajaknya bergabung. Namun mereka sempat menolak. Karena Anita adalah tamu Alexa.


Melihat Anita yang bahagia, akhirnya Alexa meminta mereka untuk berkumpul di sini. Ia tahu kalau Anita adalah seorang wanita yang tidak memandang status sosial. Memang Alexa belum berkenalan. Namun dirinya paham atas perasaan Anita.


Sementara itu Adelia dan Stella mendekati Scarlett. Kedua gadis kembar itu melihat Scarlett dan Rara sedang bermain tebak-tebakan. Rara yang belum fasih berbicara dengan lancar membuat para pengawal tertawa. Apalagi Rara tidak bisa mengucapkan huruf r. Namun Rara tidak pernah marah sama sekali. Malahan Rara menjadi anak yang baik dan menggemaskan.


"Rara," panggil Scarlett.


"Iya Scal," sahut Rara yang membawa pensil.


"Kita main tebak-tebakan yuk," jawab Scarlett yang membuat Rara bahagia.


"Aku mau Scal. Ayo kita main tebak-tebakan. Sudah lama kita tidak belmain itu," ucap Rara yang semakin semangat bermain tebak-tebakan.

__ADS_1


"Memangnya kalian bisa ya main tebak-tebakan?" tanya Stella yang penasaran melihat kedua anak kecil itu sedang berbicara.


"Bisa lah Kak. Kalau kami setiap bertemu selalu bermain tebak-tebakan," jawab Scarlett yang lancar berbicara.


Saat Scarlett ingin melontarkan pertanyaan itu, beberapa pengawal sudah ada di belakang mereka. Mereka sengaja berkumpul di sana hanya untuk mendengar suara Rara.


"Kenapa mereka ada di sini? Bukannya berjaga malah nimbrung," tanya Stella sambil berbisik-bisik dengan Adelia.


"Jika ada acara tebak-tebakan yang dilaksanakan oleh kedua gadis itu. Maka mereka akan berkumpul di belakang dan mendengarkan colotehan coletehan kedua gadis ini. Nanti kamu akan tertawa mendengar mereka berbicara," bisik Adelia balik.


Stella menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lega. Bagaimana tidak para pengawal bertubuh kekar itu mendekati mereka. Ternyata oh ternyata mereka sengaja mendengarkan celotehan colotehan kedua gadis kecil itu.


"Ayo kita mulai. Scarlet dulu ya," pinta Scarlett.


"Baiklah," ucap Rara sambil menganggukkan kepalanya.


"Tiang-tiang apa yang seger banget?" tanya Scarlett yang membuat Rara bingung menjawabnya.


"Ternyata kamu bisa juga ya. Sudah lama tidak bertemu kamu jago sekali menjawab pertanyaanku. Rasanya aku berhenti saja," keluh Scarlett.


Sementara di luar Hatori dan Agatha sudah sampai di depan kediaman Alexa. Mereka sengaja ke sini untuk menyusul Anita, Adelia dan Stella. Sebelum masuk Pak satpam pun menegur Hatori. Untung saja pak satpamnya kenal Hatori.


Setelah mereka berbicara, Pak satpam pun mengijinkan mereka masuk. Mereka masuk ke dalam dengan diantarkan oleh satu pelayan yang tiba-tiba saja melintas.


Hatori sangat terkejut sekali melihat Mansion mewah itu. Dirinya tidak menyangka kalau yang namanya Alexa adalah orang kaya. Akan tetapi Hatori sangat bangga kepada Alexa. Karena Alexa tidak pernah membeda-bedakan dengan orang tidak punya.


"Apakah ini istananya Nyonya dermawan itu? Yang hampir setiap minggu membagikan beras untuk orang-orang yang tidak beruntung di kampung?" tanya Hatori yang membuat Agatha terkejut.

__ADS_1


"Apa yang kamu katakan Hatori? Kamu jangan mengada-ngada seperti itu," tanya Agatha balik.


Kemudian Hatori bercerita tentang kebaikan Alexa. Agatha terkejut oleh jawaban Hatori. Jujur selama ini Agatha tidak mengetahui kebaikan Alexa. Yang ia kenal Alexa adalah putri dari Giovanni Banderas.


"Jujur pa. Di rumah ini aku bertemu dengan adikku Adelia. aku sangat terkejut sekali melihat wajahnya yang sangat mirip denganku. Aku tidak menyangka di rumah ini aku bisa menemukan saudara-saudaraku. Aku bersyukur sekali bisa bertemu mereka satu persatu," ucap Hatori dengan penuh haru.


Agatha semakin percaya dengan cerita Hatori. Di rumah ini Agatha mencium banyaknya energi kebaikan. Memang rumah ini adalah rumah yang sangat indah. Bahkan pemiliknya pun sangat baik sekali.


"Bersyukurlah nak.. Jika kamu menemukan keluargamu di sini. Papa tidak bisa membayangkan, Jika kamu tidak bertemu dengan Adelia di sini. Papa sangat bersyukur sekali. Semoga saja kita memiliki sebuah istana di sini," ucap Agatha.


Hatori menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sebenarnya Agatha bisa membeli rumah yang mirip seperti ini. Akan tetapi Agatha belum bisa membelinya. Karena ia sendiri masih sibuk dengan urusan lainnya. Entah sampai kapan Agatha menutupi identitasnya.


Sesampainya di halaman belakang, mereka akhirnya bertemu dengan para wanita yang sedang mengobrol. Para wanita itu pun terkejut atas kedatangan dua pria yang sangat tampan sekali. Saking tampannya Agatha menjadi bahan rebutan ibu-ibu pelayan. Lalu, Hatori Bagaimana kisahnya?


Hatori sengaja kabur dari pandangan mereka. Jujur Hatori sangat takut sekali kepada para pelayan itu. Karena dulu Hatori pernah dikejar oleh ibu-ibu kompleks. Maka sampai saat ini Hatori sangat ketakutan sekali.


Ketika melangkahkan kakinya, Hatori menatap wajah Scarlett yang imut dan menggemaskan. Ingin rasanya Hatori memeluknya dan mengajaknya bermain. Namun dirinya bingung mau bermain apa sama Scarlett. Sementara dirinya lebih memilih bermain game online di ponselnya itu.


Beberapa saat kemudian Scarlett tidak sengaja menatap wajah Hatori. Entah kenapa Scarlett tersenyum memandang Hatori. Lalu Scarlett melambaikan tangannya ke arah Hatori untuk bergabung.


Akhirnya Scarlett pun meminta Hatori untuk bermain tebak-tebakan. Untung saja Hatori memiliki materi untuk dilemparkan kepada mereka. Setelah melemparkan beberapa materi, Hatori terkejut karena mereka bisa menjawabnya dengan cepat.


Plakkkkkk.


Tangan mungil milik Stella memukul lengan kekar Hatori. Hatori pun terkejut dan melihat Stella sambil berkata, "Mereka sangat hebat bisa menjawab seluruh pertanyaanku."


"Ya itu benar Kak. Mereka sangat cerdas sekali," jawab Adelia.

__ADS_1


"Untung saja aku adalah raja tebak-tebakan di kampung. Banyak anak-anak kecil yang tidak bisa menjawab tebak-tebakan ku itu," ucap Hatori.


"Memangnya Kakak temannya anak-anak kecil ya?" sahut Stella.


__ADS_2