
Sore yang cerah di Markas Black Horizon.
Ketika Lampard sedang bermain pedang dikejutkan dengan kedatangan Martin. Untung saja Lampard tidak memiliki penyakit jantung. Ia langsung berhenti dan melihat Martin.
"Untung saja aku tidak menebasmu," ledek Lampard.
"Jika aku menebasmu maka singa betinaku akan mengamuk dan menghancurkan seluruh markas sini," ujar Martin yang membuat Lampard menggelengkan kepalanya.
"Meeting sudah selesai bro. Kau itu datangnya telat lagi. Bukankah meeting dilakukan di hotel atau restoran? Tapi kenapa kamu memilih markas?" tanya Lampard.
"Apakah kakak sudah mendapatkan berkas dari Leon?" tanya Martin serius.
"Sudah," jawab Lampard.
"Yang aku maksud meeting kali ini adalah itu," ucap Martin.
"Kamu itu memberikan informasi tidak jelas. Aku sangka pertemuan kali ini membahas perusahaan. Ujung-ujungnya bawah tanah. Jangan kau bilang informasi itu dari Alexa," ujar Lampard.
"Memang benar. Itulah yang ingin aku bicarakan sama Kak Gio. Untung saja Alexa bisa mengakses informasi tentang John Smith dan Exodus. Dan ini juga berhubungan dengan Stella. Semoga Kakak paham dengan informasi tersebut," jelas Martin.
"Apakah Exodus akan menyerang melalui jaringan cyber?" tanya Lampard.
"Tidak. Hanya Alexa yang tahu, Bagaimana caranya menutup segala akses dirinya ketika menjebol situs tersebut?" jawab Martin sambil tersenyum yang meledek Lampard.
__ADS_1
"Sialan lu," geram Lampard.
"Rencana Kakak Apa selanjutnya?" tanya Martin.
"Rencana selanjutnya adalah terpaksa menikahi Alexa," jawab Lampard hingga membuat wajah Martin memerah padam.
"Awas aja kau menikahi Alexa. Cepat atau lambat aku yang akan menghancurkanmu!" kesal Martin yang membuat lampard terkekeh.
"Jangan terlalu cemburu seperti itu. Tidak baik buat kesehatanmu. Oh ya satu lagi. Ada yang harus aku bicarakan. Ini sangat penting sekali," ucap Lampard serius.
"Ada apa memangnya?" tanya Martin.
"Cepat atau lambat eksotis akan menyerang. Yang aku takutkan adalah mereka diam-diam menghancurkan orang tersayang kita ketika lengah. Dua hari ini aku sedang mempelajari polanya bersama Kak Nano. Mereka tidak langsung membunuh kita. Tapi mereka akan membunuh orang terdekat kita. Itu yang sengaja dilakukan oleh para petinggi Exodus," jawab Lampard yang menjelaskan pola permainan Exodus.
"Semua para gangster dan mafia sedang bersiap-siap melakukan pengawalan ketat terhadap keluarganya. Jika tidak mereka seenaknya akan menghabisi keluarga kita. Aku harap kamu dan Alexa mengerti. Karena anak-anakmu dalam bahaya besar," jawab Lampard yang memperingatkan bahaya besar sedang mengintai keluarga Martin.
"Licik juga ternyata. Mereka mencari kelemahan kita. Hebat sekali. Kalau begitu aku akan menyusun rencana untuk melindungi keluargaku. Bagiku dan Alexa serangan demi serangan seperti itu sudah biasa. Tapi Bagaimana dengan tiga kurcaciku? Aku tidak mau mereka hidup dalam ketakutan. Aku juga tidak akan cerita kalau kami adalah kepala gangster," terang Martin.
"Kalau begitu lakukanlah. Peringatkan juga pada Roth dan Derek. Kamu bersama Alexa tidak boleh lengah sedikitpun. Ada tambahan lagi buatmu. Mulai sekarang seluruh pengawal dan pelayanmu diseleksi terlebih dahulu. Kemungkinan dari mereka adalah penyusup atau mata-mata. Aku nggak mau ketiga cucuku menjadi korban. Biar aku saja yang menjadi korban asalkan jangan mereka!" perintah Lampard.
Yang dikatakan oleh Lampard benar apa adanya. Mereka memang melakukan cara yang licik. Bisa jadi mereka menyusupkan orang-orangnya ke dalam rumah. Kejadian ini sudah sering terjadi di daerah Eropa.
Sebelumnya kejadian itu tidak pernah ada. Namun berita ini santer hingga ke telinga Lampard dan juga Gio. Kemudian mereka menanyakan hal ini kepada Nano. Mau tidak mau mereka berdiskusi tentang keamanan yang akan diperketat.
__ADS_1
Malampun tiba. Ian dan Leon segera bersiap membereskan perlengkapan Stella. Mereka sudah mendapatkan izin dari Gio untuk memindahkan Stella ke mansion.
"Apakah kalian sudah siap?" tanya Lampard.
"Kami sudah siap dan tinggal berangkat saja. Aku harap perpindahan Stella kali ini akan aman hingga dirinya sembuh total," jawab Ian.
"Itu benar," balas Lampard.
"Apakah kita memanggil ambulans?" tanya Raka.
"Tidak perlu. Bisa-bisa nanti musuh mulai curiga. Biar aku yang membawanya," jawab Lampard yang membuat Raka bingung.
"Kenapa sang ketua menjadi aneh? Biasanya sang ketua anti sekali terhadap wanita?" tanya Raka yang berbisik pada Ian.
"Hai... Jangan membicarakanku di belakang! Bicarakan saja secara langsung!" geram Lampard.
"Bukan begitu. Jujur aku sangat terkejut sekali ketika kakak membawa Stella ke Mansion Kak Gio. Setiap perempuan mendekat pasti Kakak menghempaskannya begitu saja. Sepertinya ada udang dibalik rempeyek," ujar Raka.
"Tidak ada apa-apa. Jangan terlalu mendramatisir keadaan. Aku hanya memastikan keadaan Stella saja," terang Lampard.
"Syukurlah... Akhirnya kakak mau menerima perempuan lain di hati kakak," ucap Raka.
"Kamu itu ya... Sudah aku bilang, aku hanya menolongnya saja. Tolong jangan mendramatisir keadaanku. Suatu saat nanti aku pasti akan menikah," kesal Lampard.
__ADS_1