
Merry mendekati John lalu membisiki suatu rencana. Setelah menerima rencana itu, John akhirnya manggut-manggut anda setuju. Ia tersenyum manis sambil berkata, "Kenapa nggak dari dulu ya aku gini?"
"Itu cara yang jitu. Kamu buka lagi Kurumi. Tapi dengan satu syarat. Kamu nggak bakalan bisa merekrut banyak pegawai," jawab Merry yang menatap wajah John.
"Kenapa kok nggak boleh merekrut banyak orang? Bukankah kalau kita merekrut banyak orang pekerjaan akan cepat selesai?" tanya John.
"Nggak semudah itu yang kamu bayangkan. Kamu membuka lagi Kurumi demi membuat kue. Lalu kue itu kamu berikan cairan warna biru. Yang di mana cairan itu bisa dikonsumsi secara bebas seluruh makhluk hidup di muka bumi ini,' jawab Merry.
"Kamu gila ya? Bisa-bisa kita yang terkena kasus besar," ucap John.
"Ya nggak lah. Kamu belum tahu saja koneksi Exodus ke luar negeri bagaimana? Kelompok kita sudah menguasai semuanya. Kita itu sudah memonopoli seluruh dunia. Bisa dikatakan kita mengeluarkan barang itu dengan sangat mudah," jelas Merry yang mengetahui seluk beluk Exodus.
__ADS_1
"Bener juga ya. Lalu siapa saja yang bisa kita rekrut?" tanya John.
"Manusia yang bekerja siang dan malam. Secara fisik dia tidak boleh berhenti bekerja. Kalau berhenti bekerja maka akulah orang yang membunuhnya. Mereka tidak boleh lemah di mataku. Karena aku sedang memiliki target besar Untuk menggeser kedudukan Papaku sendiri di kursi kebesarannya itu," jawab Merry dengan serius.
"Sangat menarik sekali. Kalau begitu aku setuju. Malam ini aku akan mengeluarkan dana untuk membeli peralatan yang canggih untuk membuat beberapa bahan makanan. Semakin cepat aku mengurusnya. Maka keuntungan kita semakin bertambah," ucap John dengan serius.
"Apakah kamu nggak memikirkan mantan istrimu itu dan anak tirimu?" tanya Merry.
*Dari dulu istrimu itu sangat licik sekali. Dia berusaha untuk menghancurkan keluarganya sendiri. Dia tidak memikirkan jangka panjangnya bagaimana? Aku kalau lihat dia ingin mencakarnya habis-habisan. Sebab kalau bicara tidak pernah ada rasa baiknya terhadap orang lain," ungkap Merry sesungguhnya.
"Entahlah," sahut John.
__ADS_1
Di apartemen mewah, Agatha dan Yamato sedang duduk di ruangan kerja. Mereka sedang diam dan tidak bicara sama sekali.
Sejujurnya Yamato sangat kesal terhadap Agatha. Bisa-bisanya Agatha tidak bercerita tentang kisah cintanya itu.
"Kenapa kamu nggak cerita soal ini semuanya? Kamu anggap aku apa? Aku memang seorang pengusaha sekaligus mafia. Ditambah lagi aku selalu bergelut dengan waktu. Sebelum nikah seharusnya kamu derita semuanya tentang dia," kesal Yamato.
"Satu kata buat ayah adalah maaf. Sebenarnya aku tidak kabur dari rumah saat itu. Aku memang sengaja keluar dari rumah demi hidup mandiri. Aku memang sengaja merahasiakan identitasku semuanya. Dan aku saat itu menjadi orang biasa. Setelah itu aku memang merasakan bagaimana hidup sebagai orang biasa. Awal-awalnya memang berat. Tapi istriku wanita yang pertama kali mendekatiku dan memberiku semangat. Saat itulah aku boleh berkenalan dengannya dan menjadi teman biasa. Sampai saat ini aku bingung untuk menceritakan satu persatu kisah ini. Aku harap Ayah tidak marah kepadaku," jelas Agatha.
"Sebenarnya ayah marah sama kamu. Kamu nggak tahu setelah kematian ibumu. Hidup Ayah sangat sepi sekali. Ditambah kamu pergi dari Jepang hanya demi hidup mandiri. Andai saja kamu nggak melakukan itu. Ayah tidak akan seperti ini," ucap Yamato.
"Aku tahu ayah. Sebelum ke sini aku memang masih menutup identitas rahasiaku. Aku ingin mengajak mereka ke Tokyo setelah masalah perusahaanku selesai. Aku akan datang untuk memberikan kejutan buat Ayah. Tapi keburu ayah datang seluruh identitasku sudah terbuka. Aku bersyukur mereka tidak marah sama sekali," sahut Agatha.
__ADS_1
"Nggak ada kata marah buat mereka. Aku tahu mereka adalah anak-anak yang baik. Mereka juga sopan dan menghormati orang tua. Jujur aku sangat menyayanginya," jelas Yamato.