
“Apakah kamu tidak yakin dengan hal itu?” tanya pria itu.
“Kita tahu kan kalau Tuan muda Hatori adalah pekerja biasa. Jika tuan muda merebut Kurumi atas perintah anda maka seluruh orang tidak percaya,” jawab sang asisten.
“Kamu tahu seorang Agatha kanagawa adalah orang terpengaruh di dunia bisnis Asia! Bahkan Agatha bisa menyamai Snowden Groups!” tegas Agatha nama pria itu dengan senyum iblisnya.
Sang asisten pun terdiam tidak bisa berkata apa-apa. Ia pun mengerti bahwa tuannya akan mencari jalan keluar. Namun ketika Tuannya melangkah, sang asisten pun menyinggung soal Exodus.
“Tuan ada masalah gawat di dunia bawah tanah,” seru sang asisten.
“Apa itu?” tanya Agatha.
“Exodus akhir-akhir ini membuat ulah. Beberapa clan telah diserangnya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kekurangan pengawal,” jawab sang asisten.
Mendengar nama Exodus, Agatha menjadi geram. Entah kenapa ia teringat pada Tutik? Tangannya mengepal, giginya gemelutuk dan api amarah sudah berkobar.
“Berapa clan yang dihancurkan?” tanya Agatha.
“Sepuluh Clan sudah dihancurkan. Para clan sekarang sedang membuat rencana untuk mengusir Exodus.
“Sudah berapa lama Exodus menguasai Asia?” tanya Agatha.
“Sudah hampir lima tahun,” jawab asisten itu lagi. “Tapi tuan, ada sebuah organisasi bawah tanah yang sedang mengupayakan pengusiran mereka dari Asia.”
“Siapa mereka?” tanya Agatha.
“Mereka adalah Black Horizon dan Blue Diamond,” jawabnya lamerek
“Sepertinya aku mengenal mereka,” ucap Agatha.
“Ya tuhan memang mengenalnya. Kedua organisasi bawah tanah itu sangat berkaitan satu sama lain. Black Horizon nama ketuanya adalah Giovanni Banderas. Sedangkan blue diamond pemiliknya Martin snowden. Gio dan Martin adalah adik kakak. Tapi Martin menikahi putrinya Gio,” ujar sang asisten.
Mata Agatha membola sempurna karena pengakuan dari sang asisten. Lalu Agatha berpikir keras, Kenapa sang adik menikahi putrinya Gio? Jujur menurutnya sangat aneh sekali. Seharusnya Sang Putri menikah dengan orang lain bukan dengan sang paman. Kalau dipikir-pikir Agatha merasakan ada sebuah kejanggalan.
“Tuan pasti terkejut karena ucapan saya. Gio dan Martin bukan saudara kandung. Mereka ternyata saudara angkat. Jika putrinya Gio menikahi Martin itu adalah hal yang wajar. Memang dari dulu Martin telah menyukai putrinya Gio semenjak bayi. Itulah penjelasan saya,” jelas sang asisten.
__ADS_1
“Ya aku paham,” saut Agatha. “Aku sayang kamu putrinya menikahi sang paman karena ada politik perusahaan.”
“Tidak tuan. Mereka saling mencintai dan menyayangi seperti anda bersama Nyonya Anita,” ujar sang asisten.
“Apakah kamu sudah menemukan mereka?” tanya Agatha.
“Nyonya berada di Kota Surabaya. Nyonya hidup bersama Nona muda Adelia. Tapi Nona muda meninggalkan sementara nyonya untuk mencari nafkah. Kalau tidak salah Nona muda Adelia bekerja menjadi pelayan mansion Snowden. Sedangkan Nona Stella menghilang entah ke mana. Terakhir kalinya para pengawal menemukan saat cekcok dengan Patty karena tidak diberi uang,” jelas sang asisten.
“Di mana mansion Snowden?” tanya Agatha lagi.
“Ada di Jakarta,” jawabnya lagi.
“Kalau begitu anak-anakku berkumpul di Jakarta,” kata Agatha dengan hati yang bahagia.
“Tapi tuan,” ucap sang asisten menggantung.
“Mereka dalam bahaya. Sewaktu-waktu John dan Tutik akan memburunya. Tapi Tuan sangat beruntung sekali. Karena mereka sedang diburu Black Horizon untuk dilindungi,” jawab sang asisten.
“Apa-apaan ini! Dua anggota mafia memburu semua anak-anakku!” kesal Agatha.
Ada senyum terbit di bibir Agatha. Ia sangat beruntung bahwa anak-anaknya mendapat perlindungan. Ia juga merasa khawatir bila anak-anaknya jatuh ke tangan John lalu dihabisi.
“Bagaimana dengan Bu Gita dan Pak Kusno?” tanya Agatha.
“Mereka sedang mencari keberadaan dua Nona muda. Tapi Pak Kusno pernah menyinggung ingin mencari mansion anda. Tapi aku melarangnya karena di sana bahaya. John dan Tutik tidak tahu kalau anda memiliki dua anak lagi. Jika mengetahuinya maka mereka akan menyuruh orang untuk membunuhnya.”
“Berat sekali beban anak-anakku. Aku tidak bisa membayangkan mereka hidup dalam ketakutan. Terutama pada Stella. Jika mereka sampai tahu Adelia dan Hatori aku tidak bisa membayangkan bagaimana mereka membunuhnya. Aku memutuskan untuk kerjasama dengan Black Horizon. Aku tahu kekuatan mereka sangat besar ketimbang Klan Haitomi. Aku harus pergi ke Jakarta. Atur semua jadwal penerbanganku. Aku di sana hanya sebentar lalu kembali. Semoga saja Hatori tidak mengetahui jika aku datang ke Jakarta!” Perintah Agatha.
“Baik Tuan,” balas sang asisten.
“Oh iya Hamtaro. Bangunkan aku besok pagi. Aku akan mengadakan meeting di perusahaan jam delapan tepat, “ pinta Agatha sambil meninggalkan sang asisten.
Adelia yang sudah berpakaian rapi segera mendekati Ian. Gadis berparas manis itu menatap Ian dengan jantung berdegup kencang. Ia tidak menyangka bisa berpacaran dengan balok es. Kemudian Ian memegang tangan Adelia sambil berkata, “Apakah kamu sudah siap?”
“Udah siap Kak,” jawab Adelia.
__ADS_1
Sebelum mereka pergi Scarlett memanggilnya, “Kak... Kakak mau ke mana bersama paman Ian?”
Adelia pun menengok ke bawah dan melihat Scarlett yang penasaran. Ia membumgkukkan badannya sambil meraih tubuh mungil Scar.
“Hai... Scar... Kakak sama paman ingin keluar sebentar,” jawab Adelia.
“Kenapa Kakak bilangnya keluar?” tanya Scar.
“Lalu bilang apa?” tanya Adelia balik sambil tersenyum lucu.
“Bilang saja Lagi kencan bersama paman Ian,” jawab Scar yang membuat Adelia terkejut.
Sementara Ian hanya bisa terdiam menganga. Tubuh kekarnya menjadi lemas seketika. Bagaimana bisa anak sekecil itu bilang kencan kepada orang dewasa.
“Sepertinya dia pandai menyaring kata-kata orang dewasa ketimbang anak-anak seusianya,” batin Ian.
“Kakak tidak kencan hanya berjalan-jalan saja,” ucap Adelia.
“Kenapa Kakak tidak jujur saja, kalau kakak kencan?” tanya Scarlett dengan memajukan mulutnya beberapa senti hingga membuat Adelia semakin gemas.
Beberapa saat kemudian Alexa masuk ke dalam dan melihat Ian bersama Adelia. Matanya membelalak ketika Adelia menggendong Scarlett. Wanita muda itu bergegas mendekati Adelia sambil merentangkan kedua tangannya, “Scarlett, ikut mama yuk.”
“Sebentar ma,” sahut Scarlett.
“Kok sebentar sih? Kasihan Kak Adel mau pergi sama paman Ian,” ujar Alexa.
“Begini ma... Kakak Adel bersama paman Ian sedang kencan. Tapi Kakak Adel hanya bilang jalan-jalan saja. Scarlet hanya bilang ke Kak Adel namanya itu bukan jalan-jalan,” kata Scarlett dengan polos.
“Bagaimana mau bilangnya ya kalau anak sekecil ini sudah menyaring kata-kata orang dewasa? Bahkan aku sendiri sebagai yang adanya mamanya sering kaget tentang ucapan mereka,” rutuk Alexa membuat Ian terdiam.
“Sepertinya kamu memiliki masalah?” tanya Ian.
“Anak-anakku sekarang sudah bisa mengatakan apa yang diomongkan oleh orang dewasa. Aku sekarang bingung dan tidak bisa mengerem lagi. Dan itu juga gara-gara kalian yang mengajarkan kata-kata dewasa di depan anak-anakku,” ucap Alexa dengan datar.
“Apakah itu benar?” tanya Ian tanpa merasa bersalah sama sekali.
__ADS_1