
"Lelah sih lelah. Karena aku baru saja membantu Mama berjualan di tempat ini," jelas Scarlett.
"Oh... bisa begitu ya?" tanya Hatori.
"Ya bisa. Aku gitu loh paman," celoteh Scarlett.
"Oh... memangnya mama kamu jualan disini?' tanya Hatori.
"Iya... aku memang sering membantu mama jualan disini. Makanan disini sangat enak sekali," jelas Scarlett.
"Baiklah kalau begitu. Paman mau makan ya... setelah itu kita bermain lagi," ucap Hatori.
"Bolehkah aku ikut dengan paman?' tanya Scarlett.
"Boleh.Kalau kamu tidak keberatan," jawab Hatori yang sengaja tidak melepaskan Scarlett sedikitpun.
Hatori akhirnya menuju ke tempat yang sudah di tempati oleh Anita, Agatha dan Yamato. Hatori segera mendekati mereka dan melepaskan Scarlett.
"Turunlah Scar," pinta Hatori.
"Aku tidak mau turun paman. Aku mau bersama paman seperti ini," ucap Scarlett yang sengaja menguji kesabaran Hatori.
"Baiklah. Apakah kamu menyukai es krim?" tanya Hatori sambil merayu Scarlett agar segera turun.
"Aku mau es krim paman," jawab Scarlett sambil menatap Hatori dengan mata berbinar.
"Makanya kamu turun dariku. Nanti paman makan steak. Kamunya makan es krim," ajak Hatori yang membuat Scarlett.
Scarlett tersenyum manis sambil melihat Hatori. Ia meminta Hatori untuk menurunkan dirinya.
Hatori menurunkan Scarlett dan menarik kursi, "Duduklah disini."
"Terima kasih paman Hatori yang sangat tampan sekali," puji Scarlett sambil duduk di kursi.
__ADS_1
"Ada Scarlett disini?" tanya Yamato dengan penuh senyuman.
"Ah iya kakek Yamato. Aku berada disini karena sengaja membantu mama jualan steak yang sangat enak sekali," jawab Scarlett.
"Oh... iya? Apakah restoran ini adalah milik mama kamu?' tanya Anita yang senang akan kedatangan Scarlett.
Di mata Anita, Scarlett adalah gadis yang sangat lucu dan menggemaskan. Ia tidak pernah marah jika Scarlett berkata di luar nalar. Bahkan celotehannya Scarlett bisa membuat Anita tertawa.
"Kemana Kak Stella dan Kak Adelia? Kok Scar tidak melihatnya sama sekali?" tanya Scarlett.
"Mereka tidak ikut kami. Mereka ikut dengan kakek Asmoro," jawab Agatha.
"Oh... my god... kok Scar enggak dikasih tahu kalau kedua kakak kesayanganku ikut dengan kakek? Kakek sangat jahat sekali. Aku harus ikut dengan kakek,' kesal Scarlett yang mulai murung.
Beberapa saat kemudian datang Alexa dengan membawa kertas catatan. Wanita berparas cantik itupun langsung mendekati keluarga Nakagawa.
"Maaf, kalian pesan apa?" tanya Alexa sambil memandang wajah Agatha.
"Duduklah disini.Tidak baik kalau kamu menanyakan pesanan kepada kakek Yamato," jelas Agatha.
"Tuan yamato," sapa Alexa yang tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Halo Nyonya Alexa," sapa Yamato balik yang memberikan kode agar tidak membuka kode siapa dirinya.
Dengan terpaksa Alexa duduk demi menghormati Yamato. Akhirnya ia melihat Scarlett dan menatapnya tajam seakan meminta jawaban. Scarlett langsung menutup matanya dan menggelengkan kepalanya. Jujur di dalam hati gadis kecil itu, sang Mama ternyata sangat menakutkan ketika sedang menatapnya seperti itu.
"Kamu kenapa disini Scar?" tanya Alexa yang menatap ke arah Scarlett.
"Aku di sini mencari Kak Adelia dan Kak Stella. Nyatanya mereka tidak ada di sini. Mereka bersama kakek. Aku tidak diajak sama kakek," jawab Scarlett.
"Ya sudah kamu kembali lagi ke meja kasir. Kamu tunggu di sana dulu. Nanti Mama akan segera kembali," ucap Alexa yang menyuruhnya kembali ke meja kasir.
"Tidak bisa ma. Scarlet ingin bermain dengan Paman Hatori. Paman Hatori sekarang sangat tampan sekali," puji Scarlett dengan penuh senyuman.
__ADS_1
Alexa hanya bisa menepuk jidatnya karena jawaban Sang Putri. Tiba-tiba saja keluarga Nakagawa tertawa mendengar jawaban gadis kecil itu. Namun mereka tidak tahu, apa yang dikatakan oleh Scarlett saat ini. Mau tidak mau Alexa mengalah dan menyuruhnya duduk di sini.
Setelah itu keluarga Nakagawa memesan beberapa macam menu. Alexa mencatatnya satu persatu dan membacakannya kembali. Kemudian Alexa berpamitan untuk menyerahkan orderan tersebut. Sedangkan Scarlett masih berada di sana dan membiarkan mamanya bekerja sendiri.
"Kamu jadi makan es krim?" tanya Hatori yang menghempaskan bokongnya duduk di sebelah Scarlett.
"Untuk saat ini tidak paman. Di sini ada mama Alexa. Aku tidak boleh memakan es krim satupun. Mana lagi Mama Alexa sangat galak ketika memandangku seperti itu," jawab Scarlett yang membuat mereka tertawa.
Mereka sangat terhibur sekali atas kedatangan Scarlett, terutama pada Yamato Kanagawa. Mereka sangat senang dan menghabiskan waktu sore hingga malam bersama gadis kecil itu.
Hatori yang melihat Alexa sedang kerepotan, akhirnya memutuskan untuk membantu Alexa. Dengan senang hati Hatori mengambil kertas dan membuat orderan makanan untuk para koki. Melihat hal itu, Agatha sangat bangga kepada putranya itu. Memang Agatha sudah mengetahui pekerjaan yang dilakukan oleh putranya itu. Bahkan Agatha sendiri tidak menegurnya sama sekali.
Malam menjelang, ketika selesai makan mereka akan beranjak berdiri. Tiba-tiba saja ada seorang perempuan yang mendekati mereka lalu berkata, "Oh jadi ini ya... Yang namanya Anita Kanagawa."
"Maksud anda apa?" tanya Anita yang santai.
"Di mana Stella!" bentak wanita itu.
"Kenapa kamu menanyakan Stella dengan nada kasar seperti itu? Apakah kamu tidak pernah sekolah? Aku tanya kamu siapa?" tanya Anita.
Sebelum menjawab, ada seorang wanita paruh baya mendekatinya. Anita segera berdiri dan melihat siapa wanita itu. Ketika mendekat wanita itu mengangkat tangannya lalu mendaratkan tepat berada di pipi Anita.
Plakkkkkkkkk.
"Anita!" seru wanita itu.
Agatha yang dari tadi mengecek pekerjaannya terkejut. Pria paruh baya itu langsung berdiri dan menengahi keduanya. Kemudian Agatha melihat wanita itu sambil berkata, "Oh ini ya yang dinamakan Tutik. Yang mengaku sebagai ahli waris Kurumi Company."
Wanita itu adalah Tutik. Dan satunya adalah Patty. Mereka tidak tahu pria yang berusia senja memandanginya. Ada rasa ingin menghajarnya. Namun pria itu tetap memilih diam dan tanpa bersuara apapun.
"Oh kamu Agatha ya? Gue kira lu udah mati. Ternyata masih hidup lo?" tanya Tutik sambil tertawa mengejek Agatha.
"Kalau aku masih hidup kenapa? Aku sangat bersyukur sekali bertemu dengan kalian yang serakah atas harta bendaku ini. Sekarang aku datang ke sini demi menuntut balas atas kehancuran keluargaku. Terserah kamu mau balas aku terlebih dahulu. Aku terima. Agatha yang dulu sudah mati. Agatha yang berdiri di sini adalah seorang pengusaha sukses dari Jepang. Dan wanita yang kamu tampar itu adalah istri sahku. Istri yang di mana kamu pisahkan hanya karena ingin menguasai seluruh aset Kurumi Company. Mumpung di sini banyak orang Aku ingin mereka tahu siapa kalian sebenarnya," ejek Agatha yang sangat elegan dan menyuruh orang-orang memperhatikannya.
__ADS_1
"Apa maksudnya?" tanya Patty yang tidak terima jika keluarganya dipermalukan begitu saja di hadapan banyak orang.